Rabu, 24 Jun 2026
  • Home
  • Traveler
  • Wisatawan Enam Negara Ikut Meriahkan Tradisi Imlek Perang Air di Riau

Travel

Wisatawan Enam Negara Ikut Meriahkan Tradisi Imlek Perang Air di Riau

Kamis, 15 Feb 2018 08:30

SELATPANJANG - Wisatawan asing dari enam negara berencana untuk melancong ke Kota Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, untuk mengikuti Festival Perang Air pada akhir Februari 2018.

"Tamu yang akan datang berasal dari Inggris, Jamaika, Thailand, Singapura, Malaysia dan Taiwan," kata Ketua Festival Perang Air 2018, Uyung Permadi Salis di Selatpanjang, Kepulauan meranti.

Sementara itu, wisatawan nusantara dari luar Riau yang akan hadir sejauh ini terdata berasal dari Bandung, Jakarta, Jambi dan Papua.

Selatpanjang merupakan kota di pesisir Riau yang selalu ramai saat perayaan Imlek karena sebagian besar populasi penduduknya adalah keturunan Tionghoa. Namun, perayaan Imlek di Selatpanjang berbeda dengan kota lainnya karena adanya tradisi perang air, atau yang dalam sebutan setempat "Cian Cui".

Pemerintah Kabupaten Meranti mengemas "Cian Cui" sebagai festival sejak 2013 Tradisi perang air itu berlangsung setiap sore hari selama enam hari sejak Imlek, yang pada tahun ini jatuh pada tanggal 16 Februari 2018. Perang Air tersebut berawal dari permainan anak-anak setempat saat Imlek, dan tidak terkait ritual sehingga semua lapisan masyarakat bisa ikut meramaikannya.

Uyung mengatakan, jumlah wisatawan asing kemungkinan bisa bertambah karena yang terdata adalah mereka yang sudah diakomodir berdasarkan pemesanan kamar hotel. Sedangkan, pada Festival Perang Air hotel-hotel banyak yang penuh, sehingga kemungkinan ada wisatawan asing yang menyewa rumah warga sebagai homestay.

Data panitia perang air dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menyatakan, ada sekira 36.000 wisatawan nusantara dan mancanegara yang ikut menghadiri Festival Perang Air pada 2017 lalu. Dari jumlah tersebut, sekira lima persennya adalah turis mancanegara. Jumlah wisatawan meningkat dibandingkan 2016, yang mencapai 16.000 orang.

Para wisatawan biasanya ramai hadir pada Festival Perang Air sejak Imlek ketiga hingga puncak Imlek Keenam yang berlangsung pada tanggal 19 hingga 21 Februari. Pada malam tanggal 19 Februari akan diadakan malam pesta budaya yang pembukannya dipusatkan di Taman Cik Puan. Selain itu, pada malam Imlek Keenam, warga setempat biasanya menggelar pesta kembang api yang bisa berlangsung berjam-jam sampai dini hari.

"Kota Selatpanjang sudah bersiap untuk perayaan Imlek. Sejauh ini sudah 7.500 lampion dipasang menghiasi jalan-jalan," ujarnya.

(okezone.com)

Traveler
Berita Terkait
  • Rabu, 24 Jun 2026 18:35

    Dandim 1710/Mimika Ajak Warga Jaga Persaudaraan dalam Prosesi Perdamaian Perang Suku di Kwamki Narama

    Mimika-Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Jozanda, hadir dan mengawal langsung prosesi perdamaian perang suku yang berlangsung di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Rabu (24/6/2026). Kehadiran Dandi

  • Rabu, 24 Jun 2026 17:36

    Kodim 1714/PJ dan Polri Berikan Dukungan Penuh Bersama Pemda Kab. Puncak Jaya Dalam Penyerahan SK Pengangkatan CPNS Formasi Tahun 2024

    Puncak Jaya-Bertempat di Lapangan Alun-Alun Roh Kudus, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, telah dilaksanakan kegiatan Pembagian dan Penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengang

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:41

    Berkacamata Hitam dan Masker, Aliansi Rakyat Sulsel Demo Dukung MBG Dilanjutkan

    Sejumlah emak-emak yang masuk dalam pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) turut berpartisipasi dalam aksi demonstrasi yang dilakukan Aliansi Rakyat Sulsel untuk mendukung program Makanan Berg

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:29

    Duduk Perkara Warga di Labuhanbatu Utara Tewas Dianiaya Usai Dituding Curi Sawit

    Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumatra Utara mengungkap kronologi kematian Luis David Hutabarat (32), warga Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumut, yang diduga mengalami p

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:04

    Kejagung Selamatkan Uang Negara Rp 131,5 Triliun

    Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) mencatat telah menyelamatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 131,5 triliun melalui penanganan perkara tindak pidana khusus sepanjang periode 2020 hingga 2026.J

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.