Rabu, 24 Jun 2026
  • Home
  • Traveler
  • Objek Wisata Ketambe Diselimuti Abu Vulkanik Sinabung

Travel

Objek Wisata Ketambe Diselimuti Abu Vulkanik Sinabung

Rabu, 21 Feb 2018 08:52

KUTACANE - Sejumlah wisatawan mancanegara di objek wisata Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, lebih memilih mengurung diri dalam kamar penginapan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Sinabung.

"Sebagian dari mereka (wisman), memilih berdiam diri di kamar dalam dua hari terakhir ini," ujar pengelola penginapan Johan (45), di Ketambe, Aceh Tenggara, Selasa (20/2/2018).

Sedangkan sebagian lagi, lanjutnya, lebih memilih mengunjungi wilayah dataran tinggi dengan melakukan perjalanan menggunakan transportasi darat sekitar dua jam menuju Blangkejeren, ibu kota Kabupaten Gayo Lues.

Wisman yang mengunjugi Ketambe berasal dari Eropa dan Amerika ini, tidak bisa menikmati keindahan alam yang dijuluki paru-paru dunia itu.

Seperti diketahui, Ketambe berada di kaki Gunung Leuser di wilayah Aceh Tenggara yang merupakan taman nasional karena mempunyai hutan tropis dan kaya akan cagar alam hayati.

"Wisman ini tahu, dampak menghirup abu vulkanik akibat letusan gunung merapi. Jadi apa pun yang dilakukan mereka, cuma untuk menghindari abu vulkanik tersebut," katanya.

Ismail (37), penduduk di Ketambe yang berprofesi sebagai pemandu wisata berucap, tujuan wisman ke objek wisata lingkungan tersebut adalah melakukan kegiatan yang bersentuhan dengan alam sekitar.

Sebab, terangnya, berbagai flora dan fauna hidup secara damai di Ketambe. Diantaranya seperti burung, monyet, dan orangutan, bebas bergelantungan di pohon yang dilintasi oleh Sungai Alas, sangat cocok bagi pecinta arung jeram.

"Turis terpaksa menunda untuk melakukan aktivitas 'river rafting', 'trekking', dan melihat kehidupan satwa liar yang hidup di alam bebas gara-gara abu vulkanik Sinabung," sebutnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh menyatakan, debu vulkanik dari erupsi Gunung Sinabung telah menyebar hingga beberapa wilayah di Aceh akibat terbawa angin.

Petugas Pengamat Gunung Sinabung Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), M Nurul Saori mengatakan, erupsi pada Senin, (19/2), pagi tersebut lebih besar dari erupsi sebelumnya.

Setelah erupsi pukul 08.53 WIB tersebut, Gunung Sinabung mengalami beberapa erupsi susulan meski frekuensi lebih rendah. Disebabkan letusannya cukup kuat, erupsi pertama tersebut memunculkan semburan awan panas hingga mencapai 5.000 meter lebih. "Alat ukur kita sempat 'error' karena cukup tinggi," katanya.

Ia menerangkan, awan yang keluar dalam erupsi tersebut juga menyebar hingga 4,9 kilometer ke arah Selatan dan mencapai 3,5 kilometer ke arah Timur dan Tenggara.

Debu vulkanik dari erupsi Gunung Sinabung itu, terpantau terbang ke arah Selatan dan Barat sesuai arah tiupan angin saat itu.

(okezone.com)

Traveler
Berita Terkait
  • Rabu, 24 Jun 2026 18:35

    Dandim 1710/Mimika Ajak Warga Jaga Persaudaraan dalam Prosesi Perdamaian Perang Suku di Kwamki Narama

    Mimika-Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Jozanda, hadir dan mengawal langsung prosesi perdamaian perang suku yang berlangsung di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Rabu (24/6/2026). Kehadiran Dandi

  • Rabu, 24 Jun 2026 17:36

    Kodim 1714/PJ dan Polri Berikan Dukungan Penuh Bersama Pemda Kab. Puncak Jaya Dalam Penyerahan SK Pengangkatan CPNS Formasi Tahun 2024

    Puncak Jaya-Bertempat di Lapangan Alun-Alun Roh Kudus, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, telah dilaksanakan kegiatan Pembagian dan Penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengang

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:41

    Berkacamata Hitam dan Masker, Aliansi Rakyat Sulsel Demo Dukung MBG Dilanjutkan

    Sejumlah emak-emak yang masuk dalam pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) turut berpartisipasi dalam aksi demonstrasi yang dilakukan Aliansi Rakyat Sulsel untuk mendukung program Makanan Berg

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:29

    Duduk Perkara Warga di Labuhanbatu Utara Tewas Dianiaya Usai Dituding Curi Sawit

    Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumatra Utara mengungkap kronologi kematian Luis David Hutabarat (32), warga Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumut, yang diduga mengalami p

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:04

    Kejagung Selamatkan Uang Negara Rp 131,5 Triliun

    Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) mencatat telah menyelamatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 131,5 triliun melalui penanganan perkara tindak pidana khusus sepanjang periode 2020 hingga 2026.J

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.