Senin, 20 Apr 2026
  • Home
  • Teknologi
  • Jangan Tertipu! Kenali 8 Ciri Lowongan Kerja Palsu via WhatsApp

Tehnologi,

Jangan Tertipu! Kenali 8 Ciri Lowongan Kerja Palsu via WhatsApp

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Kamis, 07 Agu 2025 16:35
Berita satu.com
Di era digital, mencari pekerjaan menjadi lebih mudah berkat internet dan aplikasi pesan instan seperti WhatsApp. Namun, kemudahan ini juga dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melancarkan penipuan berkedok lowongan kerja.

Lowongan pekerjaan palsu melalui WhatsApp semakin marak, sering kali mengatasnamakan perusahaan ternama atau menjanjikan gaji besar dengan tugas ringan.

Agar Anda tidak menjadi korban, berikut ini delapan ciri penipuan lowongan kerja di WhatsApp serta tip untuk menghindarinya.

Ciri-ciri Penipuan Lowongan Kerja di WhatsApp
1. Lowongan pekerjaan tanpa lamaran
Salah satu tanda utama penipuan adalah menerima tawaran kerja secara tiba-tiba tanpa pernah melamar. Penipu sering mengirim pesan acak, mengaku sebagai perekrut dari perusahaan besar, seperti Jobstreet atau perusahaan multinasional, tanpa menyebutkan detail spesifik tentang bagaimana mereka mendapatkan kontak Anda.

Misalnya, pesan seperti, “Halo, saya dari HR Jobstreet, apakah Anda tertarik dengan pekerjaan sampingan?” patut dicurigai, terutama jika Anda tidak pernah mendaftar di platform tersebut.

2. Janji gaji tinggi dengan pekerjaan mudah
Penipu kerap menawarkan gaji fantastis untuk tugas sederhana, seperti menyukai video YouTube, mengisi ulasan di Google Review, atau mengeklik tautan. Tawaran ini dirancang untuk memikat mereka yang mencari pekerjaan paruh waktu atau memiliki pengalaman kerja minim.

Jika tawaran terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, seperti gaji jutaan rupiah per hari hanya untuk tugas ringan, kemungkinan besar itu penipuan.

3. Permintaan data pribadi sensitif
Perusahaan resmi hanya meminta informasi yang relevan, seperti riwayat pendidikan atau pengalaman kerja, melalui saluran resmi seperti email perusahaan atau platform perekrutan.

Penipu di WhatsApp sering meminta data sensitif, seperti nomor KTP, nomor rekening bank, atau bahkan PIN kartu kredit, dengan alasan administrasi. Permintaan ini adalah tanda bahaya, karena data tersebut dapat disalahgunakan untuk kejahatan siber.

4. Menggunakan nomor atau email tidak resmi
Pesan dari nomor WhatsApp pribadi, terutama nomor asing atau tanpa identitas jelas, sering kali mencurigakan. Perusahaan resmi biasanya menggunakan email dengan domain resmi.

Misalnya, @namaperusahaan.co.id atau platform perekrutan terverifikasi, bukan email gratisan, seperti @gmail.com atau @yahoo.com. Selain itu, nomor WhatsApp yang tidak terkait dengan perusahaan atau mengatasnamakan individu tanpa nama jelas adalah indikasi penipuan.

5. Meminta uang muka atau deposit
Salah satu modus paling umum adalah meminta korban membayar biaya administrasi, pelatihan, atau deposit sebagai syarat untuk mendapatkan pekerjaan. Perusahaan sah tidak pernah meminta uang dari pelamar, karena biaya rekrutmen ditanggung oleh perusahaan.

Jika Anda diminta mentransfer uang, baik untuk biaya pendaftaran maupun jaminan pekerjaan, hal ini adalah tanda penipuan yang jelas.

6. Bahasa tidak profesional atau banyak kesalahan
Pesan penipuan sering kali menggunakan bahasa yang tidak formal, penuh kesalahan tata bahasa, atau terjemahan otomatis yang janggal.

Misalnya, pesan mungkin berisi tipo atau kalimat yang sulit dipahami. Perusahaan resmi menggunakan komunikasi yang profesional, dengan bahasa yang jelas dan terstruktur.

7. Desakan untuk segera bertindak
Penipu sering menciptakan rasa urgensi, seperti batas waktu ketat untuk menerima tawaran atau membayar deposit. Taktik ini bertujuan mencegah korban melakukan pengecekan lebih lanjut. Perusahaan resmi biasanya memberikan waktu yang wajar bagi pelamar untuk mempertimbangkan tawaran.

8. Mengarahkan ke platform lain
Banyak penipuan di WhatsApp mengarahkan korban ke grup Telegram atau platform lain untuk melanjutkan proses perekrutan. Di grup tersebut, korban mungkin melihat anggota lain yang tampak antusias.

Namun, sebenarnya adalah bagian dari sindikat penipuan untuk menciptakan rasa fear of missing out (FOMO). Penipu kemudian meminta deposit untuk tugas berbayar, yang sering kali tidak pernah menghasilkan imbalan.

Tip Menghindari Penipuan Lowongan Kerja di WhatsApp
Verifikasi identitas pengirim
Periksa nomor pengirim menggunakan aplikasi pelacak nomor atau cari tahu apakah nomor tersebut terkait dengan perusahaan resmi. Jika pesan berasal dari nomor asing atau tidak jelas, blokir dan laporkan. Anda juga dapat menghubungi perusahaan yang disebutkan melalui saluran resmi untuk memverifikasi tawaran.

Riset perusahaan
Selalu kunjungi situs web resmi perusahaan atau halaman karier mereka untuk memastikan lowongan tersebut sah. Periksa ulasan perusahaan di platform tepercaya dan pastikan alamat email atau nomor kontak sesuai dengan identitas resmi perusahaan.

Gunakan fitur safety overview untuk grup
Menampilkan informasi tentang grup yang menambahkan Anda, seperti pembuat grup dan anggota lain, serta opsi untuk keluar tanpa melihat pesan.

Penipuan lowongan kerja di WhatsApp sering memanfaatkan iming-iming gaji besar, tugas mudah, dan nama perusahaan ternama untuk menipu korban. Dengan kewaspadaan, riset mendalam, dan pemanfaatan fitur keamanan WhatsApp, Anda dapat melindungi diri dari penipuan.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com

Tehnologi
Berita Terkait
  • Minggu, 19 Apr 2026 11:30

    Dua Paket Sabu Disita, Polres Dumai Ringkus Tersangka di Bukit Kapur

    DUMAI - Berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas transaksi narkotika, Satuan Reserse Narkoba Polres Dumai bergerak cepat hingga berhasil mengungkap kasus peredaran sabu di wila

  • Jumat, 17 Apr 2026 20:14

    Mahasiswa Geruduk Polres Rohil Minta Copot Kapolres Rohil

    UJUNGTANJUNG-Sekitara 50 gabungan Mahasiswa Rohil mengadakan aksi unjuk Rasa Kamis (17-4-2026) di dipan Mapolres Rokan Hilir.Mahasiswa bergerak dari Kota Bagansiapiapi sekitar pukul 14.00 Wib dan samp

  • Jumat, 17 Apr 2026 11:57

    Satres Narkoba Polres Dumai Amankan Paket Sabu Dari Dua Tempat Yang Berbeda

    DUMAI-Gerak cepat aparat Satres Narkoba Polres Dumai kembali membuahkan hasil dalam pengungkapan kasus peredaran narkotika di wilayah Dumai Selatan. Berdasarkan laporan masyarakat yang ditindaklanjuti

  • Jumat, 17 Apr 2026 10:08

    Antisipasi Tindak Kriminal, Polres Dumai Melalui Polsek Jajaran Melaksanakan Penggalangan

    DUMAI-Kegiatan penggalangan terhadap masyarakat terus dilakukan jajaran Polres Dumai guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Pada Kamis, 16 April 2026, para Kapolsek di wilayah huk

  • Kamis, 16 Apr 2026 18:01

    Pasutri di Rohil Ditangkap Edarkan Sabu

    Pujud-Tim Reskrim Polsek Pujud kembali mengungkap peredaran narkotika di wilayah hukumnya dengan menangkap pasangan suami istri (pasutri) yang diduga sebagai pengedar sabu di Pondok Kresek, Kecamatan

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.