Traveler
Cerita Seru Mengulik Rumah Suku Sasak di Desa Sade, Lombok
Sumber : Okezone.com
Jumat, 17 Feb 2017 08:55
Desa Sade merupakan sebuah desa yang masih menjadi pemukiman orang Suku Sasak. Suku yang pertama kali menduduki pulau Lombok ratusan tahun lamanya. Hingga kini mereka hidup tenteram dan damai.
"Orang Sasak yang tinggal di sini sudah generasi ke 15, dan kami menikah tetap satu keluarga," jelas Ardi sebagai pemandu wisata Desa Sade kepada Okezone, dalam rangkaian acara Fam Trip Agen Tour Korea, Kamis (16/2/2017).
Jika Anda ke sini, sekejap mata akan dimanjakan dengan pemandangan cantik dari rumah-rumah di Desa Sade. Atap indah bercampur dengan bambu menjadi ciri khas rumah.
Di setiap rumah, atap terbuat dari alang-alang kering yang sudah dikumpulkan di hutan. Kemudian ditumpuk-tumpuk di atas kerangka bambu agar kokoh.
"Mencari alang-alang cukup sulit karena harus menunggu musim kemarau dulu, baru banyak ilalang yang ditemukan," lontarnya.
Sementara untuk lantai, mereka tidak menggunakan ubin keramik. Melainkan menggunakan tanah liat. Sebab, zaman dulu belum ada semen, dan alat modern seperti saat ini. Mereka membersihkan lantai dengan kotoran sapi atau kerbau lho.
"Setiap dua bulan sekali kami membersihkan rumah dengan kotoran sapi dan padi, untuk membuat lantai menjadi licin," jelasnya.
Nah, di desa Sade ini ada tiga jenis rumah yang digunakan untuk pemukiman orang sasak. Pertama ada rumah Bale Tani. Ukuran rumah Bale Tani ini hanya, 4,5 x 5,5 meter dan diisi dari satu keluarga, ayah, ibu, dan juga anak-anak. Dalam rumah ada dua lantai kecil, lantai di atas digunakan hanya untuk perempuan, sedangkan di bawah untuk laki-laki.
"Rumah di sini disebut Bale dan sudah ada dari tradisi leluhur kami," tegasnya.
Kemudian rumah kedua adalah Bale Bonter yang luasnya lebih panjang ke belakang. Jenis rumah ini punya empat kamar tidur, dan satu ruangan tamu. Ardi menuturkan jika rumah ini biasa digunakan oleh banyak keluarga.
Lalu ada jenis rumah ketiga terdiri dari rumah bilik berukuran sangat kecil dinamakan Bale Kodong untuk pasangan yang baru menikah. Menurut Ardi, mereka akan tinggal di sana sampai mampu mendirikan rumah sendiri.
"Pembuatan rumah juga tidak lama hanya membutuhkan waktu satu bulan saja, jika mereka punya biaya besar juga ada yang mendirikan rumah di luar Desa Sade," tuturnya.
Sekarang banyak rumah dijadikan sebagai etalase pengrajin kain tenun, dan juga gelang khas Lombok. Wisatawan bisa sekaligus beli oleh-oleh lho di sini.
(Okezone.com)
Traveler
Polisi Bongkar 3 Klaster Kejahatan Besar, Libatkan WNA hingga Korporasi
Jakarta - Polda Metro Jaya mengungkap tiga klaster tindak pidana yang menjadi fokus penindakan, yakni perjudian digital yang terafiliasi aplikasi HOT51, praktik perjudian berkedok arena permainan Time
Penampakan Mesin Judi Berkedok Timezone Disita Polisi di Jakarta, Puluhan Orang Ditangkap
Kepolisian menggerebek lokasi diduga sarang judi berkedok arena permainan anak di wilayah Jakarta Utara (Jakut) dan Jakarta Barat (Jakbar) pada Sabtu 13 Juni 2026. Barang bukti mesin Timezone disita d
Danlanud Sjamsudin Noor Sampaikan Kejuaraan IPAC Seri 2 dan Gantolle Seri 1 KTM Fly Kotabaru 2026 Menjadi Panggung Pembinaan Atlet Dirgantara Masa Depan
Banjarbaru - Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., selaku Ketua FASI Daerah Kalimantan Selatan (Fasida Kalsel) hadir secara langsung dalam acara Penutupan Kejuaraan N
Strategi Kemenkeu dan BGN Kawal Anggaran Makan Bergizi Gratis
JAKARTA - Sinergi pengawasan anggaran dibangun secara kuat oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang. Pertemuan kedua pimpinan ini berfokus memat
HUT Bhayangkara ke-80 Polda Riau Resmikan Rest Area Ojol dan Bagikan Sembako
PEKANBARU - Semangat berbagi dan memperkuat kedekatan dengan masyarakat terus ditunjukkan Kepolisian Daerah Riau dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat, instit