Travel
Mengikuti Perburuan Ikan Secara Tradisional di Laut Maluku
Senin, 16 Apr 2018 12:19
Teknik tangkap ikan secara tradisional ini hanya bermodal tombak
kecil berpelontar. Selebihnya mengandalkan keahlian melakukan manuver
menyelam bebas dengan satu tarikan nafas.
Cara perburuan ini masih terus dipraktekkan turun temurun di
wilayah Kepualuan Lease di Maluku. Biasanya hanya untuk memenuhi
kebutuhan keluarga. Tanpa perlu melakukan eksploitasi berlebihan. Ramah
lingkungan jelas. Sebab hanya menyasar ikan dan jenis lain yang cukup
usia untuk dikonsumsi.
Tubuh Bung Meike melesat cepat kedalam lau. Kedua tangannya
mengarahkan tongkat logam berukuran panjang sekitar satu meter. Ujung
tongkat dibuat tajam serupa anak panah. Di sisi satu lagi, lembaran
karet tipis diikatkan. Fungsinya sebagai pelontar tombak.
Target sudah di depan mata. Beberapa detik berselang, Meike
muncul mendekat ke arah kapal kecil yang kami tumpangi. Kami serentak
bersorak. Betapa tidak, ia menyodorkan seekor lobster berukuran besar.
Bung Yosep, dengan sigap melepas lobster dari tombak untuk
digunakan kembali. Di tangan berpengalaman, semuanya nampak mudah. Buat
kami, ini pengalaman baru yang menakjubkan di Negeri Ameth. Molo
biasanya dilakukan malam hari. Sebagai orang lokal yang hidup dan besar
di pulau, mereka memiliki kemampuan membaca tanda alam.
Perburuan ideal dilakukan sebelum posisi bulan persis tegak
diatas kepala. Bersama 3 teman dan 5 penduduk lokal Negeri (Desa) Ameth,
Nusa Laut di Maluku Tengah, kami beruntung turut dalam perburuan malam
ini. Bergantian , setelah Bung Meike, Bung Yosep, Bung Andre dan satu
lagi pemanah yang kami panggil Bapa Guru menyerahkan hasil tangkapan.
Semuanya ikan berukuran besar.
Cahaya senter sangat terbatas, tapi terlihat cukup buat pemanah.
Beberapa ikan mampir seperti menggoda di depan masker yang saya pakai.
Dengan sedikit berhati-hati, saya mengarahkan kamera kecil mengikuti
posisi pemanah.
Pencahayaan terbatas dan gerak cepat pemanah menjadikan hasil
jepretan blur dan cuma menyisakan larik cahaya dalam gelap. Sukar untuk
merekam gambardengan modal teknologi terbatas. Tanpa alat bantu
pernafasan pula. Ah sudahlah pikir saya. Ini akan jadi malam yang yang
patut dikenang.
Menjaga Warisan Leluhur, Dirjend Perhutanan Sosial Kunjungi Hutan Adat Imbo Putui Kenegerian Petapahan
PETAPAHAN-Pada Minggu, 21 Juni 2026, Hutan Adat Imbo Putui Kenegerian Petapahan menerima kunjungan Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan, Ibu Catur Endah Prasetiani, S.Si., M.T., b
Kapolres Rohil Pimpin Apel Siaga, Perkuat Sinergi Cegah Karhutla
BALAIJAYA-Kapolres Rokan Hilir AKBP Isa Imam Syahroni, S.I.K., M.H., memimpin Apel Siaga Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bersama PT Salim Ivomas Pratama Tbk dan Pemerintah Kabupaten
PWP Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Tebar Kepedulian bagi Anak-anak Kurang Mampu dan Lansia Dhuafa
PEKANBARU - Persatuan Wanita Patra (PWP) Tingkat Wilayah PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai (Kilang Pertamina Dumai) memaknai Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 dengan menghadirkan inisiatif dan k
Petani Rambahan Logas Tanah Darat Kuansing Sukses Sulap Hutan Kemasyarakatan Jadi Sumber ‘Cuan’ Lewat Agroforestri
PEKANBARU - Kelompok Usaha Perhutanan Sosial di Desa Rambahan, Logas Tanah Darat, Kuantan Singingi, Riau terbukti sukses memaksimalkan program Hutan Kemasyarakatan untuk mendongkrak ekonomi warga sete
Pelarian Panjang DPO Sabu 15 Kg Bengkalis Berakhir di Tangan Polisi
BENGKALIS - Pelarian panjang seorang buronan kasus narkotika kelas kakap di Provinsi Riau akhirnya terhenti. Pria berinisial A (48) yang telah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) selama hampir tiga t