Senin, 04 Mei 2026
Masalah Drainase Jalintim, Begini Penjelasan PUPR Pelalawan
Laporan: Febri S
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 24 Agu 2022 12:55
PELALAWAN - Penataan sebagian drainase Jalan Lintas Timur (Jalintim) kota Pangkalan Kerinci saat ini masih terbengkalai dikerjakan oleh Kementerian PUPR. Pengerjaannya, masih sebatas pembongkaran hingga menyisakan lubang-lubang yang menganga sedikit membahayakan warga.
Kondisi ini banyak menimbulkan pertanyaan dari masyarakat terutama di Pangkalan Kerinci. Masyarakat menilai penataan yang drainase yang sedang dicanangkan sekarang, justru memperjelek wajah ibukota Kabupaten Pelalawan.
Selain memperjelek, penataan drainase ini, dengan cara pembongkaran berpotensi kuat menimbulkan ancaman bagi masyarakat. Lubang-lubang menganga ini jika dibiarkan berlama-lama akan memakan korban.
Lantas apa persoalan terjadi, drainase setelah dibongkar lalu dibiarkan begitu saja tanpa ada kelanjutan yang jelas. Dikonfirmasi Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Joko Sutiardi, ST memberikan penjelasan rinci terhadap persoalan drainase di Jalintim kota Pangkalan Kerinci.
Menurutnya, bahwa kewenangan penataan Jalintim kota Pangkalan Kerinci adalah kewenangan dari Kementerian. Pasalnya, Jalintim ini merupakan jalan negara dan tanggung jawabnya adalah dari APBN.
"Jadi perlu diketahui dulu bahwa Jalintim ini merupakan kewenangan Kementerian dan jika ada upaya pemeliharaan atau perbaikan drainase itu ditopang APBN dan jika dibangun APBD kita tidak boleh. Kita Pemda hanya bersifat mensuport," terang Joko Sutiardi, Rabu (24/8/2022).
Sejurus dengan itu saat ini Pemda Pelalawan kata Joko tengah berjuang kembali melakukan penataan kota Pangkalan Kerinci, terutama upaya perbaikan drainase untuk mengurai persoalan banjir yang sangat dikeluhkan masyarakat.
"Nah tahun ini, kita tu kan dapat dukungan kementerian untuk perbaikan drainase di Jalintim. Pekerjaannya sudah lakukan pembongkaran diberbagai titik. Tapi kita ingin, upaya perbaikan drainase ini singkron dengan desain kita dan desain penataan drainase ini dalam perampungan. Nah untuk melanjutkan drainase oleh pihak kementerian mengacu kepada desain kita," ungkap Joko.
Desain yang disiapkan ini kata Joko, untuk menjawab persoalan banjir di Pangkalan Kerinci. Selain itu pula desain ini, secara keseluruhan acuan penataan Jalintim kota Pangkalan Kerinci. "Di grand design ini mencakup, penghijauan dikiri-kanan jalan mewujudkan Pelalawan sejuk. Penataan trotoar hingga pambangunan beberapa titik halte," ungkapnya.
Penataan drainase dari kementerian saat ini jelas Joko hanya sebagian kecil saja. Untuk itu Pemda Pelalawan bebernya harus memutar otak memberikan support agar penataan tersebut tidak berjalan setengah-setengah. "Lantaran kita tak bisa gunakan APBD terpaksa kita layangkan proposal minta dukungan melalui program CSR perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Pelalawan," tandasnya.***
komentar Pembaca