Minggu, 14 Jun 2026
  • Home
  • Traveler
  • Candi Borobudur Punya Ribuan Panel Relief, Ternyata Ini Maknanya

Candi Borobudur Punya Ribuan Panel Relief, Ternyata Ini Maknanya

Admin
Selasa, 07 Jun 2022 09:29
okezone.com

WACANA kenaikan harga tiket ke atas Candi Borobudur yang mencuat dari pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan sontak jadi perbincangan banyak kalangan.

Terang saja, harga tiket naik ke Candi Borobudur yang semula hanya berkisar mulai dari Rp25.000 hingga Rp50.000, tiba-tiba meroket hingga Rp750.000.

Harga tersebut diperuntukkan bagi turis domestik. Sementara turis dari luar negeri dipatok harga jauh lebih tinggi yakni USD100 atau sekitar Rp1,45 juta.

Namun, di balik polemik harga tiket yang dirasa cukup mengagetkan, ada keindahan Candi Borobudur yang sebenarnya sayang jika dilewatkan.

Mulai dari struktur bangunan sampai relief di setiap sudut tak pernah gagal memikat hati turis. Berikut ulasan singkatnya sebagaimana dirangkum MNC Portal dari berbagai sumber.


Candi Borobudur
(Foto: Ist)

Makna struktur dan relief Candi Borobudur

Candi Borobudur dibangun oleh Dinasti Syailendra pada abad ke 8 hingga 9, atau sekitar 800 tahun sebelum masehi. Proses pembangunannya pun membutuhkan waktu sampai ratusan tahun.

Pada tahun 825, pembangunan candi yang terletak di Magelang, Jawa tengah itu baru selesai di zaman kekuasaan Raja Samaratungga. Hingga kini, Candi Borobudur masih berdiri kokoh dan tetap menjadi pusat perhatian turis dari penjuru Indonesia maupun dunia.

Permukaan Candi Borobudur dipenuhi pula oleh ribuan relief yang mencapai 2.672 panel naratif dan dekoratif serta 504 arca Buddha. Untuk diketahui, Relief sendiri merupakan seni pahat dan ukiran 3 dimensi yang umumnya dibuat di permukaan batu.

Lantas adakah makna di balik ribuan relief tersebut? Tentu saja, semua relief menyimpan arti mendalam.

Seperti misalnya relief saja di bagian dasar dinding mengisahkan Karmawibhangga. Ini menggambarkan kehidupan, perilaku, dan lingkungan manusia.

Lalu, ada pula relief Jetaka di bagian atas candi. Relief satu ini menceritakan kehidupan Buddha sebelum menjadi Dewa serta manusia dalam berbagai profesi.

Bergeser ke platform dinding pertama candi ada relief bernama Lalitavistara. Satu set 120 relief tersebut menyuguhkan kisah seputar hidup seorang Pangeran Siddharta dari lahir sampai fase pencerahan.

Sementara itu, jika dilihat Candi Borobudur punya struktur bangunan punden berundak yang artinya, semakin ke atas kian mengecil. Melansir dari berbagai sumber, Filsafat Buddha menilai tingkatan candi ini merupakan sebuah konsepsi alam semesta.

Tiga struktur tersebut meliputi Kamadhatu (bagian bawah) , Rupadhatu (bagian tengah), dan Arupadhatu (bagian atas). Pertama, Kamadhatu melambangan alam bawah atau perilaku manusia terkait nafsu duniawi.

Selanjutnya ada Rupadhatu adalah simbol alam antara yakni perilaku manusia mulai meninggalkan keinginan dunia tapi di sisi lain masih terikat dunia nyata. Terakhir Arupadhatu sebagai unsur tak berwujud sebagai tanda meninggalkan nafsu duniawi.


Sumber: okezone.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.