Rabu, 24 Jun 2026
  • Home
  • Traveler
  • Melihat Replika Sandal Rasulullah di Masjid Cut Meutia Jakarta

Travel

Melihat Replika Sandal Rasulullah di Masjid Cut Meutia Jakarta

Rabu, 18 Apr 2018 09:27
Okezone.com
Replika sandal Rasulullah

SANDAL pada zaman Rasulullah memiliki peran yang amat penting. Hal ini karena selama hidup Rasulullah tidak pernah terlepas dari sandalnya.

Di masjid Cut Meutia, Jakarta Pusat, replika sandal Rasulullah dipamerkan. Menurut ketua penyelenggara event pameran, Qalam Gladi Maulida kepada Okezone, replika sandal Rasulullah ini adalah replika dari sandal asli yang ada di Museum Topkapi, Turki.

"Ini adalah sandal milik Rasulullah yang aslinya terbuat dari kulit unta, tetapi di barang replika terbuat dari kulit sapi. Namun secara bentuk warna dan detil dibuat persis. Sandal ini biasa dipergunakan Rasulullah untuk aktivitas sehari-hari," ungkap Qalam.

Rasulullah juga menempuh perjalanan hijrah dari Makkah ke Madinah dengan menggunakan sandal. Bahkan menurut riwayat, pernah Ali bin Abi Thalib menyusul Rasulullah dari Makkah ke Madinah yang jaraknya sangat jauh (-+ 800 km) dengan berjalan hingga kakinya lecet dan berlumuran darah.

"Bagaimanakah sandal Rasulullah SAW itu?" Anas menjawab, "Kedua belahnya mempunyai tali qibal (diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar, dari Abu Daud at Thayasili, dari Hamman yang bersumber dari Qatadah).

Tali qibal adalah tali sandal yang bersatu pada bagian depannya dan terjepit di antara dua jari kaki, telunjuk dan jempol. Rasulullah bersabda, "Janganlah di antara kalian berjalan dengan sandal sebelah." (diriwayatkan oleh Ishaq bin Musa Al Anshari, dari Ma'an dari Malik dari Abiz Zanad, dari al A'raj yang bersumber dari Abu Hurairah r.a).

"Sesungguhnya Nabi SAW bersabda, 'bila salah seorang di antara kalian hendak memakai sandal, hendaklah ia memulai dari yang sebelah kanan, dan bila ia melepas, maka hendaklah mulai dari sebelah kiri. Hendaklah posisi kanan dijadikan yang pertama kali dipasangi sandal dan yang terakhir kali dilepas." (HR . Abu Hurairah).

Kita sebagai generasi Islam saat ini seharusnya banyak-banyak bersyukur, dikarenakan kemudahan-kemudahan yang kita dapatkan saat ini. Kita tidak perlu bersusah payah berjalan kaki hingga ratusan kilometer dalam mensyariatkan Islam. Berbagai fasilitas kendaraan dapat kita jumpai saat ini dengan mudah.

Pada zaman Rasulullah, betapa sulitnya menyebarkan Islam ke daerah-daerah di luar Arab. Perlu perjuangan keras untuk mensyiarkan agama tauhid Islam. Meski begitu, para sahabat Rasulullah tidak pernah meminta imbalan dalam menyiarkan Islam ke seluruh penjuru dunia, bahkan ke Indonesia.

(okezone.com)

Traveler
Berita Terkait
  • Selasa, 23 Jun 2026 16:43

    Menjaga Warisan Leluhur, Dirjend Perhutanan Sosial Kunjungi Hutan Adat Imbo Putui Kenegerian Petapahan

    PETAPAHAN-Pada Minggu, 21 Juni 2026, Hutan Adat Imbo Putui Kenegerian Petapahan menerima kunjungan Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan, Ibu Catur Endah Prasetiani, S.Si., M.T., b

  • Selasa, 23 Jun 2026 16:30

    Kapolres Rohil Pimpin Apel Siaga, Perkuat Sinergi Cegah Karhutla

    BALAIJAYA-Kapolres Rokan Hilir AKBP Isa Imam Syahroni, S.I.K., M.H., memimpin Apel Siaga Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bersama PT Salim Ivomas Pratama Tbk dan Pemerintah Kabupaten

  • Selasa, 23 Jun 2026 16:14

    PWP Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Tebar Kepedulian bagi Anak-anak Kurang Mampu dan Lansia Dhuafa

    PEKANBARU - Persatuan Wanita Patra (PWP) Tingkat Wilayah PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai (Kilang Pertamina Dumai) memaknai Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 dengan menghadirkan inisiatif dan k

  • Selasa, 23 Jun 2026 15:30

    Petani Rambahan Logas Tanah Darat Kuansing Sukses Sulap Hutan Kemasyarakatan Jadi Sumber ‘Cuan’ Lewat Agroforestri

    PEKANBARU - Kelompok Usaha Perhutanan Sosial di Desa Rambahan, Logas Tanah Darat, Kuantan Singingi, Riau terbukti sukses memaksimalkan program Hutan Kemasyarakatan untuk mendongkrak ekonomi warga sete

  • Selasa, 23 Jun 2026 14:43

    Pelarian Panjang DPO Sabu 15 Kg Bengkalis Berakhir di Tangan Polisi

    BENGKALIS - Pelarian panjang seorang buronan kasus narkotika kelas kakap di Provinsi Riau akhirnya terhenti. Pria berinisial A (48) yang telah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) selama hampir tiga t

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.