Travel
Menikmati Sunset di Embung Nglanggeran, Keindahannya Dijamin Menghipnotis
Selasa, 15 Mei 2018 09:52
OBYEK wisata di Yogyakarta seakan tidak pernah habis untuk dikunjungi. Terlebih, ada beberapa warga yang memang bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk memunculkan obyek wisata baru. Salah satu obyek wisata baru yang tengah populer adalah Embung Nglanggeran.
Telaga buatan ini terletak di pinggang Gunung Api Purba Nglanggeran, Dusun Nglanggeran Wetan, Patuk, Gunungkidul. Dulunya telaga ini merupakan bukit yang kemudian bagian atasnya dipotong untuk dijadikan tempat penampungan air. Air biasanya digunakan untuk mengairi perkebunan petani saat musim kemarau.
Lalu pada Februari 2013, Sri Sultan Hamengku Buwono X meresmikan
tempat penampungan air tersebut dan selanjutnya menjadi obyek wisata.
Begitu dibuka, Embung Nglanggeran langsung membuat masyarakat merasa
penasaran sehingga tertarik untuk berkunjung. Maka tak heran bila
sekarang obyek wisata tersebut ramai dikunjungi.
Salah satu daya pikat telaga buatan ini adalah lokasinya yang unik dan pemandangan yang sangat mempesona, walaupun hanya bisa sekadar melihat jernihnya air ditambah dengan suasana yang tenang akan semakin syahdu menjelang matahari terbenam.
Perpaduan sinar matahari senja dengan perbukitan hijau mampu menghipnotis mata siapapun yang memandangnya. Pemandangan itu juga akan terefleksi di permukaan air. Maka dari itu, waktu terbaik untuk mengunjungi telaga buatan ini adalah sore hari.
Walau begitu, wisatawan bisa datang dari siang karena di sekitar
telaga terdapat gazebo yang bisa digunakan untuk bersantai. Selain itu
wisatawan juga bisa mengabadikan beberapa foto dengan latar belakang
perbukitan hijau. Tapi ingat, jangan mencoba berenang apalagi
menyemplungkan sesuatu ke dalam telaga.
Untuk menuju Embung Nglanggeran, wisatawan bisa mengambil rute menuju Jalan Wonosari dan melanjutkan perjalanan ke daerah Piyunga. Kemudian ambil arah menuju Bukit Patuk/Hargodumilah atau "Bukit Bintang", tiba di perempatan belok ke kiri dan menuju Desa Ngoro-Oro.
Sesampainya di pertigaan setelah UPT Puskesmas Patuk II belok ke
kanan dan terus ikuti papan penunjuk jalan menuju Kebun Buah
Nglanggeran. Dari situ obyek wisata sudah semakin dekat, namun wisatawan
harus mendaki puluhan anak tangga terlebih dahulu. Meskipun lelah, tapi
semua perjalanan itu akan terbayar sesampainya di atas bukit.
(okezone.com)
Traveler
Menjaga Warisan Leluhur, Dirjend Perhutanan Sosial Kunjungi Hutan Adat Imbo Putui Kenegerian Petapahan
PETAPAHAN-Pada Minggu, 21 Juni 2026, Hutan Adat Imbo Putui Kenegerian Petapahan menerima kunjungan Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan, Ibu Catur Endah Prasetiani, S.Si., M.T., b
Kapolres Rohil Pimpin Apel Siaga, Perkuat Sinergi Cegah Karhutla
BALAIJAYA-Kapolres Rokan Hilir AKBP Isa Imam Syahroni, S.I.K., M.H., memimpin Apel Siaga Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bersama PT Salim Ivomas Pratama Tbk dan Pemerintah Kabupaten
PWP Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Tebar Kepedulian bagi Anak-anak Kurang Mampu dan Lansia Dhuafa
PEKANBARU - Persatuan Wanita Patra (PWP) Tingkat Wilayah PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai (Kilang Pertamina Dumai) memaknai Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 dengan menghadirkan inisiatif dan k
Petani Rambahan Logas Tanah Darat Kuansing Sukses Sulap Hutan Kemasyarakatan Jadi Sumber ‘Cuan’ Lewat Agroforestri
PEKANBARU - Kelompok Usaha Perhutanan Sosial di Desa Rambahan, Logas Tanah Darat, Kuantan Singingi, Riau terbukti sukses memaksimalkan program Hutan Kemasyarakatan untuk mendongkrak ekonomi warga sete
Pelarian Panjang DPO Sabu 15 Kg Bengkalis Berakhir di Tangan Polisi
BENGKALIS - Pelarian panjang seorang buronan kasus narkotika kelas kakap di Provinsi Riau akhirnya terhenti. Pria berinisial A (48) yang telah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) selama hampir tiga t