Selasa, 26 Mei 2026

Teknologi

Induk TikTok Rambah Bisnis Mesin Pencari

Jumat, 02 Agu 2019 15:10
Detik.com
JAKARTA - Sepeninggal Google, praktis bisnis mesin pencari di China dikuasai oleh Baidu. Namun kini mereka akan mendapat penantang baru, yaitu TikTok.

Dilansir dari Bloomberg, Jumat (2/8/2018), ByteDance -- induk TikTok -- mengaku akan merambah bisnis mesin pencari di China demi mengeruk pemasukan dari segi periklanan.

"Dari 0 sampai 1, kami akan membangun mesin pencari umum yang bisa memberikan pengalaman pengguna lebih ideal," tulis ByteDance dalam pernyataannya di postingan WeChat.

Namun ByteDance tampaknya tak akan mesin pencari biasa yang standalone, seperti Baidu dan Google. Pasalnya saat ini di China, kebanyakan orang tak menggunakan mesin pencari yang seperti itu.

ByteDance bakal membuat mesin pencari yang dibenamkan di dalam aplikasinya, dimulai dari layanan berita Jinri Toutiao. Dengan begitu, pengguna bisa dengan cepat mencari berita terkait, informasi, ataupun produk, dan ByteDance pun bisa mendapat keuntungan dari pencarian tersebut karena menampilkan iklan.

Layanan mesin pencari itu pun bakal bisa berfungsi dengan Douyin, TikTok versi China, termasuk platform populer video streaming milik ByteDance. Saat ini mereka sudah mulai merekrut pegawai dari Baidu, Google, dan Microsoft Bing.

Pembuatan mesin pencari ini menunjukkan ambisi Zhang Yiming, pendiri ByteDance, yang ingin menciptakan perusahaan teknologi raksasa baru. Hal itu terlihat dari sejumlah kreasinya yang terbilang selalu sukses.

Setelah menciptakan Toutiao di China, ia mengubah TikTok menjadi aplikasi yang sangat populer secara global, dengan pengguna tersebar dari Beijing, Boston, dan bahkan di Bangalore, India.

Valuasi dari startupnya yang baru berusia 7 tahun itu sudah mencapai USD 75 miliar, lebih tinggi dari startup mana pun di dunia. Dan kini ia masih ingin berekspansi dengan lebih banyak aplikasi dan ponsel buatannya sendiri.

Sementara di sisi lain, Baidu masih berusaha bertahan menghadapi gempuran dari rivalnya seperti Alibaba dan Tencent. Valuasi Baidu pun merosot menjadi cuma USD 38 miliar, setengah dari valuasi mereka dua tahun lalu.


(Detik.com)
Teknologi
Berita Terkait
  • Senin, 25 Mei 2026 16:44

    Jokowi Siap Keliling Indonesia Usai Kesehatan Pulih: Motivasi dan Ketemu PSI di Daerah

    Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) buka-bukaan soal rencana keliling Indonesia seusai lesehatannya pulih. Prabowo juga membenarkan rencana pernah diungkap Relawan Projo itu.Saat ditemui awak media di

  • Senin, 25 Mei 2026 16:38

    Razia di Karaoke Valentine Deli Serdang Berujung Penemuan Pil Ekstasi

    Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Deli Serdang menemukan narkotika jenis ekstasi di tempat hiburan Karaoke Valentine, Kecamatan Beringin."Diduga peredaran obat terlarang di Karaoke Valen

  • Senin, 25 Mei 2026 16:23

    Ledakan dari Pabrik Kimia di Cilegon, Tercium Bau Menyengat

    Jakarta-Ledakan terdengar dari pabrik kimia PT Merak Chemical Indonesia (PT MCCI) atau yang sebelumnya dikenal sebagai PT Mitsubishi Chemical Indonesia (MCCI). Ledakan terjadi pada Senin (25/5/2026) s

  • Senin, 25 Mei 2026 16:19

    Pemprov Tetapkan Direktur Keuangan dan Direktur Operasional PT Riau Petroleum

    PEKANBARU-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau telah menetapkan Calon Direktur Operasional dan Calon Direktur Keuangan PT Riau Petroleum.Penetapan dua direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Riau itu m

  • Senin, 25 Mei 2026 16:17

    Taklukkan Rute Pekanbaru-Payakumbuh, Jurnalis dan Vlogger Rekam Sensasi Berkendara Bersama Honda AT High

    Riauterkini-PAYAKUMBUH-Main Dealer sepeda motor Honda wilayah Riau, PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) sukses menggelar kegiatan touring bertajuk Media & Vlogger Premium Explore : Capturing the Comfor

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.