Survei Litbang Kompas: Prabowo Stagnan, Ganjar Naik, Anies Merosot
Admin
Rabu, 22 Jun 2022 10:32
Hasil survei Litbang Kompas Juni 2022 menyatakan elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengalami peningkatan yang cukup tajam. Elektabilitasnya naik, dari 20,5 persen pada Januari, menjadi 22 persen pada Juni.
Dikutip dari Kompas ID, Rabu (22/6), nama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto masih menempati urutan pertama dengan tingkat elektabilitas 25,3 persen. Akan tetapi, elektabilitas Prabowo terjadi penurunan, di mana pada Januari elektabilitasnya mencapai 26,5 persen.
Nama Gubernur Anies Baswedan yang digadang-gadang oleh partai politik untuk diusung menjadi calon presiden (capres) di Pemilu 2024 merosot tajam. Bahkan elektabilitasnya terlampau jauh dari Ganjar dan Prabowo.
Anies tercatat mendapatkan elektabilitas sebesar 12,6 persen. Yang mana, Anies enam bulan lalu elektabilitasnya adalah 14,2 persen.
Berdasarkan survei tersebut, preferensi masyarakat atas kandidat potensial calon presiden harus dipertimbangkan, karena tanpa mengusung figur yang sesuai dengan kehendak konstituen, partai berisiko kehilangan pemilih.
Pemilih Parpol dan Capres
Dari 1.200 responden yang diwawancara secara tatap muka, ada 31 persen responden, yang menyatakan, akan berpindah ke parpol lain jika capres yang diusung tidak sesuai preferensi pribadi mereka.
Namun, sebanyak 44 persen responden lainnya menyatakan, akan tetap memilih parpol preferensinya meskipun partai mengusung capres yang tidak mereka sukai.
Berbeda dengan pilihan parpol yang sangat dipengaruhi figur capres, pilihan terhadap capres tidak terlalu dipengaruhi oleh parpol yang mengusung.
Mayoritas atau 68 persen responden menyatakan, akan tetap memilih capres yang disukai, sekalipun diusung oleh parpol yang tidak mereka sukai.
Survei dilakukan melalui tatap wawancara muka yang diselenggarakan 26 Mei-4 Juni 2022, dengan responden sebanyak 1.200 orang dan dipilih secara acak.
Menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi dengan tingkat kepercayaan 95 persen, margin error penelitian kurang lebih 2,8 persen.