Minggu, 31 Mei 2026
Harus Dioperasi, Penderita Tumor Rahim di Rohul Riau Pilih Pulang karena Kesulitan Biaya
admin
Senin, 13 Jul 2020 16:54
PASIRPANGARAIAN - Daliem (55) warga Dusun Sukamaju Desa Pematang Tebih Kecamatan Ujung Batu, Rohul hanya bisa terbaring lemah.
Dia harus menahan sakit pada bagian perut dan seluruh tubuhnya akibat tumor yang dideritanya pada bagian rahimnya.
Sebelumnya, Daliem sudah menempuh perawatan medis di RSUD Rohul di Pasirpangaraian selama sehari.
Namun, keterbatasan medis menyebabkan dia harus dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.
Anak pertama Daliem yang bernama Natalia (31) mengatakan, proses pemulihan kesehatan ibunya tersebut terkendala oleh keterbatasan ekonomi.
Diceritakan olehnya, awalnya ibunya mengeluh susah buang air besar dan terasa sesak di bagian perut.
Daliem pun sempat diurut karena dugaan awal pihak keluarga dirinya menderita masuk angin.
"Kebetulan, badan ibu gemuk. Perutnya semakin membesar sejak Ramadan lalu. Lama-kelamaan, ibu merasa sesak dan perih sampai kesulitan bernafas," jelas Natalia pada Minggu (12/7/2020).
Diuraikannya, pada bagian badan lainnya, ibunya nampak lebih kurus dan nafsu makannya pun semakin berkurang.
Saat dibawa ke unit kesehatan terdekat, ibunya disarankan agar melakukan USG ke rumah sakit.
Di rumah sakit Harapan Medical, Daliem menjalani USG dengan pendampingan oleh dr Ginting.
Hasil analisis menyatakan, Daliem menderita tumor di bagian rahim yang kondisinya sudah menyatu dengan bagian usus.
"Setelahnya, dokter Ginting menyarankan agar ibu dibawa ke RSUD Rohul untuk mendapatkan perawatan medis yang lebih baik," ujarnya.
Di RSUD Rohul, setelah dilakukan analisis, Daliem dinyatakan harus dioperasi.
Namun, untuk pelaksanaan tindakan tersebut, RSUD Rohul merujuk Daliem ke RSUD Arifin Achmad (AA) di Pekanbaru dengan alasan operasi tak mungkin dilaksanakan karena kesulitan ketersediaan darah.
Diketahui, Daliem memiliki golongan darah O (-) yang stoknya sangat sulit dan saat ini tidak tersedia di RSUD Rokan Hulu.
Menyikapi hal tersebut, pihak RSUD Rohul menyatakan, jika Daliem setuju dirujuk ke RSUD Arifin Achmad di Pekanbaru, maka biaya rumah sakit merupakan tanggungjawab pribadi pasien.
"Mendengar keterangan dari RSUD Rohul, akhirnya kami memutuskan untuk membawa pulang saja ibu dan merawatnya di rumah," sampai Natalia.
Saat ini, kondisi Daliem terus menurun.
Tensinya darahnya tergolong rendah diangka 120. Daliem juga tak mau makan nasi dan hanya bertahan dengan mengkonsumsi buah dalam jumlah sangat terbatas.
Natalia memohon, bagi siapapun yang berniat menolong biaya rumah sakit bagi ibunya itu agar dapat menghubungi dirinya.
"Jika sebatas kebutuhan harian kami masih bisa mencari akal untuk memenuhinya. Namun, untuk biaya rumah sakit kami merasa tak sanggup karena dana yang dibutuhkan banyak sekali," urainya.
Terpisah, Kadis Kesehatan Rokan Hulu Bambang mengatakan, bahwa biaya perawatan awal di RSUD Rohul sudah diusahakan gratis dengan berkoordinasi kepada Dirut RSUD Rohul dr Novil.
"Ya, kalau biaya rujuk ke RSUD Arifin Achmad di Pekanbaru bukan urusan kami lagi lah. Kalau di RSUD Rohul, bisa saja kita bantu," kata Bambang.
Ketika ditanyakan masalah dirujuknya Daliem ke RSUD Arifin Achmad di Pekanbaru, Bambang mengatakan, agar hal itu ditanyakan ke RSUD Rohul terkait ketentuannya.
"Ya tanyakan saja ke RSUD Rohul bagaimana ketentuannya. Itu kan wewenang rumah sakit," ujarnya.
Sumber: TribunRohul.com
komentar Pembaca