Travel
Berawal dari Peninggalan Masa Kolonial, Kini Lido Menjadi Destinasi Wisata Ikonik
Selasa, 02 Apr 2019 10:19
KAWASAN Lido yang berada di dua wilayah, yakni Kabupaten Bogor dan Sukabumi, Jawa Barat, memiliki latar belakang sejarah sebagai destinasi wisata alam yang sangat populer di masa kolonial. Bahkan, Ratu Wihelmina dari Belanda dan Presiden pertama Indonesia, Soekarno pernah berkunjung ke Lido.
Wilayah Lido memiliki sejarah yang panjang sejak tahun 1900-an. Dikutip dari berbagai sumber, awal mula wilayah Lido terbentuk adalah ketika Pemerintah Hindia Belanda membangun Jalan Raya Bogor-Sukabumi. Pembangunan jalan yang dilakukan Pemerintah Hindia Belanda pada masa itu, sekaligus menjadi gagasan awal dibuatnya sebuah danau buatan di sekitar wilayah Lido sebagai tempat bersantai dan beristirahat bagi para petinggi pemerintahan.
Barulah pada tahun 1937, dibangun Restoran Orange Pergola dan beberapa cottage yang berada di sekitar Danau Lido oleh Antonius Johanes Ludoficus Maria Zwijsen, seorang polisi pada masa kolonial yang pensiun dan memilih mengembangkan bisnis hotel dan restoran.
Sejak saat itu, hotel dan restoran yang berada di tepi Danau Lido ini semakin populer hingga Ratu Wihelmina dari Belanda berkunjung ke kawasan ini. Bahkan, Presiden Soekarno pernah menginap di kawasan ini setelah menapaki tahun kedua kemerdekaan Indonesia, sekaligus menjadi momen bagi Sang Proklamator menulis buku berjudul Sarinah.
Seiring berjalannya waktu pada masa itu, kawasan Danau Lido terus berkembang menjadi ikon kebanggaan masyarakat Bogor dan sekitarnya. Mulai dari kawasan yang sejuk karena berada di ketinggian 600 meter di atas permukaan laut, panorama alam yang indah karena berada di antara Gunung Salak dan Gunung Gede Pangrango, serta memiliki direct tol dengan dua exit tol yaitu di dalam kawasan MNC Lido City dan di Jalan Raya Bogor-Sukabumi," ucap Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo di acara Manager Forum MNC Group beberapa waktu lalu.
Selain itu, wilayah Lido akan menjadi pusat pengembangan wisata di Jawa Barat, karena lokasinya yang dikelilingi dengan berbagai destinasi wisata alam, seperti Taman Nasional Gunung GedePangrango, Pusat Pendidikan Konservasi Alam Bodogol, Danau Lido, Geopark Ciletuh yang telah ditetapkan sebagai Geopark Global UNESCO, serta Pantai Pelabuhan Ratu.
"Keunggulan lainnya adalah kita telah memiliki izin untuk mengelola Taman Nasional Gunung GedePangrango (TNGGP) seluas sekitar 400 hektar dan Danau Lido selama 50 tahun yang nantinya akan dijadikan sebuah kawasan ecotourism," ucap Hary Tanoesoedibjo.
"Kami juga akan mengembangkan retail dining entertainment, hotel & MICE, transit oriented development, universitas, office park, music festival area, movie land, world garden, residential development, serta hilltop villas pada pembangunan tahap pertama di area seluas 700 hektar tersebut," ucap Andrian Budi Utama.
Maka dari itu, tidak heran jika wilayah Lido yang sebelumnya seperti kehilangan kepopuleran sebagai Kawasan wisata di Bogor-Sukabumi.
Pengembangan Fase Pertama
Total rencana pengembangan kawasan MNC Lido City seluas 3.000 hektar akan meliputi 7 district utama, yakni district entertainment city, hilltop villas, edu town, techno park, resort village, farm ville, dan circuit city. Namun, pada tahap pertama area yang dikembangkan adalah seluas 700 hektar, meliputi berbagai proyek di antaranya adalah MNC Park™, theme park berkelas dunia pertama di Indonesia serta proyek yang akan dikelola di bawah manajemen Trump International Golf Club, Resort & Residences, yakni international golf course, villa, condominium, dan hotel bintang enam.
Chief Operation Officer (COO) MNC Land Project, Andrian Budi Utama dalam presentasinya pada acara Manager Forum MNC Group beberapa waktu lalu menjelaskan pula beberapa proyek lain yang akan dikembangkan pada tahap pertama MNC Lido City.
"Kami juga akan mengembangkan retail dining entertainment, hotel & MICE, transit oriented development, universitas, office park, music festival area, movie land, world garden, residential development, serta hilltop villas pada pembangunan tahap pertama di area seluas 700 hektar tersebut," ucap Andrian Budi Utama.
Maka dari itu, tidak heran jika wilayah Lido yang sebelumnya seperti kehilangan kepopuleran sebagai Kawasan wisata di Bogor-Sukabumi, tidak lama lagi kawasan ini, melalui MNC Lido City akan menjadi pusat perkembangan pariwisata di Jawa Barat.
Terlebih pengembangan jalan tol yang dilakukan oleh pemerintah akan terus dilanjutkan hingga ke beberapa ruas di Sukabumi, Cianjur, dan Bandung, menjadikan wilayah Lido semakin mudah diakses dari wilayah lain, serta akan menjadi sebuah destinasi ikonik di Indonesia.
Sumber; okezone.com
Blak-blakan Dirut Pertamina Ungkap Alasan Penyesuaian Harga Pertamax, Pastikan BBM Subsidi Tak Naik
Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri mengatakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dipastikan tidak mengalami kenaikan. Hal ini dikatakan untuk memberikan kepastian mengenai nasi
Kasus Pencurian Ringan dan Revisi KTP Selesai Cepat Lewat Sidang Keliling di Kandis Siak
SIAK - Sebanyak delapan perkara hukum berhasil diselesaikan dalam satu hari melalui program sidang keliling yang dilaksanakan oleh Pengadilan Negeri Siak. Kegiatan yang dipusatkan di Kantor Camat Kand
Kuansing Kerahkan Ratusan Personel Amankan MTQ ke-44 Riau dan Pacu Jalur Rayo II
TELUKKUANTAN â€" Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) mengerahkan 481 personel gabungan untuk mengamankan dua acara besar, yakni Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XLIV Provinsi Riau 2026 dan
Atasi Kelangkaan LPG 3 kg, Pemkab Morowali Gencarkan Operasi Pasar dan Siapkan Solusi Jangka Panjang
Pemerintah Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, menggencarkan operasi pasar dan pasar murah untuk mengatasi kelangkaan tabung LPG 3 kilogram di wilayahnya. Langkah ini diambil menyusul laporan mengena
Pelaku Tabrak Mobil Polisi, Kronologi Penangkapan Kurir Narkoba Jenis Sabu Seberat 1 Kg di Jeneponto
Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Jeneponto menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 1 kilogram (Kg) di Jembatan Belokallong, Kelurahan Balang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto