Kamis, 07 Mei 2026
  • Home
  • Sosial
  • Saat yang Lain Berebut Dapat Bantuan, Pria di Inhu Riau Tolak BLT Meski Dua Bulan Menganggur

Saat yang Lain Berebut Dapat Bantuan, Pria di Inhu Riau Tolak BLT Meski Dua Bulan Menganggur

admin
Selasa, 12 Mei 2020 16:11
Kepala Desa Talang Jerinjing, Edi Priyanto menerima surat pengunduran diri penerima BLT Kemensos.
RENGAT - Meski sudah dua bulan menganggur, Andriyono menolak Bantuan Langsung Tunai (BLT) meski dia resmi terdaftar sebagai penerima.

BLT merupakan bantuan sosial dari Kementerian Sosial (Kemensos) sudah disalurkan kepada warga membutuhkan.

Warga Desa Talang Jerinjing tersebut menolak bantuan karena menurutnya pada kondisi saat ini masih banyak orang yang lebih membutuhkan daripada dirinya.

Andriyono atau yang akrab disapa Andri dan istrinya Epi Milianti ialah warga Kilometer 10, Desa Talang Jerinjing, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau.

Sebelum menganggur, Andri bekerja sebagai pelaut, sementara Epi bekerja sebagai pendamping desa di Kecamatan Rengat.

Mereka berdua adalah sepasang suami istri yang sudah menikah selama tiga tahun.

Andri mengatakan berhenti dari pekerjaannya sebagai pelaut karena ingin menghabiskan banyak waktu bersama sang istri.

"Saya ingin menghabiskan banyak waktu bersama bersantai dengan keluarga," ujar Andri ketika dikonfirmasi Tribunpekanbaru.com Selasa (12/5/2020).

Meski menganggur, Andri menuturkan gaji istrinya masih cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka berdua.
Memang saat ini mereka masih berdua dan belum memiliki anak.

Andri mengetahui dirinya terfaftar sebagai penerima bantuan itu setelah dihubungi oleh Ketua RT setempat.

Hal ini kemudian didiskusikannya bersama istri.

"Saya dan istri sudah berdiskusi dan sama-sama sepakat menolak bantuan itu," ujarnya.

Kemudian istrinya mendatangi kantor desa membuat surat pernyataan penolakan bantuan tersebut.

Namun pihak desa menyarankan agar bantuan tersebut diambil dan diberikan langsung kepada warga yang membutuhkan.

Sehingga Epi mengambil bantuan sebesar Rp 600 ribu itu, kemudian dibelikan sembako berupa beras dan minyak goreng.

Sembako tersebut kemudian diberikan kepada warga miskin dan janda di sekitar rumahnya.
Setidaknya ada tujuh orang yang diberikan bantuan oleh Andri dan istri.

Setelah menyalurkan bantuan, Epi kembali ke kantor desa dan membuat surat pernyataan untuk dua bulan ke depan.

Surat pernyataan pengunduran diri sebagai penerima bantuan langsung tunai (BLT) dari Kemensos.

Kepala Desa (Kades) Talang Jerinjing, Edi Priyanto membenarkan soal warganya yang menolak bantuan dari Kemensos.

Edi mengatakan, bahwa warganya itu memang dikenal baik dan murah hati membantu sesamanya.

Terkait surat pengunduran diri sebagai penerima BLT dari warga tersebut, Edi akan membuat surat baru dan ditindaklanjuti ke Dinas Sosial (Dinsos) Inhu.

"Kemarin sudah kita terima surat pernyataan yang ditandatangani istrinya, dan akan kita teruskan ke Dinas Sosial Kabupaten Inhu," ujar Edi.

Sumber: tribuninhu.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.