Senin, 06 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • Suap Bowo Jadi Peringatan, BPN: Kami Komitmen Tak Lakukan Serangan Fajar

Politik

Suap Bowo Jadi Peringatan, BPN: Kami Komitmen Tak Lakukan Serangan Fajar

Sabtu, 30 Mar 2019 09:26
Detik.com
JAKARTA - Kasus Bowo Sidik Pangarso yang jadi tersangka KPK disebut sebagai lonceng peringatan untuk semuanya. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga menyebut kelompok oposisi tidak mungkin melakukan serangan fajar karena terbatas logistik.

"Saya rasa sepakat dengan Bawaslu, kita semua tidak boleh melakukan serangan fajar. Kami oposisi tidak punya kemampuan melakukan serangan fajar logistik kami terbatas, Yang bisa melakukan serangan fajar yang punya uang banyak dan logistik berlimpah," ujar juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade kepada wartawan, Sabtu (30/3/2019).

Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin mengatakan kasus Bowo Sidik Pangarso yang jadi tersangka KPK karena diduga mengumpulkan uang suap untuk serangan fajar sebagai peringatan. Bawaslu akan membuat patroli sebagai bentuk pencegahan politik uang.

Kembali kepada Andre, menurut ia pihaknya hanya menjual gagasan atau ide serta program yang akan dikerjakan Prabowo-Sandi jika terpilih pilpres 2019. Partai koalisi Prabowo-Sandi juga sudah berkomitmen tidak melakukan serangan fajar di pemilu 2019.

"Yang jelas kami Gerindra dan partai koalisi komitmen tidak melakukan serangan fajar tanpa saran Bawaslu pun kita sudah melaksanakan tidak melakukan serangan. kami saja tidak bagi-bagi sembako, mukenah, apalagi amplop," tutur dia.

Dihubungi terpisah, anggota Dewan Pengarah BPN Prabowo-Sandiaga, Dradjad Wibowo mengaku prihatin terhadap politik uang yang terjadi saat pemilu 2019. Selain itu, bingkisan pembawa pesan juga disebar berbagai daerah merupakan politik uang.

"Kasus Bowo tersebut sesuai dengan keprihatinan PAN dan BPN selama ini. Saya melihat politik uang dan penyalahgunaan aparat sudah masif. Buktinya, bingkisan disebar ke banyak daerah oleh pembawa pesan. Itu kan politik uang yang vulgar," ucap Drajad.

"Sekarang caleg Golkar terkena OTT terkait politik uang. Memang sementara ini KPK masih mengatakan serangan fajar tersebut untuk pencalegan. Tapi lihat saja amplop-nya. Ada tidak logo capres tertentu?"

Drajad juga mempertanyakan KPU dan Bawaslu tidak mengambil tindakan terhadap kasus Bowo tersebut. Padahal era Soeharto politik uang tidak seperti yang saat ini terjadi.

"Yang aneh, KPU dan Bawaslu tidak mengambil tindakan yang signifikan. Jaman pak Harto saja, politik uang tidak seedan ini. Anda sedang di mana KPU dan Bawaslu?? Apakah anda tidak khawatir Pilpres dan Pileg ini menjadi sangat kotor?," tutur dia.

Bowo ditetapkan KPK sebagai tersangka karena diduga menerima suap dari Marketing Manajer PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) Asty Winasti. Total dugaan suap yang diterima Bowo berjumlah Rp 1,6 miliar dari 7 kali pemberian. KPK juga menduga Bowo menerima gratifikasi Rp 6,5 miliar dari pihak lain.

Uang itu diduga sudah ditukarkan ke pecahan Rp 20 ribu dan Rp 50 ribu serta dimasukkan ke dalam 400 ribu amplop. Duit dalam ratusan ribu amplop itulah yang diduga KPK bakal digunakan sebagai 'serangan fajar'.


Sumber: detik.com
Politik
Berita Terkait
  • Senin, 06 Jul 2026 13:37

    Masa Jabatan Syamsuwir Berakhir, Walikota Tunjuk Masykur Tarmizi Jabat Plh Sekda Pekanbaru

    PEKANBARU-Masa jabatan Syamsuir sebagai Pelaksana harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru telah berakhir. Ia kini kembali menjabat sebagai Asisten I Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Pek

  • Senin, 06 Jul 2026 13:35

    Masih Tentang Perhutanan Sosial

    BEBERAPA hari yang lalu, Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan dan jajaran berkunjung dan melaksanakan beberapa kegiatan di Provinsi Riau. Salah satu kegiatan yang menarik dan penu

  • Senin, 06 Jul 2026 13:32

    Usai Ditegur, Kepala OPD Penuhi Ruang Rapat Paripurna DPRD Riau

    PEKPEKANBARU-Usai ditegur Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto, dalam rapat paripurna penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD

  • Senin, 06 Jul 2026 13:30

    Balai Adat Datuak Panglimo Dalam di Kampung Suhardiman Amby Digeledah KPK

    KUANSING-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali beraksi di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Senin (6/7/2026). Lembaga antirasuah itu melakukan penggeledahan di sejumlah tempat. Salahsat

  • Senin, 06 Jul 2026 13:27

    Pemprov Riau Lakukan Percepatan 4.836 Bantuan Stimulus Perumahan Swadaya

    PEKANBARU-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melakukan percepatan pelaksanaan Bantuan Stimulus Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun Anggaran 2026 di Provinsi Riau.Untuk percepatan program Pemerintah Pusat t

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor