Selasa, 26 Mei 2026
  • Home
  • Sosial
  • Hatta : Jika Ada Oknum Tidak Senang Dengan PT. KTU, Jangan Masyarakat dilibatkan

Sosial

Hatta : Jika Ada Oknum Tidak Senang Dengan PT. KTU, Jangan Masyarakat dilibatkan

Laporan : Rudy
admin
Senin, 27 Jan 2020 00:00
Hatta (56) tokoh masyarakat Kampung Kuala Gasib, dan juga putra kelahiran Kanpung Pangkalan Pisang

SIAK - Hatta (56) tokoh masyarakat Kampung Kuala Gasib, dan juga putra kelahiran Kampung Pangkalan Pisang mengatakan perusahaan PT. KTU sudah banyak membantu masyarakat tempatan.

"Jika ada orang mengatakan PT. KTU telah merugikan masyarakat, itu salah besar. Kami tidak ada dirugikan malah sebaliknya kami telah diuntungkan. Maka kami mengucapkan terima kasih kepada PT. KTU yang telah membantu kami, mulai dari kehidupan kami dahulunya kurang  mapan, Alhamdulillah  sekarang ini sudah mapan,"kata Hatta kepada awak media, Minggu 26 Januari 2020.


Hatta juga mengatakan lagi, Jika ada seseorang yang tidak suka dengan Pimpinan atau Kariawan PT. KTU, janganlah masyarakat yang dijadikan korban, seolah olah telah dirugikan oleh perusahaan.


"Pertama kali perusahaan PT. KTU  mulai beroprasi di Kecamatan Koto Gasib pada tahun 1991, semua lahan masyarakat sudah diganti rugi. Setelah itu pada tahun 2015, perusahaan menyerahkan perkebunan kelapa sawit (pola KKPA) kepada masyarakat sebanyak kurang lebih 2000 hektar. Jadi,  masyarakat mana lagi yang dirugikan,"ucap Hatta.


Bukan itu saja, Hatta juga menerangkan, bahwa selain ganti rugi lahan dan sudah menyerahkan lahan perkebunan kelapa sawit kepada masyarakat, PT KTU juga banyak membantu pemerintah Kecamatan dan Kabupaten tentang penanganan Karhutla.


"Apalagi perhatian yang kurang dari  PT. KTU.  ada kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kecamatan Koto Gasib, mereka ikut menyelesaikan memadankan api. Selain itu, ada kegiatan pemuda di kecamatan dan kegiatan lainnya, perusahaan selalu ikut serta memberi sport dan membantu dalam segi kebutuhan,"terang Hatta.   


Sementara itu,  Siti Aini (60), salah seorang tokoh wanita Kampung Pangkalan pisang, tinggal di Dusun Sungai Padang yang pernah menjadi pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) Kecamatan Koto Gasib mengatakan bahwa masyarakat di Kampung Pangkalan Pisang sangat banyak dibantu oleh PT KTU. 



"Keuntungan dari perusahaan itu yang banyak dirasakan masyarakat, seperti diberi transportasi untuk mengangkat buah. Selain itu untuk akses jalan juga selalu diperhatikan. Apalagi masalah warga yang sakit selalu pihak KTU siap bantu," kata Siti Aini.


Tidak hanya bagi masyarakat di dalam PT KTU, lanjut Siti Ainun, di dusun di luar perusahaan juga ikut merasakan bantuan dari perusahaan. "Salah satunya di Dusun Suak Tandun yang masih masuk pada Kampung Pangkalan Pisang Jalan terus disiram,"ucap Siti Aini.***


komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.