Jakarta Riau mulai mencuat namanya menjadi salah satu provinsi
dengan beragam destinasi wisata yang makin digemari banyak wisatawan,
termasuk wisatawan mancanegara. Data resmi Kementerian Pariwisata
sendiri mengungkap, Riau menjadi provinsi yang mengalami kemajuan pesat,
dan berada di peringkat dua dalam hal pengembangan pariwisata setelah
Sulawesi Utara.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Fahmizal, menurut informasi yang diterima Liputan6.com,
Senin (12/2/2018) mengatakan, sepanjang 2017 ada sekitar 101.904 wisman
berkunjung ke Riau. Angka tersebut merupakan capaian surplus 44.388
atau menembus 177 persen dari target yang telah ditentukan.
"Antara realisasi dengan target tahun 2017 sangat positif. Jumlah
kunjungan wisman jauh melebihi target. Kalau dibandingkan dengan 2016,
selisihnya jauh. Sebab, jumlah kunjungan wisman 2016 hanya 66.130 dengan
target 54,388 orang," ungkap Fahmizal.
Melihat prospek yang cerah tersebut, wisata Riau
langsung mematok target 60.824 buat wisatawan mancanegara atau naik
3.308 orang untuk 2018. Kemudian buat di 2019, target ditambah lagi
sebesar 64.332 orang.
Sementara itu, buat wisatawan Nusantara di 2018 dipatok 6.550.120
orang, target ini akan terus ditambah di 2019 menjadi 6.828.150 orang.
Belum lagi dengan rata-rata wisatawan lama tinggal. Targetnya menjadi
3,75 hari di 2018, untuk 2019 maka durasi menjadi 3,90 hari.
"Kami sudah memiliki perhitungan target kunjungan wisatawan dan lama
mereka tinggal di sini. Kami harus terus melakukan evaluasi. Tujuannya
agar wisatawan yang datang itu lebih banyak dan mau tinggal lebih lama
lagi," urai Fahmizal.
Jurus Jitu Pemda Riau
Untuk lebih mendongkrak wisata Riau,
pemerintah setempat telah mempersiapkan beberapa jurus jitu. Salah
satunya adalah dengan berinovasi mengembangkan dan menciptakan destinasi
wisata baru, antara lain seperti Kampung Selfie di Tembilahan. Selain
itu juga dikembangkan konsep wisata bahari terpadu Pantai Marina Puak
yang segera berdiri di Dumai. Pantai ini rencananya akan dilengkapi
apnggung hiburan, pusat cenderamata, dan beragam fasilitas wisata
lainya.
Kemudahan akses juga menjadi perhatian penting pemda Riau dalam usaha
mengembangkan pariwisata kawasan tersebut. Untuk jalur darat, akses
sudah dihubungkan oleh jaringan jalan yang tersambung dari arah Padang
di sebelah baray, Medan di utara, dan Jambi di bagian selatan. Di sisi
udara, Bandara Sultan Syarif Kasim II menjadi salah satu bandar udara
tersibuk di Sumatera, dan dicanangkan menjadi bandara internasional.
Pintu Gerbang Internasional
Pelabuhan
di Riau adalah Pelabuhan Dumai yang berada 200 kilometer dari Kota
Pekanbaru, Pelabuhan Bandar Sri Laksamana Bengkalis, berada di Kota
Bengkalis, Pelabuhan Tanjung Harapan Selat Panjang Kepulauan Meranti,
Pelabuhan di Kuala Enok Indragiri Hilir, Pelabuhan Internasional di
Siak, Pelabuhan Panipahan Rokan Hilir, terakhir Pelabuhan Sungai Duku di
Pekanbaru.
"Riau berada di pintu gerbang internasional, seperti Malaysia,
Singapura, dan Thailand. Sehingga, mempengaruhi pertumbuhan di sektor
industri dan pariwisata. Pelabuhan-pelabuhan ini terus dibenahi. Karena,
menjadi ikon pertumbuhan di Riau dan Indonesia," ungkap Fahmizal
menambahkan.
(liputan6.com)
Traveler