Kamis, 25 Jun 2026
  • Home
  • Traveler
  • Rumah Pengasingan Soekarno yang Bersejarah Bisa Jadi Tempat Wisata saat Lebaran

Travel

Rumah Pengasingan Soekarno yang Bersejarah Bisa Jadi Tempat Wisata saat Lebaran

Rabu, 30 Mei 2018 09:51
okezone.com
Rumah Pengasingan Soekarno

MENYAMBUT Lebaran, masyarakat Indonesia memiliki kebiasaan untuk menghabiskan liburannya untuk bertemu keluarga besar di kampung halaman. Meski demikian tak jarang beberapa masyarakat menghabiskan waktunya hanya sekadar untuk berlibur menuju tempat wisata.

Bagi kalian yang memutuskan berlibur ke Kota Bengkulu, tak ada salahnya untuk datang untuk menyusuri sejarah Rumah Pengasingan Soekarno. Arsitektur rumah ini masih terlihat jadul, namun banyak hal-hal penting yang dilakukan oleh sang proklamator Indonesia selama berada di tempat tersebut.

Objek wisata Rumah Pengasingan Soekarno tersebut berada tepat di jantung kota Bengkulu, kelurahan Anggut, kecamatan Ratu Samban provinsi Bengkulu. Begitu Anda memasuki ruang tamu rumah tersebut, Anda akan disuguhkan dengan seperangkat meja dan kursi dari kayu yang pernah dipergunakan oleh Bung Karno dan keluarganya selama pengasingan di Bengkulu pada 1938-1942.

Meja dan kursi yang terbuat dari rotan tersebut masih terawat dengan baik hingga saat ini. Jika ditelusuri lebih dalam lagi, Anda akan melihat ruang kerja Bung Karno. Di tempat ini Anda bisa menemukan banyak koleksi buku pribadi Bung Karno.

Selama pengasingan, Bung Karno dikatakan memiliki sahabat dekat bernama Abdul Manaf, di rumahnya sahabatnya itu Bung Karno menitipkan buku-bukunya sebelumnya dipindahkan ke Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Pada 1985 buku-buku tersebut dipindahkan dan dipajang di tempat ini.

Rumah ini juga memiliki kamar tamu yang kerap dipergunakan oleh rekan seperjuangan Bung Karno. Di tempat ini tedapat berbagai koleksi kostum perkumpulan sandiwara Monte Carlo. Setelah menelusuri kamar tamu, para pengunjung juga bisa melihat kamar tidur Bung Karno dan Ibu Inggit Garnasih.

maju sedikit lagi, Anda bisa melihat kamar tidur yang terletak di sebelah kiri. Kamar tersebut dulunya dipakai oleh anak angkat Bung Karno yakni Ratna Djuami dan Sukarti ( yang namanya diubah menjadi Kartika).

Tak cuman ruangan, di sudut lain rumah ini terdapat sepeda tua antik milik Bung Karno. Meski demikian, sepeda tersebut hanyalah sebuah replika. Pasalnya sepeda asli milik Bung Karno bermerek Fongers yang merupakana sepeda asal Groningen, Belanda. Fongers konon tak hanya sekedar sepeda, namun sepeda ini merupakan lambang status kedudukan sosial seseorang.

(okezone.com)

Traveler
Berita Terkait
  • Rabu, 24 Jun 2026 18:35

    Dandim 1710/Mimika Ajak Warga Jaga Persaudaraan dalam Prosesi Perdamaian Perang Suku di Kwamki Narama

    Mimika-Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Jozanda, hadir dan mengawal langsung prosesi perdamaian perang suku yang berlangsung di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Rabu (24/6/2026). Kehadiran Dandi

  • Rabu, 24 Jun 2026 17:36

    Kodim 1714/PJ dan Polri Berikan Dukungan Penuh Bersama Pemda Kab. Puncak Jaya Dalam Penyerahan SK Pengangkatan CPNS Formasi Tahun 2024

    Puncak Jaya-Bertempat di Lapangan Alun-Alun Roh Kudus, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, telah dilaksanakan kegiatan Pembagian dan Penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengang

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:41

    Berkacamata Hitam dan Masker, Aliansi Rakyat Sulsel Demo Dukung MBG Dilanjutkan

    Sejumlah emak-emak yang masuk dalam pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) turut berpartisipasi dalam aksi demonstrasi yang dilakukan Aliansi Rakyat Sulsel untuk mendukung program Makanan Berg

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:29

    Duduk Perkara Warga di Labuhanbatu Utara Tewas Dianiaya Usai Dituding Curi Sawit

    Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumatra Utara mengungkap kronologi kematian Luis David Hutabarat (32), warga Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumut, yang diduga mengalami p

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:04

    Kejagung Selamatkan Uang Negara Rp 131,5 Triliun

    Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) mencatat telah menyelamatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 131,5 triliun melalui penanganan perkara tindak pidana khusus sepanjang periode 2020 hingga 2026.J

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.