Senin, 29 Jun 2026
  • Home
  • Politik
  • Survei ASI: Sandiaga dan Erick Thohir, Klaster Menteri yang Paling Layak di Pilpres 2024

Survei ASI: Sandiaga dan Erick Thohir, Klaster Menteri yang Paling Layak di Pilpres 2024

Admin
Selasa, 08 Jun 2021 16:38
okezone.com

JAKARTA - Sejumlah nama-nama menteri Kabinet Indonesia Maju, menjadi kandidat terkuat untuk maju sebagai calon presiden (Capres) di Pilpres 2024, berdasarkan hasil survey lembaga Arus Survei Indonesia (ASI).

Berdasarkan survey, nama yang pantas menjadi Capres 2024 adalah Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno disusul Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir.

Survei ini dilakukan secara nasional di 34 provinsi di Indonesia dengan metode penarikan sampel adalah Multistage Random Sampling. Jumlah responden yakni 1.000 responden dengan margin of error +/- 3.10% pada tingkat kepercayaan 95%.

Pengambilan data survei pada 1-7 Mei 2021. Survei dilakukan dengan cara telesurvei, yaitu responden diwawancara melalui kontak telepon menggunakan kuesioner. Nomor telepon responden dalam survei ini didapat dari database survei tatap muka lembaga Arus Survei Indonesia (ASI) dalam rentang tiga tahun terakhir, yakni sejak 2018 hingga 2020.

Direktur Eksekutif ASI, Ali Rifan menyampaikan bahwa lembaganya mengukur elektabilitas calon dengan mengajukan 24 nama tokoh yang berpotensial maju di Pilpres 2024. Nama-nama ini berasal dari sejumlah kalangan seperti pimpinan parpol, kepala daerah, menteri hingga tokoh agama.

Kata Ali, nama Sandiaga Uno (13,5%), Erick Thohir (11,9%), Nadiem Makarim (10,9%) merupakan figur dari klaster Menteri yang paling layak jadi capres-cawapres 2024, disusul nama Tri Rismaharani (10,3%).

"Lalu Moh. Mahfud MD (9,2%), Sri Mulyani (6,8%), Syahrul Yasin Limpo (6,0%), Yaqut Cholil Qoumas (4,7%), A. Halim Iskandar (4,7%), dan Johnny G Plate (3,4%). Sisanya 18,6% mengaku tidak tahu/tidak jawab," kata Ali dalam keterangannya, Selasa (8/6/2021).

Kata Ali, temuan survei nasional ini menyimpulkan bahwa terkait kontestasi Pilpres 2024 belum ada figur dengan elektabilitas dominan dan eksponensial.

"Hampir semua figur tingkat keterpilihannya saat ini angkanya masih di bawah 15 persen. Sementara di saat yang sama ada undecided voters sebanyak 22,2 persen. Artinya, sebagian besar masyarakat ada kecenderungan masih menunggu figur baru yang muncul, atau juga dapat diartikan bahwa sebagian masyarakat belum terlalu fokus memikirkan urusan pilpres," tutur Ali.

Menurut Ali, dikarenakan posisi capres belum ada yang unggul secara dominan, jadi setiap anak bangsa yang punya modal rekam jejak mumpuni, kapatitas dan integritas teruji punya kesempatan yang sama untuk maju.

"Tentu dengan catatan mendapatkan dukungan partai, karena dalam kontestasi pilpres partai menjadi satu-satunya kendaraan dan instrumen seseorang dapat mencalonkan diri sebagai capres atau cawapres," sambungnya.

"Ini penting sebagai modal parpol menjaring figur yang hendak diusung, baik melalui mekanisme konvensi partai ataupun mekanisme lainnya. Sejumlah warga net menilai kegiatin ini demi meningkatkan imun. Sebab bila tak stres, imun akan meningkat dengan sendirinya," pungkasnya.

Sumber: okezone.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.