Jumat, 12 Jun 2026
  • Home
  • Traveler
  • Thailand hingga Singapura Perketat Kawasan, Waspada Virus Nipah Jelang Imlek

Berita

Thailand hingga Singapura Perketat Kawasan, Waspada Virus Nipah Jelang Imlek

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 04 Feb 2026 15:04
(FotoOkezone.com)
JAKARTA - Wabah virus Nipah yang terjadi di India membuat sejumlah negara di Asia meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, telah ditemukan kasus kematian akibat infeksi virus Nipah di negara bagian West Bengal.

Negara-negara seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura kini memperketat kawasan dengan melakukan pemeriksaan kesehatan tambahan di pintu masuk, seperti bandara. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan guna menghambat potensi penyebaran virus Nipah ke luar wilayah India.

Dikutip sciencealert, Rabu (4/2/2026), pemeriksaan tersebut meliputi pengecekan suhu tubuh, pemeriksaan kesehatan, serta skrining bagi pelaku perjalanan dari daerah terdampak. Virus Nipah dikenal sebagai patogen yang sangat mematikan, dengan tingkat kematian pada manusia berkisar antara 40 hingga 75 persen.

Virus Nipah merupakan virus zoonotik, yakni virus yang dapat menular dari hewan ke manusia. Penularan sebagian besar terjadi melalui kontak dengan kelelawar buah yang membawa virus, termasuk melalui cairan tubuh seperti air liur, urine, atau kotoran.

Penularan antarmanusia juga dapat terjadi, meski kasusnya lebih jarang dibandingkan penularan dari hewan ke manusia. Oleh karena itu, sejumlah negara di Asia memperketat kawasan sebagai langkah antisipasi.

Kewaspadaan ini semakin ditingkatkan menjelang periode mobilitas tinggi, seperti perayaan Tahun Baru Imlek. Meski demikian, virus Nipah hingga kini belum menyebar secara luas di India sehingga jumlah masyarakat terdampak diperkirakan masih relatif rendah.

Virus Nipah dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia. Gejala yang muncul antara lain demam tinggi dan ensefalitis atau peradangan pada otak yang memerlukan penanganan medis intensif.

Kelompok usia tertentu serta individu dengan sistem imun lemah memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi akibat infeksi virus ini. Oleh sebab itu, masyarakat dan otoritas kesehatan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap risiko penyakit zoonotik tersebut.(okezone.com)
Sumber: (Okezone.com)

Berita
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:35

    Inisial 4 Anggota Bais Terduga Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS

    JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menjelaskan pihaknya telah menerima empat prajurit yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

  • Selasa, 17 Mar 2026 09:19

    Haji 2026 Berpotensi Ditunda Imbas Konflik Timur Tengah, MUI: Bangun Optimisme!

    JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh menyoroti langkah pemerintah yang berencana menunda pemberangkatan jamaah haji 2026 imbas konflik Israel-AS dengan Ir

  • Senin, 16 Mar 2026 14:32

    Rismon Membelot, Roy Suryo Cs Kembali Gugat MK soal UU ITE

    JAKARTA - Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa akan kembali mengajukan gugatan baru ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sejumlah pasal di KUHP dan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:39

    Peristiwa 14 Maret: Bung Hatta Wafat hingga Lahirnya Albert Einstein

    JAKARTA - Sejumlah peristiwa penting dan bersejarah tercatat terjadi pada 14 Maret di berbagai belahan dunia. Salah satunya adalah wafatnya Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta atau Bung H

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:35

    Prabowo Larang Pejabat Gelar Open House Mewah saat Lebaran

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta para pejabat pemerintah untuk tidak menggelar acara open house secara mewah pada perayaan Idul Fitri 2026. Imbauan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.