Travel
Melihat Deretan Rumah Klasik Eropa yang Mirip Negeri Dongeng
Rabu, 28 Feb 2018 09:44
TEMPAT wisata ala desa kuno Eropa sempat booming di Jawa Barat dan Malaysia. Ternyata di Eropa sendiri, desa kuno ini masih lestari hingga saat ini lho.
Salah satunya berada di kota Strasbourg, Prancis. Desa kuno bernama Petite France tak pernah sepi oleh turis yang penasaran ingin melihat rumah setengah kayu yang bentuknya mirip rumah negeri dongeng.
Penasaran dengan bentuk rumah setengah kayu yang terlihat sangat cute, saya putuskan untuk mengunjungi kota Strasbourg dengan naik bus dari Cologne, Jerman. Perjalanan dengan flix bus memakan waktu selama 5 jam. Strasbourg terletak di perbatasan Jerman dengan Prancis.
Sesampainya di Strasbourg saya langsung menuju ke Petite France, kawasan bersejarah yang dulunya merupakan desa yang dihuni para nelayan dan pengrajin. Desa ini kini menjadi salah satu destinasi utama turis yang mengunjungi Strasbourg. Kebanyakan turis yang datang ingin melihat rumah setengah kayu yang klasik, unik, imut serta terkesan romantis.
Rumah setengah kayu berbentuk kubus dengan atap segitiga. Yang membuatnya unik adalah elemen potongan yang kayu yang menghiasi dinding rumah. Motifnya kadang melintang, namun ada pula yang bermotif kaki ayam, kotak, salju hingga garis silang.
Motif kayu inilah yang membuat rumah kuno di Strasbourg terlihat unik dan menarik. Padahal di abad pertengahan, motif kayu diberikan untuk menunjukkan status ekonomi pemilik rumah. Bila motifnya rumit berarti pemilik rumah orang kaya.
Tak hanya motif kayu yang unik, rumah setengah kayu di Petite France terlihat imut karena dicat dengan warna - warna pastel seperti pink, kuning, biru muda juga cokelat. Suasana terasa romantis saat berjalan-jalan melintasi rumah setengah kayu di Petite France.
Apalagi saat melangkah di atas jalan setapak berbatu serta
memandangi kanal-kanal di sekeliling Petite France. Tentu saja destinasi
ini menjadi spot selfie yang tepat.
Meski kawasan Petite France sangat touristy, namun sangat layak dikunjungi karena memiliki nilai sejarah yang membuatnya dimasukkan dalam daftar warisan dunia UNESCO.
Saat ini, rumah-rumah kayu di Petite France telah berubah fungsi. Tak lagi dihuni para penduduk Strasbourg melainkan dijadikan hotel, restoran, kafe dan toko suvenir.
Menjelajah Petit France pun sangat mudah karena kawasan ini berukuran kecil jadi gampang dijelajahi dengan jalan kaki. Cobalah ikut free walking tour yang diadakan setiap hari untuk melihat sisi lain Petite France dan mendengarkan cerita sejarah Petit France langsung dari warga setempat.
(okezone.com)
Kodim 1714/PJ dan Polri Berikan Dukungan Penuh Bersama Pemda Kab. Puncak Jaya Dalam Penyerahan SK Pengangkatan CPNS Formasi Tahun 2024
Puncak Jaya-Bertempat di Lapangan Alun-Alun Roh Kudus, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, telah dilaksanakan kegiatan Pembagian dan Penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengang
Berkacamata Hitam dan Masker, Aliansi Rakyat Sulsel Demo Dukung MBG Dilanjutkan
Sejumlah emak-emak yang masuk dalam pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) turut berpartisipasi dalam aksi demonstrasi yang dilakukan Aliansi Rakyat Sulsel untuk mendukung program Makanan Berg
Duduk Perkara Warga di Labuhanbatu Utara Tewas Dianiaya Usai Dituding Curi Sawit
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumatra Utara mengungkap kronologi kematian Luis David Hutabarat (32), warga Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumut, yang diduga mengalami p
Kejagung Selamatkan Uang Negara Rp 131,5 Triliun
Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) mencatat telah menyelamatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 131,5 triliun melalui penanganan perkara tindak pidana khusus sepanjang periode 2020 hingga 2026.J
Disdik Riau Salah Input Data, Plt Gubri Minta Maaf, Ternyata MBG tidak Berpengaruh pada Penurunan Retribusi Daerah
PEKANBARU â€" Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur SF Hariyanto menyampaikan permohonan maaf atas kehebohan yang terjadi terkait informasi pengaruh program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap pendapatan res