Travel
Leuwi Korsi, Kolam Kecil Tersembunyi yang Eksotis di Garut
Sabtu, 14 Apr 2018 10:09
PERKEMBANGAN media sosial ternyata turut memengaruhi minat orang untuk berwisata. Kini banyak orang yang mengunjungi tempat wisata tertentu bukan hanya sekadar untuk menikmati pemandangan, tetapi juga berfoto di spot yang bagus. Terlebih bila spot foto tersebut tengah viral di media sosial.
Sebagai contoh, di Instagram kini mulai bermunculan foto yang menunjukkan keindahan Leuwi Korsi. Beberapa pengguna juga mulai mengunjungi tempat wisata tersebut untuk berfoto. Sekadar informasi, tempat wisata berbentuk kolam tersebut berada di Desa Bojong, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Leuwi dalam Bahasa Sunda berarti kolam. Ya, di tempat wisata tersebut
memang terdapat cekungan kecil berisi air seperti kolam. Wisatawan lokal
sudah banyak yang mengunjungi kolam tersebut karena kejernihan airnya
dan memancarkan warna biru. Walaupun terkadang warna air bisa berubah
menjadi coklat tergantung kondisi cuaca.
Tak hanya itu, udara sejuk dan pemandangan alam yang dipenuhi oleh pepohonan membuat wisatawan merasa betah untuk duduk berlama-lama. Terlebih di sekitaran kolam terdapat tebing batu yang tersusun seperti kursi dan biasa diduduki. Bentuk batu itulah yang mengilhami penamaan tempat tersebut.
Selain itu, batu-batu yang tersusun rapi dan meninggi tersebut
diyakini merupakan salah satu situs megalitikum yang ada di Indonesia.
Batuan yang diberi nama Columnar Joint itu juga sering dijadikan spot
untuk berfoto oleh para wisatawan yang datang karena latar belakangnya
yang unik.
Bagi wisatawan yang mengunjungi tempat ini disarankan jangan puas hanya berfoto. Sebab wisatawan harus merasakan kesegaran air di dalam kolam. Arus air kolam yang tenang merupakan kondisi yang pas untuk bermain air.
Sekadar informasi, letak Leuwi Korsi ini bisa dikatakan
tersembunyi sehingga wisatawan disarankan untuk membawa persediaan
makanan dan minuman. Perjalanan menuju tempat wisata tersebut juga
tergolong melelahkan karena medan jalan yang harus dilalui berbatu.
Namun perjalanan akan terasa menyenangkan karena selama menelusuri jalan
wisatawan akan dimanjakan dengan hijaunya pepohonan pinus yang
memanjakan mata.
Untuk menuju tempat wisata ini, wisatawan bisa menggunakan kendaraan pribadi dan mengambil rute ke arah selatan Kota Garut tepatnya ke arah Sasak Rumpit dengan melewati Jalan Raya Cisompet. Berjarak kurang lebih 66 km dari pusat kota, perjalanan memakan waktu kira-kira 2 jam. Sesampainya di gapura penunjuk lokasi, wisatawan harus melanjutkan perjalanan dengan trekking di dalam hutan.
(Okezone.com)
Traveler
Menjaga Warisan Leluhur, Dirjend Perhutanan Sosial Kunjungi Hutan Adat Imbo Putui Kenegerian Petapahan
PETAPAHAN-Pada Minggu, 21 Juni 2026, Hutan Adat Imbo Putui Kenegerian Petapahan menerima kunjungan Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan, Ibu Catur Endah Prasetiani, S.Si., M.T., b
Kapolres Rohil Pimpin Apel Siaga, Perkuat Sinergi Cegah Karhutla
BALAIJAYA-Kapolres Rokan Hilir AKBP Isa Imam Syahroni, S.I.K., M.H., memimpin Apel Siaga Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bersama PT Salim Ivomas Pratama Tbk dan Pemerintah Kabupaten
PWP Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Tebar Kepedulian bagi Anak-anak Kurang Mampu dan Lansia Dhuafa
PEKANBARU - Persatuan Wanita Patra (PWP) Tingkat Wilayah PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai (Kilang Pertamina Dumai) memaknai Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 dengan menghadirkan inisiatif dan k
Petani Rambahan Logas Tanah Darat Kuansing Sukses Sulap Hutan Kemasyarakatan Jadi Sumber ‘Cuan’ Lewat Agroforestri
PEKANBARU - Kelompok Usaha Perhutanan Sosial di Desa Rambahan, Logas Tanah Darat, Kuantan Singingi, Riau terbukti sukses memaksimalkan program Hutan Kemasyarakatan untuk mendongkrak ekonomi warga sete
Pelarian Panjang DPO Sabu 15 Kg Bengkalis Berakhir di Tangan Polisi
BENGKALIS - Pelarian panjang seorang buronan kasus narkotika kelas kakap di Provinsi Riau akhirnya terhenti. Pria berinisial A (48) yang telah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) selama hampir tiga t