Sabtu, 20 Jun 2026
Berbagi Berkah Jelang HUT Polri, Polisi Bedah Rumah Keluarga Kurang Mampu
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Kamis, 18 Jun 2026 13:19
PEKANBARU - Kepolisian Daerah (Polda) Riau terus memperkuat kepedulian terhadap masyarakat menjelang puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Sebanyak 1.198 paket bantuan sosial sukses disalurkan ke berbagai wilayah Provinsi Riau hingga Kamis (18/6/2026).
Bukan hanya paket sembako, aparat kepolisian turut mendistribusikan sarana air bersih di enam titik berbeda. Program bedah rumah juga menyentuh satu keluarga kurang mampu, melengkapi aksi Gerakan Indonesia Asri di dua lokasi strategis demi menjaga kelestarian lingkungan.
Aksi kemanusiaan ini dieksekusi langsung oleh Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau bersama Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor (Polres) jajaran. Langkah nyata tersebut menjadi bukti pengabdian institusi kepolisian sekaligus pemantik semangat gotong royong warga.
"Menjelang Hari Bhayangkara ke-80, kami ingin memastikan kehadiran Polri benar-benar dirasakan masyarakat. Tidak hanya melalui bantuan yang diberikan, tetapi juga melalui edukasi, pendampingan, dan kepedulian terhadap lingkungan yang terus kami dorong melalui program Green Policing," urai Dirlantas Polda Riau, Kombes Jeki Rahmat Mustika, Kamis (18/6/2026).
Setiap momen penyaluran bantuan selalu dibarengi dengan penyuluhan keamanan dan ketertiban masyarakat serta kelancaran lalu lintas. Khusus untuk kampanye Green Policing, edukasi menyasar langsung penduduk kawasan pesisir agar lebih aktif menjaga kebersihan dan mencegah pencemaran ekosistem yang menjadi sumber penghidupan.
"Kami ingin mengajak masyarakat menjadi bagian dari gerakan menjaga lingkungan. Khususnya masyarakat pesisir yang memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem sehingga kesejahteraan masyarakat dan kelestarian alam dapat berjalan beriringan," tambahnya.
Penyaluran dukungan sosial ini menyentuh beragam kelompok, mulai dari pengemudi ojek online, ojek pangkalan, sopir angkutan umum, hingga sopir truk. Penghuni panti asuhan, panti jompo, serta masyarakat pesisir juga dilibatkan sebagai penerima manfaat utama.
"Informasi calon penerima bantuan diperoleh dari masyarakat setempat. Setelah itu tim melakukan survei dan peninjauan langsung untuk memastikan kondisi rumah dan kelayakan penerima. Kami juga berkoordinasi dengan RT dan RW agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan memberikan manfaat yang optimal," paparnya mengakhiri penjelasan terkait proses seleksi program bedah rumah(goriau)
Sumber: https://www.goriau.com/berita/baca/berbagi-berkah-jelang-hut-polri-polisi-bedah-rumah-keluarga-kurang-mampu.html
komentar Pembaca