Travel
5 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan saat Scuba Diving
Senin, 05 Nov 2018 09:48
KETIKA melakukan scuba diving banyak hal yang tidak boleh Anda lakukan. Sebabnya, bahayanya dapat mengancam nyawa kalau tidak mematuhi aturan yang dibuat.
Seharusnya, selama menyelam Anda ikut menjaga laut dan tetap mawas diri. Apalagi saat bertemu dengan biota laut, jangan malah mengganggu atau merusak terumbu karang yang ada.
Selain itu, saat menyelam Anda juga harus menjaga diri supaya, terlebih untuk keamanan diri. Seperti tabung oksigen dan perlengkapan pakaian serta aksesoris saat menyelam.
Lebih lanjut, Anda harus tahu hal apa saja yang tidak boleh dilakukan saat scuba diving. Dilansir Okezone dari Divein, Sabtu (3/11/2018).
Tapi di mana ini berfokus pada perilaku umum sehari-hari, artikel ini akan fokus pada hal-hal yang dapat Anda lakukan (atau lebih tepatnya, tidak boleh dilakukan) selama menyelam.
Jangan pegang hewan
Ditegaskan saat menyelam dan bertemu biota laut, jangan coba untuk mencoba pegang penyu, ikan, terumbu karang, dan sebagainya. Kalau baru pemula, sebaiknya ikuti saran instruktur dan patuhi aturan lainnya. Ingat ya, jangan sampai lisensi Anda dicabut hanya gara-gara masalah kecil karena pelanggaran.
Jangan injak terumbu karang
Karang tumbuh perlahan dan membentuk potongan-potongan unik. Namun dalam beberapa waktu, tumbuhnya akan baik dsn hasilnya cantik. Janganlah sengaja merusak terumbu karang yang mengalami proses pertumbuhan. Anda bisa menjadi pemutus ekosistem laut yang bisa berbahaya.
Hati-hati saat mendarat di pasir
Bagi banyak penyelam, dan terutama yang pemula, mempertahankan daya apung netral adalah hal yang sulit.
Khususnya ketika Anda ingin
Di kedalaman laut ada pasir yang biasa digunakan untuk pendaratan. Tapi pilih lokasi yang aman. Hati-hati jangan pilih tempat menyelam yang membentuk lubang atau gundukan pasir. Pilih tempat yang datar dan perhatikan posisi saat mendarat.
Jangan beri makan hewan sembarangan
Jangankan memberi makan hewan, menyentuh saja tidak boleh. Bahayanya malah Anda bisa digigit. Padahal sangat langka jika Anda ingin menemui hewan-hewan tersebut. Sebaiknya khusus bagi pemula ikuti instruktur yang lebih mengerti kondisi sekitar.
Mengambil karang atau benda lain yang jadi ekosistem laut
Jika Anda menemukan sampah boleh diambil dan disimpan untuk dibuang. Tapi kalau mengambil karang atau ekosistem lainnya jangan. Penyelam yang cerdas seharusnya menjaga isi keindahan laut yang mempesona. Alih-alih, perbuatan Anda yang salah itu bisa membawa petaka.
(okezone.com)
Traveler
Prabowo Gandeng Imperial College London untuk Perkuat Pendidikan, Bakal Bangun 10 Kampus Kedokteran di Indonesia
Presiden Prabowo Subianto menerima delegasi Imperial College bersama Menteri Pendidikan, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto di Istana Negara, Jakarta, Senin (22/6) sore. Pertemuan i
Wako Pekanbaru Agung Nugroho Sebut Salah Satu Faktor Kenaikan PAD Pekanbaru Karena MBG
PEKANBARU- Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyebut Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu faktor yang turut mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pekanbaru. Hal ter
Kasus Pembacokan 'Cinta Ditolak' Mahasiswi UIN Suska Riau Segera Disidangkan
PEKANBARU - Perkara pembacokan terhadap mahasiswi UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau, Faradilla Ayu Pramesti (23), segera memasuki babak persidangan. Berkas perkara dengan tersangka Raihan Mufa
Riau Siapkan Aturan Baru Perlindungan Anak, Ancaman Digital Jadi Sorotan
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mempercepat penguatan sistem perlindungan anak melalui pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Perlindungan Anak.Regulasi baru ini disiapkan unt
MBG Disebut Ringankan APBD Riau Biayai Konsumsi Tujuh Boarding School Milik Pemprov
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mendukung positif program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digalakkan Pemerintah Pusat. Hal ini dikarenakan dengan Program MBG Pemerintah Provinsi Riau berhasil men