Travel
Yuk, Lihat Gajah di Taman Nasional Tertua di Indonesia!
Sabtu, 28 Apr 2018 13:59
Mengisi akhir pekan, Lampung bisa menjadi salah satu destinasi yang bisa kalian pilih. Kota yang banyak memproduksi pisang ini ternyata menyimpan salah satu Taman Nasional tertua di Indonesia lho.
Taman Nasional Way Kambas, Taman Nasional ini terletak di Lampung Timur. Taman Nasional Way Kambas berdiri pada tahun 1985 merupakan sekolah gajah pertama di Indonesia. Namun seiring berjalannya waktu, Gajah Sumatera yang hidup di Taman Nasional ini semakin berkurang akibat alih fungsi lahan dan konflik dengan manusia. Banyak gajah yang diburu oleh pemburu liar untuk diambil gadingnya.
Ada puluhan pawang gajah yang bertugas di Taman Nasional ini. Salah satunya Pak Pal, pawang senior yang sudah puluhan tahun menjaga konservasi gajah ini. Pak Pal ini mempunyai 2 gajah kesayangan yang setiap hari harus dimandikan. Namun biasanya pengunjung hanya boleh melintasi area yang sudah ditentukan oleh petugas, karena sangat berbahaya jika pengunjung masuk wilayah konservasi tanpa ijin.
Jarak Taman Nasional ini dari Kota Bandar Lampung sekitar 75KM. Kalian bisa memakai transportasi umum jika ingin berkunjung kesana. Datanglah ke pool damri yang letaknya berdekatan dengan terminal arjasa.
Bus damri tujuan Way Kambas hanya akan beroperasi sekali dalam sehari, jadi jika kalian tertinggal bis, artinya kalian harus menunggu sampai keesokan harinya. Bus damri ini akan berangkat dari pool sekitar pukul 07.00 WIB dan kembali pukul 15.00 WIB.
Bus damri yang dulu bisa beroperasi sampai ke pintu masuk way kambas sudah tidak beroperasi lagi sejak tahun 2016 karena peminatnya sedikit sekali. Jadi kalian harus turun di persimpangan pintu masuk Way Kambas kemudian melanjutkan perjalanan dengan ojek. Perjalanan dengan ojek ini memakan waktu sekitar 30 menit dengan menyusuri hutan dan jalan yang berlubang.
Sesampainya di tempat konservasi biasanya sudah banyak gajah-gajah yang terlihat. Gajah yang dipilih tampil adalah gajah yang sudah terlatih dan jinak.
Biasanya banyak anak-anak gajah yang akan menampilkan atraksi. Seperti bermain bola, berhitung dan sebagainya. Beberapa gajah juga boleh dinaiki dengan didampingi pawang. Bahkan beberapa pengunjung ada yang membawa buah-buahan untuk diberikan kepada gajah-gajah ini.
Jika ingin menjelajah area Taman Nasional, disediakan juga safari gajah yang akan membawa pengunjung menikmati areal konservasi. Di sana akan ada banyak gajah yang dilepas untuk mencari makan. Selain gajah, kalian juga bisa menemukan berbagai hewan liar yang tiba-tiba melintas di jalan.
Di Taman Nasional ini juga tersedia Rumah Sakit Gajah terbesar di Asia Tenggara yang di bangun atas kerjasama dengan Kebun Binatang Australia. Jadi untuk gajah yang sakit akan mendapatkan perawatan khusus di rumah sakit ini.
(detik.com) Traveler
Menjaga Warisan Leluhur, Dirjend Perhutanan Sosial Kunjungi Hutan Adat Imbo Putui Kenegerian Petapahan
PETAPAHAN-Pada Minggu, 21 Juni 2026, Hutan Adat Imbo Putui Kenegerian Petapahan menerima kunjungan Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan, Ibu Catur Endah Prasetiani, S.Si., M.T., b
Kapolres Rohil Pimpin Apel Siaga, Perkuat Sinergi Cegah Karhutla
BALAIJAYA-Kapolres Rokan Hilir AKBP Isa Imam Syahroni, S.I.K., M.H., memimpin Apel Siaga Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bersama PT Salim Ivomas Pratama Tbk dan Pemerintah Kabupaten
PWP Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Tebar Kepedulian bagi Anak-anak Kurang Mampu dan Lansia Dhuafa
PEKANBARU - Persatuan Wanita Patra (PWP) Tingkat Wilayah PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai (Kilang Pertamina Dumai) memaknai Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 dengan menghadirkan inisiatif dan k
Petani Rambahan Logas Tanah Darat Kuansing Sukses Sulap Hutan Kemasyarakatan Jadi Sumber ‘Cuan’ Lewat Agroforestri
PEKANBARU - Kelompok Usaha Perhutanan Sosial di Desa Rambahan, Logas Tanah Darat, Kuantan Singingi, Riau terbukti sukses memaksimalkan program Hutan Kemasyarakatan untuk mendongkrak ekonomi warga sete
Pelarian Panjang DPO Sabu 15 Kg Bengkalis Berakhir di Tangan Polisi
BENGKALIS - Pelarian panjang seorang buronan kasus narkotika kelas kakap di Provinsi Riau akhirnya terhenti. Pria berinisial A (48) yang telah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) selama hampir tiga t