Rabu, 24 Jun 2026
  • Home
  • Traveler
  • Selebritis hingga Aktivis Punguti Sampah di Pantai Kuta

Travel

Selebritis hingga Aktivis Punguti Sampah di Pantai Kuta

Sabtu, 24 Feb 2018 15:50

GIANYAR - Para selebritis, aktivis lingkungan hidup, para pejabat dan masyarakat dengan semangat memunguti sampah dengan capit yang terbuat dari kayu di Pantai Kuta, Bali, sebagai bagian dari kampanye stop pencemaran plastik di laut.

"Kampanye kali ini tidak hanya berpusat di Bali, namun juga mengajak partisipasi masyarakat di seluruh penjuru Indonesia untuk bersama-sama melakukan kegiatan bersih-bersih," kata Melati Wijsen, seorang aktivis pencinta lingkungan, di Kuta, Bali, Sabtu (24/2/2018).

Aksi bersih-bersih itu dilakukan oleh komunitas "Satu Pulau Satu Suara" yang dimulai dari darat, pinggiran sungai, hingga sepanjang pesisir pantai di wilayah tempat tinggal mereka masing-masing.

"Kampanye Satu Pulau Satu Suara ingin melakukan sesuatu yang lebih dari hanya meningkatkan kesadaran mengenai masalah sampah plastik tetapi kami juga ingin memberikan contoh bahwa organisasi, dunia usaha, desa dan individu menciptakan solusi masing-masing untuk mengurangi sampah plastik sehingga yang lain bisa melakukan hal yang sama," tutur Melati Wijsen, Co-Founder of Bye Bye Plastic Bags & Satu Pulau Satu Suara.

Melati, remaja yang masih berusia 17 tahun adalah pemrakarsa kegiatan itu, namun karena kegiatannya menjaga lingkungan hidup dengan mengampanyekan stop pencemaran plastik, maka dia pernah diundang untuk pidato dan menyampaikan kegiatannya di PBB, New York.

Selain Melati hadir pula beberapa artis dan bintang film terkenal diantaranya selebriti dan Pengamat Lingkungan, Hamish Daud, dan Eka Rock, musisi grup band Superman Is Dead. Hamisd juga merupakan suami dari penyanyi terkenal Raisa. "Hari ini saya jadi pemulung sampah di pantai Kuta," katanya.

Beberapa aktivis lingkungan hidup juga hadir dan bersemangat memungut sampah di Pantai Kuta, diantaranya Suzy Hutomo, Aktivis Lingkungan Founder SustainableSuzy.com dan Executive Chairwoman The Body Shop Indonesia, I Made Gunarta, Baga Palemahan (Komite Departemen Lingkungan Desa) Pakraman Padangtegal Ubud dan I Ketut Mertaadi Co-founder and owner EcoBali.

Sementara di kalangan pejabat pemerintah yang langsung datang dari Jakarta adalah Dr Ir Safri Burhanuddin, DEA., Deputi IV Bidang Koordinasi SDM, IPTEK dan Budaya Maritim, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Kemaritiman); Dr Ir Haruki Agustina, MSc., Kasubsit sampah spesifik dan daur ulang, Direktorat pengelolaan sampah, Ditjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Aksi kampanye yang berawal dari mengisi petisi online hingga sampai dengan adanya Memorandum of Understanding (MoU) yang telah ditandatangani oleh Gubernur Bali Mangku Pastika.

MoU ini bertujuan untuk menjadikan Bali bebas dari kantong plastik, kemudian pada Tahun 2015, Mangku Pastika menandatangani surat edaran untuk membuat Bali bebas sampah plastik di tahun 2018.

"Sayangnya memasuki awal tahun 2018 justru Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung mendeklarasikan keadaan darurat sampah di sepanjang enam kilometer garis pantai yang mencakup pantai populer di Bali seperti Jimbaran, Kuta, dan Seminyak," ujar Melati.

10.000 komunitas

Indonesia memiliki 10.000 komunitas tersebar di 24 provinsi yang aktif dan peduli dalam penanggulangan sampah plastik atau menjaga kebersihan pesisir pantai, guna menarik kunjungan wistawan domestik dan mancanegara.

Deputi IV Bidang Koordinator SDM, Iptek dan Kebudayaan Maritim dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Safri Burhanudin di Kuta, Sabtu, mengatakan ribuan komunitas ini sebagai ujung tombak pelestarian lingkungan yang ada di masing-masing daerah.

"Salah satunya Bali yang memiliki komunitas perduli kebersihan pantai ini dengan rutin melakukan aksi membersihkan sampah di pesisir pantai," ujar Safri.

Ia mengatakan, masing-masing komunitas jumlah anggotanya bisa mencapai 100-200 orang yang aktif peduli terhadap lingkungannya dan diharapkan jumlahnya terus bertambah.

"Hal ini juga sudah menjadi komitmen presiden di Badan Dunia The Group of Twenty (G-20) untuk mengurangi plastik laut dengan didukung aksi nyata dari pemerintah pusat, provinsi dan masyarakat," ujarnya disela-sela kampanye Satu Pulau Satu Suara dengan aksi bersih-bersih di Pantai Legian itu.

Selain itu, pihaknya mendorong keberadaan komunitas ini dapat mengurangi sampah di perairan Indonesia hingga 70 persen, bahkan pemerintah pusat menargetkan Tahun 2025 untuk Indonesia bebas dari sampah plastik.

Oleh karena itu, Tahun 2018 ini banyak riset tentang plastik laut dengan mencari tahu berapa data terbaru dan akan melakukan uji tiap tahunnya, apakah terjadi penambahan jumlah plastik atau sebaliknya.

Berdasarkan data, Indonesia produksi sampah plastik 5,6 juta ton per tahun dan yang bisa digunakan kembali menjadi pupuk 3,3 juta ton, dapat didaur ulang kembali sekitar 1,6 juta dan sisanya 170 ribu ton per tahun yang diperkirakan berada di mana-mana.

"Salah satu contoh sampah yang berhasil dikumpulkan dapat didaur ulang menjadi aspal yang telah dicoba oleh Universitas Udayana. Kalau semua sampah dibuang ke TPA, tidak akan menyelesaikan masalah dan akan terus menumpuk," katanya.

Pihaknya juga mendukung, usulan terakhir dan disetujui oleh Pemerintah Provinsi Bali agar Tahun 2018, TPA Suwung Denpasar dibangun "waste-to-energy TPA" atau pembangkit listrik tenaga sampah. "Dengan adanya hal ini akan mengakhiri semua keberadaan sampah yang tidak bisa didaur ulang," katanya.

(okezone.com)

Traveler
Berita Terkait
  • Rabu, 24 Jun 2026 18:35

    Dandim 1710/Mimika Ajak Warga Jaga Persaudaraan dalam Prosesi Perdamaian Perang Suku di Kwamki Narama

    Mimika-Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Jozanda, hadir dan mengawal langsung prosesi perdamaian perang suku yang berlangsung di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Rabu (24/6/2026). Kehadiran Dandi

  • Rabu, 24 Jun 2026 17:36

    Kodim 1714/PJ dan Polri Berikan Dukungan Penuh Bersama Pemda Kab. Puncak Jaya Dalam Penyerahan SK Pengangkatan CPNS Formasi Tahun 2024

    Puncak Jaya-Bertempat di Lapangan Alun-Alun Roh Kudus, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, telah dilaksanakan kegiatan Pembagian dan Penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengang

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:41

    Berkacamata Hitam dan Masker, Aliansi Rakyat Sulsel Demo Dukung MBG Dilanjutkan

    Sejumlah emak-emak yang masuk dalam pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) turut berpartisipasi dalam aksi demonstrasi yang dilakukan Aliansi Rakyat Sulsel untuk mendukung program Makanan Berg

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:29

    Duduk Perkara Warga di Labuhanbatu Utara Tewas Dianiaya Usai Dituding Curi Sawit

    Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumatra Utara mengungkap kronologi kematian Luis David Hutabarat (32), warga Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumut, yang diduga mengalami p

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:04

    Kejagung Selamatkan Uang Negara Rp 131,5 Triliun

    Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) mencatat telah menyelamatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 131,5 triliun melalui penanganan perkara tindak pidana khusus sepanjang periode 2020 hingga 2026.J

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.