Kamis, 25 Jun 2026
  • Home
  • Traveler
  • Indahnya Batu Tarmanu, Ikon Destinasi Wisata Pulau Rote

Travel

Indahnya Batu Tarmanu, Ikon Destinasi Wisata Pulau Rote

Jumat, 19 Jan 2018 13:26
liputan6.com
Jakarta Nusa Tenggara Timur (NTT) menyimpan keelokan alam tiada duanya di dunia. Salah satu destinasi wisata yang sedang tren di NTT saat ini adalah Sumba.

Sumba, di negeri seribu tenun ikat terdapat puluhan tujuan wisata yang memukau. Beberapa tempat wisata di NTT adalah Danau Kelimutu, danau yang mempunyai tiga warna di puncak gunung, Pulau Komodo, Pantai Lasiana Kupang, Pulau Padar, Batu Cermin, Labuan Bajo, Gili Laba, Pulau Alor, Air terjun Tingkat Oehala, Air terjun Cunca Wulang, Air Terjun Waikelo Sawah, Air aTerjun, Tenggadu, Danau Sano Nggoang, Pantai Batu Biru, Sumber Air Panas Mengeruda, Sawah Lodok, Danau Weekuri, Danau Wawo Muda,Danau Wawo Muda, Danau Merah dan lainnya.

NTT sendiri terdiri dari sekitar 550 pulau, tiga pulau utama di NTT adalah Pulau Flores, Pulau Sumba, dan Pulau Timor Barat.

Salah satu destinasi wisata yang kini menjadi ikon di pulau terselatan Indonesia adalah Batu Tarmanu. Batu Tarmanu yang menjulang di tepi pantai ini berada di Pulau Rote.

Dua Batu Termanu

Batu Termanu berada di Nusak Termanu, Rote Tengah. Batu ini sebenarnya terdiri dari dua batu yang menjulang yaitu Batu Hun dan Su'a Lain.

Keduanya juga disebut Batu Mbadar atau Batu Bapa la. Kini Batu Termanu menjadi salah satu objek pariwisata yang banyak dikunjungi di Pulau Rote.

Di balik eloknya panoramanya, Batu Tarmanu menyimpan legenda. Sebagian warga setempat mempercayai dua batu tersebut sebenarnya adalah sepasang suami istri.

Batu Hun sebagai sosok laki-laki (suami), sedangkan Su'a Lain adalah sosok perempuan (istri). Batu Hun terletak di sebelah barat, sedangkan Su'a Lain di sebelah timur.

Pulau Nusa Lai

Yang lebih unik, ada yang menganggap kedua batu tersebut adalah batu pengembara. Mereka sebenarnya berasal dari Ti Mau.

Ada juga yang menganggap batu-batu tersebut berasal dari Maluku. Karena di tempat asalnya mengalami konflik, mereka memilih meninggalkan kampung halaman, mengembara.

Sebelumnya mereka mengembara sampai di Ndao. Namun tidak lama karena ada konflik, lalu mereka berpindah ke Lole. Di tempat ini mereka sempat melahirkan seorang anak yang berbentuk sebuah Pulau Nusa Lai.

Di Lole mereka tidak harmonis dengan lingkungan sekitar, lalu mereka menetap di Tarmanu sampai hari ini.

(liputan6.com)

Traveler
Berita Terkait
  • Senin, 16 Mar 2026 15:23

    5 Tips Packing Mudik Lebaran agar Praktis dan Tidak Ribet

    JAKARTA - Mudik saat Lebaran menjadi tradisi yang sangat dinantikan banyak orang di Indonesia. Perjalanan pulang kampung sering kali memakan waktu cukup lama, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun

  • Sabtu, 06 Sep 2025 15:43

    Wisatawan Padati Malioboro, Pergerakan Capai Ratusan Ribu Orang

    Kawasan Malioboro kembali dipadati wisatawan setelah sempat sepi akibat gelombang aksi demonstrasi pekan lalu. Data terbaru menunjukkan pergerakan manusia di kawasan wisata ikonik Yogyakarta ini kemba

  • Sabtu, 06 Sep 2025 11:47

    Long Weekend! Taman Margasatwa Ragunan Targetkan 70 Ribu Pengunjung

    Sebanyak 19.381 wisatawan mengunjungi Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada libur nasional Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Jumlah ini meningkat dibandin

  • Sabtu, 06 Sep 2025 11:00

    Kunjungan Fans Harry Potter Membludak, Bikin Warlok Geram

    Meningkatnya jumlah wisatawan penggemar Harry Potter yang berbondong-bondong datang ke Glenfinnan Viaduct, Skotlandia, membuat warga lokal semakin geram.Jembatan ikonik yang terkenal sebagai lokasi sy

  • Sabtu, 06 Sep 2025 10:10

    Menikmati Wisata Seru Interaksi dengan Hiu di Karimunjawa

    Destinasi wisata penangkaran hiu sirip hitam (Selachimorpha) di Pulau Menjangan Kecil, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan yang suka menguji

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.