Survei: 55 Persen Publik Ingin Pejabat Tak Manfaatkan Jabatan untuk Pilpres 2024
Admin
Senin, 10 Jan 2022 14:33
Mayoritas publik menginginkan pejabat negara fokus bekerja di tengah mulai menghangatnya tahun politik menjelang Pemilu 2024. Pejabat negara diminta tidak memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan Pilpres 2024.
Hal itu tercatat dalam hasil survei Litbang Kompas yang dirilis pada Senin (10/1). Survei yang digelar melalui sambungan telepon itu digelar pada 20-22 Desember 2021 dengan 504 responden. Survei ini memiliki margin of error sebesar kurang lebih 4,37 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Dengan pertanyaaan 'Menurut Anda, pejabat negara yang saat ini berpeluang maju di pilpres ebaiknya fokus di tugasnya atau lebih baik mengundurkan diri agar fokus mempersiapkan pencalonan di 2024 nanti?', Sebanyak 55,2 persen responden menjawab sebaiknya fokus bekerja sebagai pejabat negara tanpa memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan Pilpres.
Sementara, sebesar 24,5 persen responden menilai selama tidak melanggar ketentuan undang-undang, bisa dijalankan tugas sebagai pejabat negara sambil sosialisasi calon presiden.
18,2 persen responden meminta pejabat yang melakukan sosialisasi Pilpres 2024 sebaiknya mundur dari jabatan. Serta menjawab tidak tahu sebesar 2,1 persen.
Responden juga ditanya tanggapan terkait tahun 2022. 71,9 persen setuju tahun 2022 menjadi tahun politik karena tahapan pemilu akan dimulai. 21,5 persen tidak setuju, dan 6,6 persen tidak tahu.
Sementara, 73,1 persen percaya akan semakin marak sosialisasi calon presiden dan partai politik menjelang Pemilu 2024 di tahun 2022 ini. 23 persen menjawab tidak setuju dan 3,9 persen tidak tahu.