Rabu, 24 Jun 2026
  • Home
  • Traveler
  • Mencengangkan, di Desa Terpencil Ini Lebih Banyak Boneka daripada Manusia

Travel

Mencengangkan, di Desa Terpencil Ini Lebih Banyak Boneka daripada Manusia

Senin, 19 Mar 2018 10:25
okezone.com
Boneka di Desa Nogoro (foto dilansir dari Solopos.com)

NAGORO – Kisah unik sebuah desa di Jepang memiliki penghuni berupa boneka lebih banyak dari pada manusia. Desa tersebut bernama Nagoro, terletak Lembah Iya, Pulau Shikoku, Perfektur Tokushima.

Meski terlihat seram saat ditelusuri foto-fotonya, Nagoro menjadi desa boneka seperti sekarang melalui proses panjang dan merupakan karya seni seorang seniman kelahiran desa tersebut.

Nagoro merupakan desa terpencil, dulunya penduduk desa tersebut kurang lebih 300 jiwa. Namun jumlah itu menurun drastis hingga tersisa 35 orang pada Januari 2015. Lima orang meninggal dunia dalam kurun satu tahun setelahnya. Kini jumlah boneka di desa itu mencapai 350 buah.

 

Cerita tersebut berawal saat seorang seniman kelahiran Nagoro kembali ke kampung halaman setelah membangun karier puluhan tahun di Osaka. Seniman tersebut bernama Tsukimi Ayano. Laman Wikipedia menyebutkan Tsukimi kembali ke Nagoro awal 2000-an untuk merawat ayahnya yang kondisi kesehatannya mulai menurun.

Pada 10 Oktober 2017, laman National Geographic merilis artikel tentang karya Tsukumi di Desa Nagoro. Diungkap dalam liputan National Geographic, Tsukumi membuat boneka sejak momen-momen awal kepulangannya untuk merawat sang ayah.

Berbagai boneka seukuran manusia dibuat untuk menggantikan warga yang meninggal dunia, atau warga yang pindah. Bahkan saat ayah Tsukumi meninggal dunia, ia membuat boneka ayahnya, dipakaikan baju asli milik ayahnya dan dipasang di ladang sang ayah.

 

Apa yang dilakukan Tsukumi ini pernah dibuatkan film pendek dokumenter oleh sineas bernama Fritz Schumann. Film pendek dokumenter itu berjudul The Valley of Dolls.

"Saat aku membuat boneka orang-orang yang sudah meninggal. Aku memikirkan masa-masa saat mereka masih sehat. Boneka-boneka itu seperti anak-anakku," ungkap Tsukumi.

Boneka-boneka itu kini ditempatkan di berbagai tempat di desa tersebut. Ada yang diposisikan memancing di pinggir sungai, ada yang di depan toko, hingga di kelas menggambarkan kegiatan belajar mengajar. Sekolah di Desa Nagoro ditutup pada 2012.

*Semua foto diambil dari artikel serupa di Solopos.com


Gedung sekolah kini menjadi galeri bagi Tsukumi. Dia secara berkala mengganti model boneka yang menjadi murid dan guru. Tak hanya itu, Stukumi juga secara berkala memperbaiki boneka-boneka lama kemudian mengembalikan ke tempat semula.

Hal itu mengundang wisatawan ke Desa Nagoro. Mereka penasaran melihat desa yang dihuni boneka. Hingga 2017, dilaporkan Tsukumi sudah memajang lebih dari 350 boneka.

Dia bahkan membuat boneka dirinya. Boneka Tsukumi biasa ditempatkan di sekitar rumah, kalau tidak melihat tanaman, boneka itu biasa berada di depan penghangat ruangan.

*Semua foto diambil dari artikel serupa di Solopos.com

(Okezone.com)

Traveler
Berita Terkait
  • Rabu, 24 Jun 2026 11:46

    Polisi Tangkap Terduga Pengedar Sabu di Segati, Pelalawan, Amankan Barang Bukti 28 Gram

    PELALAWAN â€" Satuan Reserse Narkoba Polres Pelalawan mengamankan seorang pria yang diduga terlibat dalam tindak pidana peredaran narkotika jenis sabu di Desa Segati KM 59, Kecamatan Langgam, Kabupate

  • Rabu, 24 Jun 2026 11:32

    Jalur Rimbo Sakti Saiyo Batuah Turun Mandi, Masyarakat Antusias Manggiring ke Suangai Kuantan

    TELUKKUANTAN - Rimbo Sakti Saiyo Batuah, jalur baru kebanggaan masyarakat Logas Tanah Darat (LTD) desa Perhentian Luas sah diluncurkan ke Sungai Kuantan atau lebih dikenal dengan sebutan turun mandi d

  • Rabu, 24 Jun 2026 11:26

    Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter

    Lumajang - Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur (Jatim) mengalami erupsi dengan tinggi letusan 600 meter di atas puncak pada Rabu pagi (24/6/2026)."Terjadi

  • Rabu, 24 Jun 2026 11:22

    Perkuat Fisik, Mental, dan Kesiapsiagaan, Personel Lanud Sjamsudin Noor Asah Kemampuan Bela Diri Taktis

    Banjarbaru - Dalam upaya meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan prajurit, Lanud Sjamsudin Noor menggelar latihan Bela Diri Taktis (BDT) yang diikuti oleh seluruh personel militer di Lapangan Amarta

  • Rabu, 24 Jun 2026 11:15

    Atlet Tinju Jadi Korban Penganiayaan Brutal di Lampung

    Jakarta - Seorang atlet tinju Lampung yang telah memastikan tiket menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2026 di Manado diduga menjadi korban penganiayaan brutal di kawasan Kompleks Gedung Ola

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.