Travel
Meski Dijuluki Surga Dunia, Pulau Ini Sepi Pengunjung
Kamis, 22 Feb 2018 08:44
BANYAK orang yang memilih untuk berwisata ke destinasi yang menyimpan keindahan alam atau kebudayaan tradisional yang tidak ditemukan di tempat lain. Maka tak heran bila pemerintah sejumlah daerah terus memperbaiki objek wisata dan mengeksplorasi kebudayaan untuk diperkenalkan kepada wisatawan.
Kunjungan wisatawan dapat memengaruhi laju pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Semakin banyak wisatawan yang datang, semakin banyak pemasukan yang akan diterima. Namun ternyata, tidak selamanya keindahan alam dan budaya dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung.
Contohnya adalah Pulau Tuvalu yang terletak di antara Hawaii dan Australia. Potensi alam yang dimiliki oleh pulau tersebut bisa dikatakan sebagai surga dunia. Sayangnya minat kunjungan wisatawan ke sana masih rendah.
Menurut sebuah laporan dari United Nations World Tourism Organization (UNWTO), pulau tersebut masuk dalam kategori destinasi yang paling tidak dikunjungi. Jumlah wisatawan yang datang hanya 2.000 orang saja per tahunnya. Kondisi ini berbanding terbalik dengan pulau terdekatnya yaitu Kiribati yang mendapatkan jumlah kunjungan hampir tiga kali lipat lebih banyak. Demikian seperti yang dilansir dari Independent, Kamis (22/2/2018).
Padahal, Tuvalu termasuk pulau yang aman serta nyaman untuk dikunjungi karena tingkat kejahatan yang rendah dan iklim tropis yang hangat dan kejahatan rendah.
Di pulau tersebut wisatawan juga bisa melihat kemegahan arsitektur, pepohonan palem di sekitaran pantai, dan pemandangan bawah laut yang indah. Ada pula budaya lokal dan tradisional yang kuat serta tetap hidup di tengah masyarakat.
Wisatawan juga bisa menyaksikan beragam tarian tradisional serta berburu kerajinan tangan karya masyarakat setempat seperti keranjang tenun dan ukiran kayu.
Di bagian utama pulau ini yaitu Funafuti, wisatawan dapat mengunjungi kawasan konservasi dimana didalamnya terdapat beberapa terumbu karang terbaik dan laguna yang indah. Habitatnya yang beragam juga menjadikan konservasi tersebut tempat yang ideal untuk menyelam atau snorkeling.
Bagi wisatawan yang tertarik mengunjungi pulau ini, ada baiknya segera menentukan jadwal. Sebab, beberapa waktu lalu PBB mengungkapkan jika Tuvalu bisa hilang karena kenaikan permukaan air laut yang disebabkan oleh perubahan iklim.
Mengenai akomodasi, wisatawan tidak perlu merasa khawatir. Pasalnya, meskipun jarang dikunjungi, di sana dapat ditemukan dengan mudah wisma hingga apartemen yang disewakan.
(okezone.com)
Traveler
Dandim 1710/Mimika Ajak Warga Jaga Persaudaraan dalam Prosesi Perdamaian Perang Suku di Kwamki Narama
Mimika-Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Jozanda, hadir dan mengawal langsung prosesi perdamaian perang suku yang berlangsung di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Rabu (24/6/2026). Kehadiran Dandi
Kodim 1714/PJ dan Polri Berikan Dukungan Penuh Bersama Pemda Kab. Puncak Jaya Dalam Penyerahan SK Pengangkatan CPNS Formasi Tahun 2024
Puncak Jaya-Bertempat di Lapangan Alun-Alun Roh Kudus, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, telah dilaksanakan kegiatan Pembagian dan Penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengang
Berkacamata Hitam dan Masker, Aliansi Rakyat Sulsel Demo Dukung MBG Dilanjutkan
Sejumlah emak-emak yang masuk dalam pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) turut berpartisipasi dalam aksi demonstrasi yang dilakukan Aliansi Rakyat Sulsel untuk mendukung program Makanan Berg
Duduk Perkara Warga di Labuhanbatu Utara Tewas Dianiaya Usai Dituding Curi Sawit
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumatra Utara mengungkap kronologi kematian Luis David Hutabarat (32), warga Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumut, yang diduga mengalami p
Kejagung Selamatkan Uang Negara Rp 131,5 Triliun
Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) mencatat telah menyelamatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 131,5 triliun melalui penanganan perkara tindak pidana khusus sepanjang periode 2020 hingga 2026.J