Rabu, 24 Jun 2026
  • Home
  • Traveler
  • Bekas Terowongan Perang yang Kini Jadi Tempat Konser

Travel

Bekas Terowongan Perang yang Kini Jadi Tempat Konser

Kamis, 10 Mei 2018 10:43
Instagram
Terowongan Jhaishan yang cantik
Quanzhou Shi - Sebuah terowongan di China dibangun untuk keperluan perang. Bernama Jhaishan Tunnel, terowongan ini kini sebagai tempat konser musik. Keren!

Jhaishan Tunnel atau sering juga disebut Terowongan Zhaishan berada di Kota Quanzhou Shi, China. Terowongan ini dibangun karena adanya perang dingin atau Krisis Selat Taiwan Kedua pada tahun 1958.

Terowongan ini selesai dibangun pada tahun 1966. Memiliki bentang sepanjang 1.500 kaki atau 457,2 meter, terowongan ini juga berfungsi sebagai saluran air.

Saluran air ini dibangun untuk melindungi kapal dari pemboman dengan bentuk huruf A dan saling terhubung. Ini juga memungkinkan muatan kargo sampai dengan aman. Secara keseluruhan, terowongan ini bisa menampung 42 kapal kecil milik angkatan laut.

Pada tahun 1986 perang dingin berangsur-angsur hilang dan terowongan ini mulai ditinggalkan. Tak terurus lagi, Jhaishan bukan lagi terisi air tapi pasir.

Perubahan terjadi pada pertengahan 1990-an, minat masyarakat tentang situs bersejarah mulai meningkat. Pada saat itu Taman Nasional Kinmen sedang diperjuangkan menjadi situs yang dilindungi. Berada dalam satu wilayah, Jhaishan Tunnel pun ikut dilirik.

Namun ada satu catatan penting yang harus dipegang oleh pihak taman nasional. Kementerian Pertahanan akan selalu diberikan akses penuh dan kontrol atas terowongan jika terjadi perang dan untuk melakukan latihan militer.

Selain terowongan, Jhaishan juga jadi saluran air (v77978/Instagram)
Selain terowongan, Jhaishan juga jadi saluran air (v77978/Instagram)


Kini Jhaishan Tunnel dipercantik dengan jembatan dan lampu-lampu berwarna. Yang kerennya, tempat ini juga tak hanya sebagai objek wisata tapi juga tempat konser.

Konser pertama diadakan pada tahun 2009 yaitu Konser Perdamaian Guningtou. Berada di dalam terowongan, membuat suara konser akustik tersebut terdengar sempurna.

Akhirnya lahirlah Tunnel Music Festival yang diadakan tiap tahun di Jhaishan. Genre yang dimainkan berupa musik klasik dan opera. Uniknya, para musisi akan bernyanyi dan tampil di atas perahu yang mengapung.

(Detik.com)
Traveler
Berita Terkait
  • Selasa, 23 Jun 2026 16:43

    Menjaga Warisan Leluhur, Dirjend Perhutanan Sosial Kunjungi Hutan Adat Imbo Putui Kenegerian Petapahan

    PETAPAHAN-Pada Minggu, 21 Juni 2026, Hutan Adat Imbo Putui Kenegerian Petapahan menerima kunjungan Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan, Ibu Catur Endah Prasetiani, S.Si., M.T., b

  • Selasa, 23 Jun 2026 16:30

    Kapolres Rohil Pimpin Apel Siaga, Perkuat Sinergi Cegah Karhutla

    BALAIJAYA-Kapolres Rokan Hilir AKBP Isa Imam Syahroni, S.I.K., M.H., memimpin Apel Siaga Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bersama PT Salim Ivomas Pratama Tbk dan Pemerintah Kabupaten

  • Selasa, 23 Jun 2026 16:14

    PWP Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Tebar Kepedulian bagi Anak-anak Kurang Mampu dan Lansia Dhuafa

    PEKANBARU - Persatuan Wanita Patra (PWP) Tingkat Wilayah PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai (Kilang Pertamina Dumai) memaknai Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 dengan menghadirkan inisiatif dan k

  • Selasa, 23 Jun 2026 15:30

    Petani Rambahan Logas Tanah Darat Kuansing Sukses Sulap Hutan Kemasyarakatan Jadi Sumber ‘Cuan’ Lewat Agroforestri

    PEKANBARU - Kelompok Usaha Perhutanan Sosial di Desa Rambahan, Logas Tanah Darat, Kuantan Singingi, Riau terbukti sukses memaksimalkan program Hutan Kemasyarakatan untuk mendongkrak ekonomi warga sete

  • Selasa, 23 Jun 2026 14:43

    Pelarian Panjang DPO Sabu 15 Kg Bengkalis Berakhir di Tangan Polisi

    BENGKALIS - Pelarian panjang seorang buronan kasus narkotika kelas kakap di Provinsi Riau akhirnya terhenti. Pria berinisial A (48) yang telah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) selama hampir tiga t

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.