Kamis, 25 Jun 2026

Travel

Tradisi Perang Air saat Tahun Baru di Gianyar

sumber : okezone.com
Senin, 25 Des 2017 08:51
(foto:antara)
Ilustrasi

GIANYAR - Saat pergantian tahun, ada tradisi unik di Desa Pekraman Suwat, Gianyar, Bali. Yaitu menggelar siat yeh atau perang air. Siat yeh adalah rangkaian acara dalam gelaran Festival Air Suwat. Festival yang masuk tahun kedua ini didedikasikan oleh masyarakat adat Suwat kepada sang air.

"Kita berharap semua yang ikut siat yeh lahir dengan spirit baru, menjadi manusia baru dan siap menghadapi tantangan yang semakin kompleks untuk menapaki hari demi hari dalam 365 hari ke depan," ujar Jero Bendesa Suwat, Ngakan Putu Sudibya, seperti dilansir Sindonews.

Sebelum berperang, krama adat menggelar sembahyang bersama di Catus Pata Desa Pekraman. Persembahyangan dipimpin oleh lima jero mangku. Para rohaniawan ekajati ini duduk menghadap empat arah mata angin. Satu di antaranya berada di tengah.

Setelahnya, krama melakukan persembahyangan bersama memohon restu kehadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa dalam representasinya sebagai Dewa Wisnu, dewa kehidupan yang disimboliskan dengan air.

"Kita menyambut tahun baru dengan semangat baru. Satu sama lain saling membersihkan. Saling mengingtakan dengan kesejukan. Semuanya bersih lahir batin, sekala dan niskala," katanya.

Fragmen tari bertajuk We Amerta ditampilkan dengan apik oleh kolaborasi seniman yang tergabung dalam Penggak Men Mersi dan Pancer Langiit Bali. Secara etimologi, We berarti mengalir dan Amerta berarti air kehidupan. Dalam kehidupan masyarakat Bali, air memiliki fungsi yang sangat vital.

Air sebagai mandala puja dipersonifikasikan sebagai sinar para dewata. Inilah esensi air yang disampaikan lewat garapan pertunjukan We Amerta.

"Dalam keyakinan umat Hindu Bali, mengalirnya amerta diyakini sebagai tugas dari Dewa Wisnu. Oleh karena itu, Dewa Wisnu dalam fungsinya sebagai dewa pemelihara kehidupan, senantiasa dipuja oleh umat Hindu agar tetap mengalirkan air untuk kesejahteraan dunia,"pungkasnya.

(okezone.com)

Traveler
Berita Terkait
  • Rabu, 24 Jun 2026 18:35

    Dandim 1710/Mimika Ajak Warga Jaga Persaudaraan dalam Prosesi Perdamaian Perang Suku di Kwamki Narama

    Mimika-Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Jozanda, hadir dan mengawal langsung prosesi perdamaian perang suku yang berlangsung di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Rabu (24/6/2026). Kehadiran Dandi

  • Rabu, 24 Jun 2026 17:36

    Kodim 1714/PJ dan Polri Berikan Dukungan Penuh Bersama Pemda Kab. Puncak Jaya Dalam Penyerahan SK Pengangkatan CPNS Formasi Tahun 2024

    Puncak Jaya-Bertempat di Lapangan Alun-Alun Roh Kudus, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, telah dilaksanakan kegiatan Pembagian dan Penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengang

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:41

    Berkacamata Hitam dan Masker, Aliansi Rakyat Sulsel Demo Dukung MBG Dilanjutkan

    Sejumlah emak-emak yang masuk dalam pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) turut berpartisipasi dalam aksi demonstrasi yang dilakukan Aliansi Rakyat Sulsel untuk mendukung program Makanan Berg

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:29

    Duduk Perkara Warga di Labuhanbatu Utara Tewas Dianiaya Usai Dituding Curi Sawit

    Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumatra Utara mengungkap kronologi kematian Luis David Hutabarat (32), warga Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumut, yang diduga mengalami p

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:04

    Kejagung Selamatkan Uang Negara Rp 131,5 Triliun

    Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) mencatat telah menyelamatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 131,5 triliun melalui penanganan perkara tindak pidana khusus sepanjang periode 2020 hingga 2026.J

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.