Rabu, 24 Jun 2026
  • Home
  • Traveler
  • Pulau Komodo: Dipuji Media Australia, Disoroti Media Inggris

Travel

Pulau Komodo: Dipuji Media Australia, Disoroti Media Inggris

Senin, 23 Apr 2018 10:43
(News Australia)
News Australia menyebut Pulau Komodo sebagai tempat yang indah
Jakarta - Pulau Komodo sedang mencuri perhatian internasional. Jika di bulan Februari 2018 kemarin dipuji media Australia, kini sedang disoroti media Inggris.

Pulau Komodo yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Komodo merupakan salah satu destinasi terindah di NTT. Dari dunia bawah lautnya sampai ke puncak perbukitannya, menampilkan panorama alam yang indah. Belum lagi, 'Si Naga Purba' alias komodo yang merupakan satwa yang hanya ada di sana.

Bulan Februari kemarin dalam catatan detikTravel, News Australia memberitakan tentang Pulau Komodo. Media asal Australia ini menulisnya dengan judul 'Komodo Island, Indonesia: Inside the real life Jurassic Park'.

Artikel mengenai Pulau Komodo itu ditulis oleh Sangeeta Kocharekar. Dia menceritakan pengalamannya saat mengunjungi Pulau Komodo dan beberapa pulau lainnya di Taman Nasional Komodo.

Screenshot News AustraliaScreenshot News Australia Foto: (News Australia)


Dia menuliskan pengalamannya melihat komodo dari dekat dan berfoto-foto. Dia juga melanjutkan perjalanan ke Pantai Pink di Pulau Komodo. Lalu dia trekking ke Pulau Padar dan bersantai di Pulau Kanawa.

"Sebuah persilangan antara kehidupan nyata dan Jurassic Park di Pulau Komodo. Rusa-rusa di pinggiran pantai, babi-babi hutan di semak-semak dan komodo yang mengintainya," tulis Sangeeta.

Baru-baru ini, The Guardian yang merupakan media asal Inggris juga mengulas tentang Pulau Komodo. Tapi berbeda temanya, bukan keindahan alam melainkan dunia bawah laut Pulau Komodo yang pelan-pelan hancur.

Dilihat detikTravel pada The Guardian, Minggu (22/4/2018) The Guardian menerbitkan tulisan 'Destroying the world's natural heritage: 'Komodo is reaching a tipping point'. Ditulis oleh Kate Lamb, berisikan wawancara dengan operator selam di Pulau Komodo, Ed Statham.

Menurut Ed Statham, dirinya melihat penangkapan ilegal yang dapat merusak dunia bawah laut Pulau Komodo. "Itu penangkapan ilegal, penambatan di tempat selam dan mengincar ikan hiu. Itu terjadi dalam skala besar. Jika terus seperti ini, Pulau Komodo akan mencapai titik kritis dalam beberapa tahun ke depan," katanya.

Screenshot The GuardianScreenshot The Guardian


Tentu, amat disayangkan jika benar terjadi penangkapan ikan ilegal sampai merusak dunia bawah laut Pulau Komodo. Bahkan kabarnya, Pulau Komodo juga sudah masuk calon daftar Situs Warisan Dunia UNESCO.

"Pulau Komodo belum masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia. Tetapi jika masalahnya serius, kami juga bisa turun tangan," kata Dr Fanny Douvere, Koordinator Program kelautan UNESCO.

Kembali ke Statham, dia menyesalkan ada penangkapan ikan ilegal yang sampai merusak alam bawah laut Pulau Komodo. Dia meminta ada tindakan dari pihak berwenang terkait hal ini.

(detik.com)
Traveler
Berita Terkait
  • Selasa, 23 Jun 2026 16:43

    Menjaga Warisan Leluhur, Dirjend Perhutanan Sosial Kunjungi Hutan Adat Imbo Putui Kenegerian Petapahan

    PETAPAHAN-Pada Minggu, 21 Juni 2026, Hutan Adat Imbo Putui Kenegerian Petapahan menerima kunjungan Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan, Ibu Catur Endah Prasetiani, S.Si., M.T., b

  • Selasa, 23 Jun 2026 16:30

    Kapolres Rohil Pimpin Apel Siaga, Perkuat Sinergi Cegah Karhutla

    BALAIJAYA-Kapolres Rokan Hilir AKBP Isa Imam Syahroni, S.I.K., M.H., memimpin Apel Siaga Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bersama PT Salim Ivomas Pratama Tbk dan Pemerintah Kabupaten

  • Selasa, 23 Jun 2026 16:14

    PWP Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Tebar Kepedulian bagi Anak-anak Kurang Mampu dan Lansia Dhuafa

    PEKANBARU - Persatuan Wanita Patra (PWP) Tingkat Wilayah PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai (Kilang Pertamina Dumai) memaknai Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 dengan menghadirkan inisiatif dan k

  • Selasa, 23 Jun 2026 15:30

    Petani Rambahan Logas Tanah Darat Kuansing Sukses Sulap Hutan Kemasyarakatan Jadi Sumber ‘Cuan’ Lewat Agroforestri

    PEKANBARU - Kelompok Usaha Perhutanan Sosial di Desa Rambahan, Logas Tanah Darat, Kuantan Singingi, Riau terbukti sukses memaksimalkan program Hutan Kemasyarakatan untuk mendongkrak ekonomi warga sete

  • Selasa, 23 Jun 2026 14:43

    Pelarian Panjang DPO Sabu 15 Kg Bengkalis Berakhir di Tangan Polisi

    BENGKALIS - Pelarian panjang seorang buronan kasus narkotika kelas kakap di Provinsi Riau akhirnya terhenti. Pria berinisial A (48) yang telah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) selama hampir tiga t

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.