Politik
Sudah Memasuki Triwulan Keempat, Realisasi Fisik Beberapa Satker di Inhil Masih di Bawah 40 %
Laporan: Aditya Prahara
Kamis, 13 Okt 2016 16:47
TEMBILAHAN - Memasuki awal triwulan keempat tahun anggaran 2016 ini, realisasi fisik di Satuan Kerja (Satker) mitra Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Indragiri Hilir (Inhil) masih cukup rendah, yakni rata-rata di bawah 40 persen.
Hal itu diketahui saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Inhil bersama sejumlah Satker mitra kerjanya, seperti Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Diskop dan UMKM), Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP), serta Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Inhil, Rabu (12/10/2016).
RDP yang digelar di Ruang Banggar Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II DPRD, Amd Junaidi didampingi Wakil Ketua, Edi Gunawan dan para anggota, serta diikuti Kepala dan perwakilan Satker terkait.
Pada kesempatan tersebut, perwakilan Disperindag Inhil, Mukhlis mengatakan, hingga akhir Bulan September lalu realisasi kegiatan di Disperindag baru mencapai sekitar 30,55 persen.
Begitu pula di Diskop dan UMKM, dimana menurut penuturan Azwardi diketahui bahwa realisasi kegiatan fisiknya mencapai sekitar 35,84 persen.
"Untuk di DTPHP, realisasi fisik 36,50 persen dan keuangan 29,90 persen. Ini dikarenakan kegiatan belum bisa dilakukan, karena menunggu anggaran perubahan," kata Kepala DTPHP Inhil, Kuswari memberikan keterangan saat itu.
Selanjutnya, Kepala Disbun Inhil, Tantawi Jauhari mengakui bahwa realisasi kegiatan fisik di SKPD yang ia pimpin sudah sekitar 37,64 persen.
"Keterlambatan ini diharapkan bisa digesa setelah perubahan," harapnya.
Berbeda dengan Satker di atas, DKP Inhil berhasil menyerap anggaran dan realisasi fisik hingga mencapai sekitar 63,13 persen dan keuangan 49,50 persen.
Keterlambatan realisasi anggaran tersebut, dijelaskan Kepala DKP Mukhtar T, dikarenakan menunggu keputusan rasionalisasi atau pengurangan anggaran yang ditetapkan sebesar 35 persen.
Selain itu, ketika melaksanakan kegiatan pihaknya juga mengacu kepada RPJMD, sehingga ada progam-program yang tidak berlanjut, karena tidak sesuai RPJMD dan tidak berhubungan dengan bidangnya, seperti pembangunan dermaga yang tidak ada kaitannya dengan perikanan.
"Ini dalam upaya mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan," terangnya.
Menanggapi penjelasan-penjelasan tersebut, Wakil Ketua Komisi II DPRD, Edi gunawan mengungkapkan kekhawatirannya, karena mengingat waktu yang tersedia hanya tinggal beberapa bulan lagi.
"Ini sudak masuk triwulan keempat, tapi realisasi fisik
masih rendah. Rata-rata masih di bawah 40 persen dan harus digesa,"
pungkasnya.(dit)
Dewan Kehormatan PWI Riau Minta Wartawan Tidak Terseret Kepentingan Kelompok
Pekanbaru-Ketua Dewan Kehormatan (DKP) PWI Riau, H Zufra Irwan SE, MM mewanti-wanti wartawan untuk tidak terjebak dengan kepentingan politik tertentu atau kelompok tertu menyikapi sikap tegas yang akh
AMSI Riau Soroti Penunjukan PLT Ketua DPD Golkar Riau: Intervensi DPP Dinilai Rusak Proses Konsolidasi Kader
Pekanbaru-Angkatan Muda Satkar Ulama Indonesia (AMSI) Riau menyoroti langkah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang menunjuk Ahmad Doli Kurnia sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Ketua DPD Partai Gol
H.Darnil Pimpin DPD Hanura Riau
Pekanbaru-Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Provinsi Riau dan Musyawarah Cabang (Muscab) ke-IV se-Riau, di Hotel Grand Central Pekanbaru, Sabtu (25/10/2025).
Sahroni Mundur dari DPR RI? Begini Kata NasDem
Ahmad Sahroni dikabarkan mengajukan pengunduran diri sebagai anggota DPR RI. Pengunduran diri itu disebut-sebut sebagai buntut dari kekisruhan dalam beberapa hari terakhir. Sahroni sendiri sudah dinon
Uya Kuya dan Eko 'Patrio' Terima Keputusan Tak Dapat Gaji
Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Putri Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan kondisi terkini Eko Hendro Purnomo alias Eko “Patrio” dan Surya Utama atau Uya Kuya setelah keduanya dinon