Rabu, 24 Jun 2026
  • Home
  • Traveler
  • Wisatawan Lakukan Ritual Banyupinaruh di Pantai Kerobokan

Travel

Wisatawan Lakukan Ritual Banyupinaruh di Pantai Kerobokan

Senin, 19 Mar 2018 10:30
okezone.com
Ilustrasi. Warga Bali dan Wisatawan Memadati Pantai Kuta

SINGARAJA - Para wisatawan domestik melakukan kegiatan Banyupinaruh di Pantai Kerobokan, Kabupaten Buleleng, Bali, untuk proses penyucian diri setelah melaksanakan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1940 dan turunya ilmu pengetahuan dari Dewi Saraswati.

"Kami mandi di Pantai Kerobokan untuk melakukan Banyupinaruh (penyucian jasmani) setelah satu hari penuh kita semua berada dalam suasana sunyi dan menyambut turunnya ilmu pengetahuan," kata salah satu pengunjung Pantai Kerobokan, Kadek Rika, di Kerobokan, Buleleng, Minggu.

Tepat saat Nyepi tahun ini ada perayaan turunnya ilmu pengetahuan yakni semua umat Hindu memuja Dewi Saraswati atau dewi ilmu pengetahuan dengan memuja kitab suci weda seperti Bhagavad-gita, Upanisad, Ramayana, Mahabharata, dan pustaka suci lainnya.

Rika mengatakan, pihaknya memilih Pantai Kerobokan untuk melaksanakan "Banyupinaruh" atau penyucian diri karena lokasinya mudah diakses dan dekat dari pusat kota.

Santhi menambahkan, sehari setelah Nyepi dan Saraswati perlu melaksanakan "Banyupinaruh" untuk memohon anugerah agar mampu menguasai ilmu pengetahuan yang diberikan oleh Dewi Saraswati.

"Proses penyucian diri bisa dilakukan dengan cara mandi di pantai dan dengan mandi air bunga yang wangi atau "toya kumkuman" yang bertujuan supaya kita suci lahir dan bantin," kata Santhi.

Sementara, pengunjung di Pantai Kerobokan, Ema, menjelaskan proses penyucian diri sangat penting dilakukan, karena tanpa penyucian diri maka dengan badan yang tidak suci tentu sulit mendekati diri dengan Tuhan Yang Maha Suci.

"Mandi di pantai dan dengan air bunga yang wangi atau Banyupinaruh merupakan proses dari pada "Prayascita" atau penyucian diri yang semestinya umat Hindu jalankan," jelas Ema.

Karena itu, sebelum bekerja dan mendekatkan diri pada Tuhan Yang Maha Esa, maka penyucian diri perlu dilakukan untuk bisa mendapat kedamaian yang sejati.


(okezone.com)

Traveler
Berita Terkait
  • Rabu, 24 Jun 2026 11:46

    Polisi Tangkap Terduga Pengedar Sabu di Segati, Pelalawan, Amankan Barang Bukti 28 Gram

    PELALAWAN â€" Satuan Reserse Narkoba Polres Pelalawan mengamankan seorang pria yang diduga terlibat dalam tindak pidana peredaran narkotika jenis sabu di Desa Segati KM 59, Kecamatan Langgam, Kabupate

  • Rabu, 24 Jun 2026 11:32

    Jalur Rimbo Sakti Saiyo Batuah Turun Mandi, Masyarakat Antusias Manggiring ke Suangai Kuantan

    TELUKKUANTAN - Rimbo Sakti Saiyo Batuah, jalur baru kebanggaan masyarakat Logas Tanah Darat (LTD) desa Perhentian Luas sah diluncurkan ke Sungai Kuantan atau lebih dikenal dengan sebutan turun mandi d

  • Rabu, 24 Jun 2026 11:26

    Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter

    Lumajang - Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur (Jatim) mengalami erupsi dengan tinggi letusan 600 meter di atas puncak pada Rabu pagi (24/6/2026)."Terjadi

  • Rabu, 24 Jun 2026 11:22

    Perkuat Fisik, Mental, dan Kesiapsiagaan, Personel Lanud Sjamsudin Noor Asah Kemampuan Bela Diri Taktis

    Banjarbaru - Dalam upaya meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan prajurit, Lanud Sjamsudin Noor menggelar latihan Bela Diri Taktis (BDT) yang diikuti oleh seluruh personel militer di Lapangan Amarta

  • Rabu, 24 Jun 2026 11:15

    Atlet Tinju Jadi Korban Penganiayaan Brutal di Lampung

    Jakarta - Seorang atlet tinju Lampung yang telah memastikan tiket menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2026 di Manado diduga menjadi korban penganiayaan brutal di kawasan Kompleks Gedung Ola

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.