Travel
Jelajah Jailolo, Petualangan Seru Berburu Ulat Sagu di Alam Liar
Rabu, 02 Mei 2018 11:11
BENTUK ulat sagu dan informasi tentangnya mungkin sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Kendati demikian, belum semua orang pernah melihat, memegang, atau bahkan mencicipi langsung ulat sagu.
Di daerah-daerah Indonesia bagian timur, ulat sagu cukup mudah ditemui, karena pohon sagu banyak tumbuh di alamnya. Ulat sagu juga menjadi makanan khas daerah Indonesia bagian timur dan cukup banyak cara pengolahannya.
Dalam rangkaian Festival Teluk Jailolo (FTJ) 2018, Okezone berkesempatan untuk menjelajahi Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, dan memburu ulat sagu, yang disebut sabeta dalam bahasa daerah setempat.
Untuk bisa memburu ulat sagu, harus menempuh perjalanan sekira satu jam dari pusat Jailolo ke Desa Bukubualawa di Gunung Manyasa yang artinya menyesal. Jalan menurun, menanjak, dan berkelok di Gunung Manyasa harus dilewati dengan hati-hati.
Kelokan dan tanjakan cukup ekstrem, butuh kemampuan menyetir
tingkat tinggi, namun tenang saja, sebab jalanan menuju Desa Bukubualawa
sudah bagus, walaupun masih ada beberapa titik yang berlubang. Di
sepanjang perjalanan pula Anda bisa menyaksikan keseharian warga lokal
Jailolo yang hidup berdampingan meski berbeda agama.
Selain itu, pemandangan alamnya pun tidak kalah memukau, karena Anda akan disuguhkan rimbunnya pepohonan, indahnya pegunungan dan nampak jelas Gunung Gamalama, Ternate, dari ketinggian. Kunjungi Desa Bukubualawa pada siang hari, maka Anda akan mendapatkan bonus pesona langit biru cerah tiada tara.
Setelah tiba, sambutan penduduk Desa Bukubualawa begitu hangat. Rombongan langsung diarahkan ke kebun yang banyak tumbuh pohon sagu.
Beberapa bapak-bapak warga lokal mendampingi rombongan untuk
memburu ulat sagu. Di Jailolo sendiri sabeta atau ulat sagu bisa dimakan
langsung, atau dimasak dengan bumbu santan, disate, dan sambal rica.
"Pohonnya juga bisa dimanfaatkan untuk bahan bangunan, salah satu contohnya daun pohon sagu bisa untuk atap rumah," ujar Nursida, Kepala Bidang Pembangunan Kawasan Pedesaan Halmahera Barat, saat mendampingi rombongan di Desa Bukubualawa.
Pohon sagu yang ulatnya ingin diambil, menurut pemaparan Nursida, harus didiamkan selama seminggu atau bahkan sebulan hingga membusuk setelah ditebang. Cirinya, pohon sagu yang sudah membusuk biasanya mengeluarkan bau busuk yang cukup menyengat dan berbunyi jika diketok. Namun, sebelum ditebang, pastikan dulu pohon sagunya sudah tua.
"Pohon sudah setinggi sekira 5 meter, sudah tua, baru ditebang.
Tapi, dibiarkan dulu seminggu atau sebulan, tunggu sampai busuk,"
imbuhnya.
Batang pohon sagu yang sudah didiamkan itu kemudian di belah-belah dan dicari ulat sagu atau sabetanya. Tapi, hanya ulat sagu yang masih hidup saja yang bisa diolah atau dimakan, sebab jika sudah terlalu lama hidup dalam batang sagu, ulat akan berubah menjadi kumbang berwarna hitam. "Sabeta dikumpulkan, lalu ditempatkan di dalam bambu kemudian diolah," pungkasnya.
(okezone.com)
Traveler
Menjaga Warisan Leluhur, Dirjend Perhutanan Sosial Kunjungi Hutan Adat Imbo Putui Kenegerian Petapahan
PETAPAHAN-Pada Minggu, 21 Juni 2026, Hutan Adat Imbo Putui Kenegerian Petapahan menerima kunjungan Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan, Ibu Catur Endah Prasetiani, S.Si., M.T., b
Kapolres Rohil Pimpin Apel Siaga, Perkuat Sinergi Cegah Karhutla
BALAIJAYA-Kapolres Rokan Hilir AKBP Isa Imam Syahroni, S.I.K., M.H., memimpin Apel Siaga Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bersama PT Salim Ivomas Pratama Tbk dan Pemerintah Kabupaten
PWP Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Tebar Kepedulian bagi Anak-anak Kurang Mampu dan Lansia Dhuafa
PEKANBARU - Persatuan Wanita Patra (PWP) Tingkat Wilayah PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai (Kilang Pertamina Dumai) memaknai Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 dengan menghadirkan inisiatif dan k
Petani Rambahan Logas Tanah Darat Kuansing Sukses Sulap Hutan Kemasyarakatan Jadi Sumber ‘Cuan’ Lewat Agroforestri
PEKANBARU - Kelompok Usaha Perhutanan Sosial di Desa Rambahan, Logas Tanah Darat, Kuantan Singingi, Riau terbukti sukses memaksimalkan program Hutan Kemasyarakatan untuk mendongkrak ekonomi warga sete
Pelarian Panjang DPO Sabu 15 Kg Bengkalis Berakhir di Tangan Polisi
BENGKALIS - Pelarian panjang seorang buronan kasus narkotika kelas kakap di Provinsi Riau akhirnya terhenti. Pria berinisial A (48) yang telah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) selama hampir tiga t