Travel
Fakta tentang Perayaan Cap Go Meh yang Belum Diketahui
sumber:okezone.com
Minggu, 12 Feb 2017 07:33
Cap Go Meh atau Hokkien adalah hari masa perayaan Tahun Baru Imlek bagi komunitas Tionghoa di seluruh dunia. Istilah ini berasal dari dialek Hokkien dan secara harafiah berarti hari kelima belas dari bulan pertama (Cap = Sepuluh, Go = Lima, Meh = Malam). Ini berarti, masa perayaan Tahun Baru Imlek berlangsung selama lima belas hari.
Cap Go Meh digelar sebagai penutup tahun baru Imlek yang selalu dilakukan di hari ke-15 setelah Tahun Baru Imlek. Hari ke-15 ini juga merupakan tengah bulan pembukaan kalender lunar atau bulan purnama pertama dalam kalender baru lunar.
Festival ini sudah dilakukan selama ribuan tahun lalu. Khususnya Tiongkok yang setiap sudutnya akan dipenuhi dengan lampion dengan nama perayaan Festival Lampion. Sementara di berbagai negara, penduduk bisa menyaksikan berbagai perayaan dengan atraksi dan kesenian khas Tionghoa.
Di Tiongkok, perayaan Festival Lampion sekaligus menandai datangnya Musim Semi. Pada perayaan ini, penduduk akan menerbangkan ribuan lampion ke langit yang diterangi dengan bulan purnama.
Pada zaman Tiongkok Kuno, orang-orang perayaan hari ke-15 dalam kalender lunar ini juga disebut sebagai Hari Valentine versi mereka. Di hari penutup Imlek ini, semua mitos-mitos yang berlaku sejak malam Tahun Baru akan berakhir.
Dikutip Telegraph, Sabtu (11/2/2017) Festival Lampion di Tiongkok telah dilakukan sejak zaman Dinasti Han sekira 2.000 tahun yang lalu. Kok, Kaisar Hangmindi yang memerintah di abad pertama melihat Biksu Buddha yang menyalakan dan menerbangan lentera di hari ke-15 Imlek untuk memberi hormat pada Sang Buddha.
Sejak saat itu, Kaisar Hangmindi memerintahkan penduduk untuk melakukan tradisi tersebut di Istana Imperial. Meski lampion menjadi salah satu ikon dalam hari penutup Imlek, beberapa atraksi tak kalah menarik lainnya dipertontonkan kepada publik. Di Indonesia sendiri, perayaan Cap Go Meh tidak lepas dari pertunjukan Barongsai, Liong, dan atraksi khas Tionghoa lainnya.
(okezone.com) Traveler
Satgas Pamtas Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad Kembali Ukir Prestasi, Gagalkan Penyelundupan 21,4 Kg Sabu dan Amankan WNA di Entikong
Entikong - Satgas Pamtas RIâ€"Malaysia Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad kembali menorehkan prestasi gemilang dalam menjaga kedaulatan negara dan melindungi generasi bangsa dari ancaman narkotika. Personel P
Taekwondo Indonesia Loloskan 3 Atlet ke Asian Games Nagoya 2026, Siap Tantang Raksasa Asia
Jakarta - Tidak semua kemenangan diumumkan dari atas podium. Sebagian datang lebih dahulu melalui lembar hasil pertandingan, akumulasi poin, dan keputusan resmi yang memastikan sebuah negara berhak me
Liquid Narkoba Beredar di Pekanbaru, dr. Nining: Jangan Pernah Mencoba Kalau Tidak Mau Kecanduan
Jangan pernah mencoba, sebab isi pod getar bukan seperti vape yang isinya hanya sekadar nikotin.Tapi pod getar ini memang dikaitkan dengan zat yang isi di dalamnya itu adalah mengandung etomidat.Sekar
Antusias Warga dan Personel Polling Dukung Tim Jagoan,
PEKANBARU - Antuasias Piala Dunia 2026 tampak di seluruh Polsek Polres Dumai, Sabtu (13/6/2026).Bersama dengan warga, semangat perhelatan sepakbola dunia empat tahunan tersebut begitu terasa lewat keg
KPK Sita Dokumen Penting Terkait Kasus Suap Pengadaan di Muara Enim
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan penyitaan sejumlah dokumen penting terkait proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Tindakan ini merupakan bag