Kamis, 25 Jun 2026
  • Home
  • Traveler
  • Ini Strategi Indonesia sebagai Pusat Wisata Halal di Dunia

Traveler

Ini Strategi Indonesia sebagai Pusat Wisata Halal di Dunia

Kamis, 25 Agu 2016 11:10
Shutterstock
Wisata halal di Lombok

MENJADIKAN Indonesia sebagai pusat wisata halal dunia bukan impian semata. Lantas, apa yang sudah dilakukan untuk merealisasikan hal itu?

Pariwisata halal dalam beberapa waktu terakhir menjadi tren di dunia. Buktinya, banyak negara lain yang mempersiapkan diri menjadi destinasi wisata halal, seperti Australia, Tiongkok, dan Jepang.

Dengan kompetisi seperti itu, tentu melecut Indonesia untuk mengukuhkan diri sebagai pusat wisata halal di dunia. Memang bukan hal yang mustahil, karena jumlah penduduk Indonesia mayoritas beragama Muslim.

"Dengan jumlah provinsi di Indonesia yang banyak, kami memilih strategi pengembangan yang fokus. Tidak semua daerah ditembak. Hasilnya malah tidak efektif," tutur Riyanto Sofyan, selaku Ketua Tim Percepatan Pariwisata Halal Kementerian Pariwisata, kepada Okezone usai acara sosialisasi pemasaran pariwisata mancanegara pada media nasional, yang mengusung tema "Wisata Halal Sebagai Unggulan Pariwisata Indonesia," di TheSantosa Villas& Resort, Senggigi, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu malam 24 Agustus 2016.

Menurut Riyanto, ada tiga daerah yang kini menjadi target awal pengembangan wisata halal. Selain Lombok, ada Sumatera Barat dan Aceh.

"Tiga daerah ini mempunyai kelebihan yang bisa diangkat. Sumatera Barat mempunyai alam yang indah, punya hadycraft yang bagus, dan bisa menyasar target pasar Asia. Begitu juga dengan Aceh yang mempunyai kearifan lokal yang disukai dunia. Budaya di Aceh juga bagus, di mana tari saman sudah dikenal dunia," jelasnya.

Menurut Riyanto, dengan Lombok sukses menjadi destinasi wisata halal, maka lainnya akan kondusif. "Paling penting ini bukan wacana pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat wisata halal dunia. Tetapi industrinya juga memerlukan. Sebagai contoh, awalnya diperkenalkan di Lombok, juga terjadi resisten. Karena dengan di-branding wisata halal, wisatawan dari Australia akan kabur, kenyataannya tidak. Mereka tetap bisa berwisata ke Gili Trawangan, misalnya," tutup Riyanto. (Okezone.com)

Traveler
Berita Terkait
  • Senin, 16 Mar 2026 15:23

    5 Tips Packing Mudik Lebaran agar Praktis dan Tidak Ribet

    JAKARTA - Mudik saat Lebaran menjadi tradisi yang sangat dinantikan banyak orang di Indonesia. Perjalanan pulang kampung sering kali memakan waktu cukup lama, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun

  • Sabtu, 06 Sep 2025 15:43

    Wisatawan Padati Malioboro, Pergerakan Capai Ratusan Ribu Orang

    Kawasan Malioboro kembali dipadati wisatawan setelah sempat sepi akibat gelombang aksi demonstrasi pekan lalu. Data terbaru menunjukkan pergerakan manusia di kawasan wisata ikonik Yogyakarta ini kemba

  • Sabtu, 06 Sep 2025 11:47

    Long Weekend! Taman Margasatwa Ragunan Targetkan 70 Ribu Pengunjung

    Sebanyak 19.381 wisatawan mengunjungi Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada libur nasional Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Jumlah ini meningkat dibandin

  • Sabtu, 06 Sep 2025 11:00

    Kunjungan Fans Harry Potter Membludak, Bikin Warlok Geram

    Meningkatnya jumlah wisatawan penggemar Harry Potter yang berbondong-bondong datang ke Glenfinnan Viaduct, Skotlandia, membuat warga lokal semakin geram.Jembatan ikonik yang terkenal sebagai lokasi sy

  • Sabtu, 06 Sep 2025 10:10

    Menikmati Wisata Seru Interaksi dengan Hiu di Karimunjawa

    Destinasi wisata penangkaran hiu sirip hitam (Selachimorpha) di Pulau Menjangan Kecil, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan yang suka menguji

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.