Rabu, 24 Jun 2026
  • Home
  • Traveler
  • Rakornas Pariwisata di Bali Cetuskan Istilah Nomadic Tourism, Apa Itu?

Travel

Rakornas Pariwisata di Bali Cetuskan Istilah Nomadic Tourism, Apa Itu?

Kamis, 22 Mar 2018 15:41
Liputan6.com
Albin dan Kevin berlayar menggunakan perahu dengan membawa barang dagangan ke Pink Beach, Taman Nasional Komodo, Sabtu, (9/10). Mereka berlayar dari Pulau Komodo menggunakan perahu kecil berbahan bakar solar. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

 Jakarta Dalam Rakornas Pariwisata I 2018 yang digelar di Bali Nusa Dua Convention Center hari ini, Kamis 22 Maret, Menteri Pariwisara Arief Yahya memperkenalkan istilah Nomadic Tourism kepada semua peserta rapat. Menurut Arief Yahya, nomadic tourism akan menjadi konsep pariwisata di Indonesia yang akan mendunia.

PIC Program Nomadic Tourism, Waizly Darwin menurut informasi yang diterima Liputan6.com mengatakan, intinya nomadic tourism dari sisi aksesibilitas menginginkan konsep yang simpel. Dengan konsep ini, wisatawan bisa lebih cepat sampai ke destinasi. Apalagi Indonesia merupakan negara kepulauan, aksesibilitas yang tepat dan dianggap sangat efektif adalah seaplane, helicopter city, dan lifeboat."Untuk aksesibilitas, dibutuhkan solusi yang sesuai. Aksesibilitas fokus ke kondisi sekarang yang sedang tren. Kebutuhan ini harus dikejar karena pengembara dunia suka akses yang simpel. Ketiga moda itu sangat mengakomodir. Jumlah seaplane harus ditambah karena saat ini jumlahnya hanya puluhan. Momentumnya pas, pemerintah banyak lakukan deregulasi," terang Waizly. 

Selain aksesibilitas, nomadic amenitas juga harus dikembangkan. Amenitas yang disiapkan juga harus sesuai selera para pengembara dunia jaman now ini. Ada beberapa treatment untuk nomadic amenitas ini seperti glamping camp, caravan, juga homepods. 

Weizly menerangkan, nomadic tourism secara umum harus memberikan sensasi baru bagi para traveler dunia.

"Para pengembara dunia ini suka kejutan. Harus ada sesuatu yang baru agar dicermati. Fokuskan semua dari kebutuhan customer. Sebab, atraksi di Indonesia itu luar biasa," katanya menambahkan.

Dijelaskanya aksesibilitas dan amenitas nomadic tourism untuk sementara akan difokuskan untuk 10 Destinasi Prioritas atau Bali Baru. Ada 4 destinasi yang dijadikan pilot project. Yaitu Danau Toba, Labuan Bajo, Mandalika, juga Borobudur. 

"Sementara Nomadic Tourism difokuskan di 4 destinasi Bali Baru tersebut.  Semua akan diupayakan di sana. Harapannya, ini bisa ditiru oleh destinasi lainnya," katanya lagi. 

Aksesibilitas dan amenitas kekinian memang diperlukan untuk mendukung atraksi. Terlebih, destinasi pariwisata Indonesia unggul secara nature, culture, juga manmade. 

"Atraksi pun idealnya sesuai dengan selera mereka. Indonesia bagus di semua lini atraksi. Indonesia nomor satu dunia untuk digital nomad. Kondisi ini tentu jadi potensi besar yang harus dioptimalkan dengan dukungan aksesibilitas dan amenitas. Sebab, jumlah pengembara dunia sangat besar," ujar Waizly lagi. 

Menurut data Kementerian Pariwisata, jumlah backpacker saat ini di dunia mencapai 39,7 juta orang. Mereka terbagi dalam 3 kelompok besar, yaitu Flashpacker atau digital nomad memiliki potensi sekitar 5 juta orang. Mereka menetap sementara di suatu destinasi sembari bekerja. 

Kelompok lainnya adalah Glampacker atau familiar sebagai milenial nomad. Glampacker ini jumlahnya 27 juta orang di dunia. Mereka mengembara diberbagai destinasi dunia yang instagramable. 

Kelompok pengembara dunia lainnya adalah Luxpacker atau Luxurious nomad. Kaum luxpacker ini berjumlah 7,7 juta orang. Mereka mengembara untuk melupakan hiruk pikuk aktivitas dunia. 

"Kesimpulannya adalah, kita harus tau apa yang mereka mau. Kesemua elemen ini harus dipelajari. Perilaku para pengembara ini seperti apa, itu juga harus diketahui. Bahkan, destinasinya seperti apa yang mereka mau juga harus dipetakan. Semua akan dibedah satu per satu di Rakornas," tegasnya. 

 (Liputan6.com)

Traveler
Berita Terkait
  • Rabu, 24 Jun 2026 11:22

    Perkuat Fisik, Mental, dan Kesiapsiagaan, Personel Lanud Sjamsudin Noor Asah Kemampuan Bela Diri Taktis

    Banjarbaru - Dalam upaya meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan prajurit, Lanud Sjamsudin Noor menggelar latihan Bela Diri Taktis (BDT) yang diikuti oleh seluruh personel militer di Lapangan Amarta

  • Rabu, 24 Jun 2026 11:15

    Atlet Tinju Jadi Korban Penganiayaan Brutal di Lampung

    Jakarta - Seorang atlet tinju Lampung yang telah memastikan tiket menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2026 di Manado diduga menjadi korban penganiayaan brutal di kawasan Kompleks Gedung Ola

  • Rabu, 24 Jun 2026 11:12

    KPK Usut Dugaan Rp 30 Miliar Masuk Kantong Pegawai Bea Cukai

    Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami fakta persidangan terkait dugaan aliran dana sebesar Rp 30 miliar kepada pegawai Bea Cukai, Ahmad Dedi alias Dedi Congor, dalam perkara suap impo

  • Rabu, 24 Jun 2026 10:20

    Kabel Internet Semraut, Anggota DPRD Dumai Langsung Potong, Wawako Dumai Turun ke Lokasi

    DUMAI - Wakil Wali Kota (Wawako) Dumai, Sugiyarto bersama anggota DPRD Kota Dumai dari Komisi II melakukan pengawasan sekaligus penertiban kabel optik milik sejumlah provider yang dinilai semrawut dan

  • Rabu, 24 Jun 2026 10:16

    Polsek Tanah Putih Gelar KRYD, Ciptakan Situasi Kamtibmas yang Aman dan Kondusif

    TANAHPUTIH-Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, personel Polsek Tanah Putih melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) pada Selasa, 23 Juni 2026, sekitar pukul 09.00 WIB

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.