Travel
Peneliti China Rancang Pesawat yang Bisa Tempuh Beijing-New York hanya 2 Jam
Sabtu, 24 Feb 2018 14:56
PERKEMBANGAN teknologi terus membuat ilmuwan mengeksplorasi kemampuannya. Baru-baru ini peneliti dari China merencanakan untuk merancang sebuah jet hipersonik. Pesawat tersebut diklaim bisa melaju sejauh 6.000 km/jam yang artinya lima kali lebih cepat dari kecepatan suara.
Tim peneliti dari Chinese Academy of Sciences mengatakan bahwa pesawat tersebut nantinya dapat mengangkut penumpang dan kargo dari Beijing ke New York hanya dalam waktu dua jam. Sebagaimana diketahui, perjalanan saat ini memakan waktu rata-rata 13,5 jam. Pemimpin penelitian, Cui Kai menerbitkan sebuah makalah mengenai rancangan terbaru itu di jurnal Physics, Mechanics and Astronomy.
"Butuh beberapa jam untuk melakukan perjalanan dari Beijing ke New York dengan kecepatan hipersonik. Kami telah menguji model jet skala kecil di terowongan angin dan pesawat tersebut mencapai kecepatan 8.600 km/jam dengan seret rendah dan tinggi. Untuk membandingkan, kecepatan tertinggi Concorde adalah 2.179km/jam," ungkap Cui Kai seperti yang dikutip dari Independent, Sabtu (24/2/2018).Pesawat yang dijuluki I Plane itu memiliki desain dua lapisan sayap untuk mengurangi turbulensi dan seret. Peneliti juga berusaha untuk menciptakan lebih banyak lift. Di sisi lain, perjalanan hipersonik telah meningkat akhir-akhir ini.
"Ini pasti berada dalam wilayah kemungkinan. Saya pikir sekarang kita memiliki teknologi untuk benar-benar melakukannya," ujar Dr Kevin Bowcutt, rekan teknis senior dan ilmuwan kepala hipersonik untuk Riset dan Teknologi Boeing. Sebelumnya Boeing telah meluncurkan X-51A WaveRider-nya. Sekarang ini mereka dilaporkan tengah bekerja sama dengan Lockheed Martin untuk mengembangkan pesawat jet bertenaga tinggi.Pesawat komersial supersonik cenderung menjadi pendahulu jet hipersonik yang direncanakan oleh peneliti China. Boom Supersonic berencana memproduksi pesawat penumpang yang bisa melakukan perjalanan di MACH 2.2, atau 2.335km/jam yang direncanakan masuk layan pada 2023. Pesawat tersebut diklaim bisa membawa 50 penumpang, terbang dari New York ke London dalam waktu tiga jam dan 15 menit.
Akan tetapi perjalanan dengan pesawat tersebut tidaklah murah. Tarif diperkirakan menghabiskan biaya sekira $ 2.500 sekali jalan atau setara dengan Rp 34,1 juta. Bukan tidak mungkin jika pesawat yang dirancang oleh peneliti China itu mengeluarkan biaya yang besar juga.
(okezone.com)
Traveler
Dandim 1710/Mimika Ajak Warga Jaga Persaudaraan dalam Prosesi Perdamaian Perang Suku di Kwamki Narama
Mimika-Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Jozanda, hadir dan mengawal langsung prosesi perdamaian perang suku yang berlangsung di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Rabu (24/6/2026). Kehadiran Dandi
Kodim 1714/PJ dan Polri Berikan Dukungan Penuh Bersama Pemda Kab. Puncak Jaya Dalam Penyerahan SK Pengangkatan CPNS Formasi Tahun 2024
Puncak Jaya-Bertempat di Lapangan Alun-Alun Roh Kudus, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, telah dilaksanakan kegiatan Pembagian dan Penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengang
Berkacamata Hitam dan Masker, Aliansi Rakyat Sulsel Demo Dukung MBG Dilanjutkan
Sejumlah emak-emak yang masuk dalam pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) turut berpartisipasi dalam aksi demonstrasi yang dilakukan Aliansi Rakyat Sulsel untuk mendukung program Makanan Berg
Duduk Perkara Warga di Labuhanbatu Utara Tewas Dianiaya Usai Dituding Curi Sawit
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumatra Utara mengungkap kronologi kematian Luis David Hutabarat (32), warga Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumut, yang diduga mengalami p
Kejagung Selamatkan Uang Negara Rp 131,5 Triliun
Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) mencatat telah menyelamatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 131,5 triliun melalui penanganan perkara tindak pidana khusus sepanjang periode 2020 hingga 2026.J