Senin, 04 Mei 2026
  • Home
  • Sosial
  • DP3AP2KB Pelalawan Berikan Pendampingan terhadap Adu Korban Pelecehan

DP3AP2KB Pelalawan Berikan Pendampingan terhadap Adu Korban Pelecehan

Laporan: Febri S
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Kamis, 25 Agu 2022 21:41
PELALAWAN- Korban tindakan pelecehan oleh oknum camat Pangkalan Lesung, terhadap Anak Dibawah Umur (Adu) merupakan siswi SMK di Pangkalan Lesung, betul-betul dalam kondisi tertekan dan trauma. Selain trauma, orang tua korban saat ini terbaring di rumah sakit di Pekanbaru untuk menjalani perawatan intensif.

Sudah jatuh tertimpa tangga pula yang dialami, sang Adu. Begitulah setidaknya, gambaran terkini peristiwa yang di alami dirinya. Ditambah lagi, kasus yang menjerat oknum pelaku saat ini, notabene adalah seorang oknum camat memang sudah ditahan oleh Polres Pelalawan. 

Korban Adu, meskipun menjadi korban akan tetapi sebagai anak baru gede yang polos tentu sulit menghadapi persoalan tersebut. Tidak dipikirkan bagaimana nantinya, di panggil aparat penegak hukum dimintai keterangannya, sebagai sanksi kunci terhadap kasus ini.

Ditambah lagi dirinya, hanya anak kampung, yang melanjutkan pendidikan di sekolah menengah atas kejuruan. Untuk sekolah di SMK dirinya, harus rela meninggalkan kampung halaman dan 'ngekos' di Kelurahan Pangkalan Lesung, Kecamatan Pangkalan Lesung. Tak bisa dibayangkan bagaimana dirinya, berjuang sendiri menghadapi kasus yang sudah ditangani penyidik Polres Pelalawan.

Ditengah traumatik yang menghantui korban Adu, Kepala Dinas  Pemberdayaan perempuan, Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Pelalawan, Prima Merdekawati, S. Kep, MKM tidak tinggal diam.

Kamis (25/8/2022) Kadis DP3AP2KB, Prima Merdekawati mendatangi dan mengunjungi korban Adu. Saat itu Prima Merdekawati sempat menggali banyak informasi terhadap korban Adu. Dikatakan Prima Merdekawati saat berkunjung korban masih sangat terpukul dan sulit diajak berbicara panjang lebar.

Meskipun demikian, Prima Merdekawati harus sabar mendapatkan banyak informasi. Hingga akhirnya, korban Adu berterus terang, bahwa saat bersamaan orang tua korban sedang terbaring sakit di rumah sakit Pekanbaru.

Mengingat psikis korban, dalam kondisi tertekan, pihaknya DP3AP2KB berinisiatif memberikan pendampingan kepada korban Adu. Langkah pertama yang dilakukan adalah memindahkan korban dari kosannya, di Pangkalan Lesung lalu di pindahkan ke Pangkalan Kerinci yakni di titip di RRD Pelalawan.

"Iya kita pindah korban ke Pangkalan Kerinci dititipkan dulu RRD Pelalawan, lalu kita berikan pendampingan, sehingga traumanya, sedikit demi sedikit membaik. Terus untuk aktivitas sekolah kita minta izin libur dulu kepada pihak sekolah," tandas Prima Merdekawati.***
komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.