Travel
Rumah Singgah Manado, Tempat Menginap Gratis Backpacker
Senin, 26 Mar 2018 09:12
BACKPACKER merupakan istilah bagi para traveler berbudget minim, berkeliling dan berpetualang dengan biaya murah, termasuk juga tempat menginap. Nah, bagi backpacker yang ingin menjelajahi kota Manado dan mencari tempat menginap gratis, datang saja ke Rumah Singgah Manado.
Rumah singgah yang didirikan oleh Sella Runtulalo sejak April 2017 itu diperuntukkan bagi traveler lokal maupun mancanegara yang ingin menginap dengan tanpa dipungut biaya sepeser pun.
Rumah singgah yang berlokasi di jalan Yos Sudarso 12 Nomor 11, Kelurahan Paal II, Kecamatan Paal II merupakan rumah penduduk pada umumnya dengan 1 kamar besar yang bisa muat 8 orang, dan 2 kamar standar yang bisa muat 2 orang.
Selain itu juga ada ruang publik tempat bersantai yang lengkap dengan colokan listrik dan wifi gratis, dapur, kamar mandi serta tempat parkir yang luas. Para traveler yang nginap di rumah singgah Manado juga mendapat breakfast gratis dan juga disediakan roti, teh dan kopi.
Rumah Singgah Manado juga menyediakan informasi wisata, penyewaan kendaraan bermotor, peralatan snorkeling dan diving. Meski tempatnya sederhana dan tidak terlalu besar, namun para traveler yang nginap disini merasa betah karena suasana keluarga yang diberikan oleh Sella membuat para traveler betah.
Traveler yang datang kadang cukup banyak sampai melebihi kapasitas kamar yang disediakan oleh rumah singgah Manado, namun mereka rela tidur meskipun hanya dengan beralaskan matras seadanya.
Hampir 98 persen traveler yang datang di rumah singgah Manado berasal dari mancanegara seperti, Amerika, Belanda, Kanada, Australia, Polandia hingga Perancis.
Ide untuk membuat rumah singgah datang begitu saja tanpa direncanakan. Awal adanya rumah singgah karena Sella yang begitu aktif dalam berbagai kegiatan pelestarian lingkungan sehingga banyak traveler mancanegara yang tertarik untuk bergabung menjadi volunteer.
Akibat banyaknya traveler yang datang bergabung untuk mengikuti kegiatan konservasi lingkungan, ikut membantu membersihkan lingkungan, saling sharing pengalaman, sehingga akhirnya dibuatlah rumah yang sedianya menjadi kantor untuk kegiatan konservasi alam berubah menjadi rumah singgah.
"Dengan banyaknya permintaan ini, kami akhirnya memiliki ide
untuk membuat rumah singgah dan menjadi host bagi para traveler ini.
Intinya kami membantu mereka menyediakan tempat gratis dan mereka juga
berbagi pengalaman dan pengetahuan yang semuanya berhubungan dengan
pelestarian lingkungan," jelas Sella ketika disambangi Okezone di rumah singgah Manado.
(Okezone.com)
Atlet Tinju Jadi Korban Penganiayaan Brutal di Lampung
Jakarta - Seorang atlet tinju Lampung yang telah memastikan tiket menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2026 di Manado diduga menjadi korban penganiayaan brutal di kawasan Kompleks Gedung Ola
KPK Usut Dugaan Rp 30 Miliar Masuk Kantong Pegawai Bea Cukai
Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami fakta persidangan terkait dugaan aliran dana sebesar Rp 30 miliar kepada pegawai Bea Cukai, Ahmad Dedi alias Dedi Congor, dalam perkara suap impo
Kabel Internet Semraut, Anggota DPRD Dumai Langsung Potong, Wawako Dumai Turun ke Lokasi
DUMAI - Wakil Wali Kota (Wawako) Dumai, Sugiyarto bersama anggota DPRD Kota Dumai dari Komisi II melakukan pengawasan sekaligus penertiban kabel optik milik sejumlah provider yang dinilai semrawut dan
Polsek Tanah Putih Gelar KRYD, Ciptakan Situasi Kamtibmas yang Aman dan Kondusif
TANAHPUTIH-Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, personel Polsek Tanah Putih melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) pada Selasa, 23 Juni 2026, sekitar pukul 09.00 WIB
Rapat Khusus BUMD Inhu, Bupati Ade Tekankan Pemulihan Kepercayaan Publik terhadap BPR Indra Arta
INHU â€" Bupati Indragiri Hulu (Inhu) Ade Agus Hartanto, S.Sos., M.Si menerima laporan Triwulan I Tahun 2026 dari dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yakni Perumda BPR Indra Arta, dan Perusahaan Daer