Travel
Hong Kong gencar bangun fasilitas ramah wisatawan Muslim
Sumber:Liputan6.com
Senin, 30 Apr 2018 15:03
Hong Kong Tourism Board (HKTB) sedang tertarik menyasar wisatawan Muslim. Hong Kong sendiri terbilang terbuka menerima keberadaan agama lain, terutama Islam.
Menurut Amy Lam Wai Fong selaku Senior Manager, Marketing, Southeast Asia HKTB, wisatawan muslim masa kini memiliki rasa ingin tahu yang besar soal budaya lain.
"Populasi agama Islam adalah yang terbesar di dunia dan berkembang pesat ketimbang agama lain di dunia. Jadi kita bisa melihat potensi wisatawan muslim sangat besar. Ini kesempatan yang baik," jelas Amy saat dijumpai di Sham Sui Po, Kowloon, Hong Kong, pekan lalu.
Sedikit demi sedikit Hong Kong mulai melakukan pendekatan pada wisatawan Muslim. Mengingat penduduknya mayoritas beragama non-Muslim.
"Hong Kong mungkin bukan negara Muslim, tapi kami punya banyak hal yang bisa ditawarkan di Hong Kong," sambungnya.
1. Mulai makanan halal
Cara mereka melakukan pendekatan yakni dengan menyediakan kebutuhan wisatawan Muslim. Mulai dari makanan halal hingga tempat untuk salat di sejumlah destinasi.
Seperti bandara, Ocean Park, Sky100 bahkan Hong Kong Disney Land. Meski pemahaman mereka tentang kebiasaan orang Muslim masih sangat minim.
"Kita tidak bisa membandingkan Hong Kong dengan destinasi muslim di negara lain. Tapi Hong Kong sudah bisa memberikan kebutuhan dasar wisatawan Muslim, kalian bisa menemukan makanan halal dan tempat ibadah di sini," lanjut Amy.
Atau mengunjungi sejumlah restoran yang menyajikan makanan yang sudah
bersertifikat halal. Seperti kafe Chrisly Inn, restoran India, Jashan,
dan Islamic Centre Canteen.
Tidak hanya itu, Hong Kong juga mengajak
wisatawan asing untuk mengenal budaya lokal di beberapa tempat. Seperti
mengunjungi kota tuanya Hong Kong, Old Town Central yang menyajikan
suasana artsy.
Atau Sham Sui Po, pasar tradisional mirip seperti Tanah Abang Jakarta. Di sini menjual berbagai barang kebutuhan sehari-hari. Seperti pakaian, elektronik, sayuran, daging, barang antik dan masih banyak lagi. Mulai dari barang baru hingga bekas semua tersedia di sini.
"Kami bisa menawarkan pengalaman berbeda kepada wisatawan muslim. Young traveller khususnya, mereka pasti pergi travelling karena ingin mencari tahu tentang budaya lain," imbuhnya.
2. Selalu melihat tren
Dengan mayoritas penduduknya bukan beragama Islam, Hong Kong Tourism Board selalu mencari tahu perkembangan dunia travel di seluruh dunia termasuk tentang wisatawan muslim.
"Kami memberitahu seberapa pentingnya wisatawan Muslim sebagai salah satu target pasar kami. Terutama dari Indonesia dan Malaysia. Karena saya merasa dua negara ini memiliki populasi muslim terbesar di Asia Tenggara," jelas Amy.
(Merdeka.com)
Menjaga Warisan Leluhur, Dirjend Perhutanan Sosial Kunjungi Hutan Adat Imbo Putui Kenegerian Petapahan
PETAPAHAN-Pada Minggu, 21 Juni 2026, Hutan Adat Imbo Putui Kenegerian Petapahan menerima kunjungan Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan, Ibu Catur Endah Prasetiani, S.Si., M.T., b
Kapolres Rohil Pimpin Apel Siaga, Perkuat Sinergi Cegah Karhutla
BALAIJAYA-Kapolres Rokan Hilir AKBP Isa Imam Syahroni, S.I.K., M.H., memimpin Apel Siaga Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bersama PT Salim Ivomas Pratama Tbk dan Pemerintah Kabupaten
PWP Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Tebar Kepedulian bagi Anak-anak Kurang Mampu dan Lansia Dhuafa
PEKANBARU - Persatuan Wanita Patra (PWP) Tingkat Wilayah PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai (Kilang Pertamina Dumai) memaknai Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 dengan menghadirkan inisiatif dan k
Petani Rambahan Logas Tanah Darat Kuansing Sukses Sulap Hutan Kemasyarakatan Jadi Sumber ‘Cuan’ Lewat Agroforestri
PEKANBARU - Kelompok Usaha Perhutanan Sosial di Desa Rambahan, Logas Tanah Darat, Kuantan Singingi, Riau terbukti sukses memaksimalkan program Hutan Kemasyarakatan untuk mendongkrak ekonomi warga sete
Pelarian Panjang DPO Sabu 15 Kg Bengkalis Berakhir di Tangan Polisi
BENGKALIS - Pelarian panjang seorang buronan kasus narkotika kelas kakap di Provinsi Riau akhirnya terhenti. Pria berinisial A (48) yang telah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) selama hampir tiga t