Aditya Prahara
Tampak Keindahan Potensi Wisata Alam Kolam Buaya Kecamatan Kateman yang kini Juga Menjadi Sebagai Sumber Air PDAM TI Unit Guntung
KATEMAN - Kecamatan Kateman adalah suatu daerah yang merupakan bagian dari Negeri Bumi Hamparan Kelapa Dunia kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau, terletak dibagian utara Inhil yang berbatasan langsung dengan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Sungai Guntung yang menjadi Ibukota Kecamatan sangat terkenal akan kemajuan Indsutrinya yang sangat pesat, hal tersebut dikarenakan Sungai Guntung merupakan tetangga dari Pulau sambu atau yang lebih di kenal dengan PT. Pulau Sambu, hal ini karena letaknya yang berhadapan langsung dengan Pulau Sambu dan dapat dilihat dari banyaknya Perusahaan-perusahaan perkebunan yang berdiri di Kecamatan Kateman itu.
Tidak hanya terkenal dengan kawasan Industrinya, di Sungai Guntung juga terdapat Cagar wisata alam yang kaya akan nilai-nilai sejarah yaitu "Kolam Buaya" yang konon katanya sempat menjadi tempat paporit masyarakat setempat dan sekitar kecamatan Kateman dan kini seakan-akan seperti terlupakan.
Selain kaya akan nilai-nilai sejarah, dimana dulunya "Kolam Buaya" diceritakan menjadi tempat yang sangat sakral dan penuh akan nilai-nilai mistis, yang terletak di sudut ibu kota Kecamatan Kateman Sungai Guntung, tepatnya berada di Parit 8 darat.
Letak "Kolam buaya" yang jika ditempuh menggunakan sepeda motor hanya memakan waktu 20 menit dari Sungai Guntung tersebut dulunya juga diyakini oleh masyarakat kateman adalah sebagai tempat hidupnya buaya putih dan disekitarnya juga terdapat tujuh kobangan atau kolam air.
Namun sayang seribu kali sayang, saat ini "kolam buaya" tersebut tidaklah terawat lagi dan bahkan hampir terlupakan oleh masyarakat serta pemerintah setempat, dan telah menjadi sumber mata air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indragiri Unit sungai guntung untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat.
Melihat kondisi yang ada membuat salah seorang Pemuda Sungai Guntung, Kiky noviato, merasa terpanggil untuk mengangkat kembali situs wisata kolam buaya tersebut. "Sayang, jika situs wisata kolam buaya ini dibiarkan begitu saja, kolam ini tempat peninggalan sejarah, yang ceritanya sudah turun temurun diyakini masyarakat sini, kolam ini adalah bagian dari sejarah perjalanan masyarakat kateman khususnya sungai guntung," ungkap Kiky ketika berbincang dengan reporter Spiritriau.Com belum lama ini.
"Masyarakat dan pemerintah Kateman harus kembali mengangkat situs wisata cagar alam ini, agar terjaga dan terawat serta menjadi tempat wisata untuk masyarakat, nantinya tentu akan memberikan dampak positif khususnya terhadap ekonomi masyarakat dan eksistensi wisata serta budaya kecamatan Kateman," sambung Kiky yang merupakan Ketua Solidaritas Pemuda Kateman (SPK).
Ditempat yang bersamaan, senada dengan ungkapan Kiky, Fitrawir Armadhani atau yang lebih dikenal dengan sapaan Doni dikalangan Aktivis Mahasiswa Inhil, merupakan pemuda asal Kateman yang saat ini baru saja menyelesaikan pendidikan S1 nya di Universitas Islam Indragiri (UNISI), mengajak seluruh pemuda-pemudi kecamatan kateman saling turun tangan untuk saling menjaga dan melestarikan situs wisata dan peninggalan sejarah yang ada dikateman tersebut.
"Mari kita pemuda kecamatan kateman saling turun tangan untuk saling menjaga dan melestarikan situs wisata dan peninggalan sejarah yang ada dikateman ini, sebab itu merupakan identitas kecamatan kateman," tandasnya. (dit)
Traveler