Travel
Pasca-Kebakaran, Kunjungan ke Museum Bahari Masih Diminati
Rabu, 14 Feb 2018 11:56
Tepat pukul 08.55 WIB Museum Bahari yang memuat banyak koleksi kemaritiman Indonesia terbakar. Bangunan museum di sisi utara terbakar dan koleksinya juga dilalap api seperti miniatur model kapal dan alat-alat navigasi pelayaran.
Museum yang berlokasi di Jalan Pasar Ikan nomer 1 Sunda Kelapa, Jakarta Utara ini memiliki sejarah perjalanan panjang. Mulai dari zaman VOC bangunannya itu sempat dijadikan gudang rempah, hingga kini memuat berbagai koleksi kemaritiman dari berbagai daerah di Indonesia.
Namun terbakarnya Museum Bahari di kawasan Jakarta Utara ini, tidak menyurutkan para pelajar dari SMA Sumbangsih untuk tetap mencari ilmu dari sejarah yang berada di Museum Bahari alam kesempatan itu, puluhan pelajar tampak semangat mendengarkan pemandu menjelaskan setiap detailnya dari Museum Bahari.
Dalam kegiatan tersebut, para pelajar yang rata-rata baru menginjak Museum mengaku kagum dengan bagunan peninggalan VOC tersebut. Beberapa hal seperti rahasia penyimpanan harta berharga VOC ternyata ditempatkan di tempat itu.
"Ternyata banyak sejarahnya di sini. Saya baru tahu, dulunya disini banyak disimpan rempah-rempah sebelum dikirim ke Belanda," ujar Danindra, pelajar kelas 11 SMA Sumbangsih, Jakarta.
Selain menjadi tempat penyimpanan harta berharga VOC, museum itu juga sempat digunakan menjadi gudang logistik dan senjata. Danindra menilai koleksi maritim yang berada di bagunan tertua peninggalan VOC itu menjadi yang paling lengkap.
Menurut Kepala Museum Bahari Husnison Nizar, bagian tertua dari museum ini mulai dibangun pada 1652 semasa akhir kepemimpinan Gubernur Jendral Christoffel van Swoll. Pembangunannya pun dilaksanakan bertahap hingga 1774.
"Pada masa VOC, gedung ini berfungsi sebagai gudang penyimpanan, pemilihan, penjemuran, dan pengepakan rempah-rempah. Pada saat itu rempah yang banyak di sini seperti kopi, dan teh," ungkapnya.
Selain itu sisi barat Museum Bahari dulunya dikenal dengan sebutan Westzijdsche Pakhuizen atau Gudang Barat, juga kerap digunakan untuk penyimpanan sejumlah komoditi berharga yang dijual di Nusantara. Seperti tembaga, timah hingga tekstil milik VOC.
Setelah Indonesia Merdeka, bangunan ini dipakai oleh PLN dan PTT untuk gudang. Masih dalam bangunan yang sama sejak VOC, barulah Museum Bahari diresmikan pada tahun 1977 oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin, lengkap dengan menara-menara kawal VOC di dalamnya.
(okezone.com)
Traveler
Dandim 1710/Mimika Ajak Warga Jaga Persaudaraan dalam Prosesi Perdamaian Perang Suku di Kwamki Narama
Mimika-Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Jozanda, hadir dan mengawal langsung prosesi perdamaian perang suku yang berlangsung di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Rabu (24/6/2026). Kehadiran Dandi
Kodim 1714/PJ dan Polri Berikan Dukungan Penuh Bersama Pemda Kab. Puncak Jaya Dalam Penyerahan SK Pengangkatan CPNS Formasi Tahun 2024
Puncak Jaya-Bertempat di Lapangan Alun-Alun Roh Kudus, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, telah dilaksanakan kegiatan Pembagian dan Penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengang
Berkacamata Hitam dan Masker, Aliansi Rakyat Sulsel Demo Dukung MBG Dilanjutkan
Sejumlah emak-emak yang masuk dalam pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) turut berpartisipasi dalam aksi demonstrasi yang dilakukan Aliansi Rakyat Sulsel untuk mendukung program Makanan Berg
Duduk Perkara Warga di Labuhanbatu Utara Tewas Dianiaya Usai Dituding Curi Sawit
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumatra Utara mengungkap kronologi kematian Luis David Hutabarat (32), warga Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumut, yang diduga mengalami p
Kejagung Selamatkan Uang Negara Rp 131,5 Triliun
Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) mencatat telah menyelamatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 131,5 triliun melalui penanganan perkara tindak pidana khusus sepanjang periode 2020 hingga 2026.J