Sabtu, 13 Jun 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Bantuan Terbatas, 140.000 Warga Pandeglang Masuk Kategori Miskin

Ekonomi,

Bantuan Terbatas, 140.000 Warga Pandeglang Masuk Kategori Miskin

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 23 Agu 2025 11:07
Berita satu.com
Sebanyak 140.000 jiwa di Kabupaten Pandeglang, Banten, tercatat masuk kategori miskin. Data tersebut merujuk pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang kini menjadi acuan pemerintah pusat dan daerah dalam penyaluran bantuan sosial (bansos), Sabtu (23/8/2025).

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang Wawan Setiawan menjelaskan bahwa DTSEN membagi kesejahteraan masyarakat ke dalam 10 kelas atau desil. Warga yang tergolong miskin berada pada desil 1 hingga 5.

“Yang disebut miskin adalah desil 1 sampai 5, dan hanya mereka yang berhak mendapat bansos dari pemerintah,” ujar Wawan.

Ia memerinci, terdapat sekitar 35.000 keluarga penerima manfaat (KPM) yang masuk kategori sangat miskin (desil 1), sekitar 45.000 KPM di kategori miskin (desil 2), dan sekitar 60.000 KPM tergolong rawan miskin (desil 3).

“Jika dijumlahkan dari desil 1 sampai 3, ada sekitar 140.000 warga Pandeglang yang masuk kategori miskin, mulai dari sangat miskin hingga rawan miskin,” jelasnya.

Saat ini, penyaluran bansos di Pandeglang masih terbatas pada desil 1, 2, dan sebagian kecil desil 3. Jenis bantuan yang diberikan meliputi Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), BPJS Kesehatan, hingga bantuan beras.

“DTSEN ini pertama kali digunakan saat pembagian beras dari Bulog. Memang masih ada margin error sekitar 30 persen, tetapi dibanding data sebelumnya, DTSEN lebih tepat sasaran,” ungkap Wawan.

Selain dari APBD, Kabupaten Pandeglang juga mendapatkan tambahan bantuan dari Pemerintah Provinsi Banten melalui program Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).

“Pada tahap pertama, bantuan diberikan kepada 5.000 KPM, sedangkan tahap kedua direncanakan Oktober mendatang untuk 2.000 sampai 3.000 KPM,” tambahnya.

Namun, Wawan mengakui penanganan kemiskinan di Pandeglang masih terkendala minimnya anggaran daerah. Meski begitu, sejumlah program tetap berjalan, seperti bantuan sembako senilai Rp 200 juta, bantuan sandang Rp 100 juta, serta Program P2K2 berupa sekolah keluarga penerima manfaat PKH.

“Kalau hanya mengandalkan APBD jelas terbatas. Karena itu, penanganan kemiskinan dilakukan bersama pemerintah provinsi dan pusat,” ujarnya.

Ia berharap kolaborasi lintas sektor terus diperkuat agar angka kemiskinan di Pandeglang dapat berkurang secara bertahap.

“Harapannya angka kemiskinan di Pandeglang bisa terus menurun dari tahun ke tahun. Itu menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan,” pungkasnya.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com

Ekbis
Berita Terkait
  • Jumat, 12 Jun 2026 19:53

    Petinggi Vendor Motor Listrik BGN jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi MBG

    Jakarta - Kejaksaan Agung menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Yakni Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), Andri Mulyono (AM).Pene

  • Jumat, 12 Jun 2026 19:46

    PPDB Meresahkan Orang Tua, Sumardany: Banyak Anak Gagal Masuk Sekolah Bukan karena Nilai, Tapi Salah Jalur

    PEKANBARU " Setiap tahun ajaran baru tiba, satu persoalan yang hampir selalu muncul adalah kepanikan orang tua saat mendaftarkan anaknya ke sekolah negeri. Tahun ini pun tak berbeda. Bahkan, sebelum

  • Jumat, 12 Jun 2026 19:30

    Residivis Narkoba Kembali Diciduk, 21 Paket Sabu Disita

    BENGKALIS " Baru beberapa waktu menghirup udara bebas, seorang residivis kasus narkotika kembali ditangkap Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bengkalis. Pelaku berinisial MR (22) diam

  • Jumat, 12 Jun 2026 17:09

    Pemkab Bengkalis Siap Luncurkan Aplikasi SKM Online

    Bengkalis-pemerintah Kabupaten Bengkalis siap mengimplementasikan aplikasi Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Online mulai 1 Juni 2026. https://s.id/SKMOnline_DiskominfotikAplikasi nasional yang dibangu

  • Jumat, 12 Jun 2026 15:04

    Demo Mahasiswa, Polisi Ingatkan Waspadai Provokasi

    Jakarta - Polisi mengingatkan mahasiswa yang akan menggelar aksi demo hari ini, Jumat (12/6/2026) agar mewaspadai pihak-pihak yang mencoba menunggangi demonstrasi. Mahasiswa diminta tetap fokus menyam

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.