Rabu, 08 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • Tangkap Sinyal Jokowi, PPP Terbuka Bahas Nama Menteri di Mukernas

Politik

Tangkap Sinyal Jokowi, PPP Terbuka Bahas Nama Menteri di Mukernas

Rabu, 17 Jul 2019 16:37
Detik.com
Foto: Rusly Effendi (kanan) dan Achmad Badowi (kiri)
JAKARTA - Akhir pekan nanti PPP akan menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke-IV. Dalam Mukernas tersebut, tidak menutup kemungkinan adanya pembahasan nama-nama menteri untuk mengisi pemerintahan 5 tahun ke depan.

Awalnya, Ketua DPP PPP Rusly Effendi mengungkapkan isi pertemuan partai dengan presiden terpilih Joko Widodo di Istana Bogor pekan lalu. Pertemuan itu turut mendiskusikan soal kontribusi PPP di dalam kabinet.

"Beberapa waktu lalu 9 Juli kita sudah bersilaturahmi PPP pusat dan daerah bersama Pak Jokowi di Bogor. Dalam perbincangan, itu kita berdiskusi tentang bagaimana PPP ikut berkontribusi terhadap kabinet ke depan," ujar Rusly Effendi kepada wartawan di Kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (17/7/2019).

"Karena itu kita serahkan sepenuhnya ke Pak Jokowi untuk memilih kader kita yang kompeten di bidangnya. Tentu tugas kita di DPP mempersiapkan kader-kader itu," tambah Rusly.

Perbincangan di Bogor bisa saja dibawa ke Mukernas. Mukernas nantinya bisa saja mendengar masukan kader PPP untuk membahas nama menteri. Dia menyebut Jokowi sudah mengirim sinyal.

"Alhamdulillah pada pertemuan itu kita disuruh beliau memberi isyarat PPP harus ngirim dong. Karena itu kita juga mendengar masukan di mukernas. Tapi kader kita layak semua ini. Tapi tentu sesuai dengan mekanisme yang ada. Jadi nanti Mukernas bisa berkembang siapa yang layak kita utus atas nama partai PPP," sebut dia.

Rusly juga berbicara soal risalah 'Koalisi Indonesia Maju Republik Indonesia. Risalah Rapat Pengangkatan menteri Pembantu Presiden Dalam kabinet Kerja Jilid II Periode 2019-2024'. PPP yang tergabung di dalam koalisi pemenang pemilu mengatakan risalah tersebut hoax.

"Tapi kan sudah dijawab, itu hoax itu. Tidak benar," ujar Rusly Effendi.

"Ya itu nggak benar karena nama PPP nggak ada. Nggak benar," dia menambahkan.


Sumber: detik.com
Politik
Berita Terkait
  • Rabu, 08 Jul 2026 11:13

    Prabowo Cerita Jejak Sejarah Indonesia-India di Depan PM Modi

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto bercerita hubungan antara Indonesia dan India telah terjalin selama ratusan tahun melalui sejarah, peradaban, dan budaya.Hal tersebut disampaikan Prabowo saat mengh

  • Rabu, 08 Jul 2026 11:11

    Wali Kota Bima NTB Bantah Lantik Istri dan Ipar Jadi Pejabat

    Mataram - Usai ramai jadi pembicaraan, Wali Kota Bima A Rahman H Abidin akhirnya buka suara. Dirinya membantah telah melantik istri dan iparnya menjadi pejabat. Rahman mengklaim pelantikan istrinya te

  • Rabu, 08 Jul 2026 10:45

    Ketua DPW PSI Kalsel Minta Kaesang Lantik Jokowi Jadi Ketua Dewan Pembina

    Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menggelar Rapat Koordinasi Wilayah serta pelantikan ketua DPW PSI dan DPD PSI se-kalimantan Selatan Selasa 7 Juli 2026. Acara ini turut dihadiri Ketua Umum DPP PSI K

  • Rabu, 08 Jul 2026 10:42

    Batin Tenayan Temui Pansus DPRD Riau Minta Mafia di Tanah Ulayat Ditindak

    PEKANBARU - Datuk Batin Tenayan, Ujang Alinun bersama rombongan mendatangi Panitia Khusus (Pansus) Tanah Ulayat dan Pemanfaatan Tanah Ulayat DPRD Riau untuk menyampaikan berbagai persoalan yang terjad

  • Rabu, 08 Jul 2026 10:35

    Tim SAR Temukan Korban Tewas Kapal Pompong Tenggelam di Siak

    SIAK â€" Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu dari tiga korban tenggelamnya kapal pompong di Pelabuhan Tanjung Buton, Desa Sungai Rawa, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Selasa (7/7/2026). Ko

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor