Sabtu, 11 Jul 2026
Belantara Foundation Salurkan Modal Usaha KUPS, Dorong Ekonomi Desa di Inhil
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 11 Jul 2026 10:28
PEKANBARU - Pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal terus didorong di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Melalui program perhutanan sosial, Belantara Foundation menyalurkan bantuan alat produksi dan modal usaha kepada lima Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) sebagai upaya memperkuat usaha masyarakat sekaligus menciptakan pengelolaan hutan desa yang berkelanjutan.
Bantuan tersebut diserahkan kepada KUPS di Desa Sungai Bela, Concong Dalam, Concong Tengah, Kampung Baru, dan Panglima Raja pada 6-7 Juli 2026. Jenis bantuan disesuaikan dengan potensi ekonomi masing-masing desa berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan Belantara Foundation.
Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dr. Dolly Priatna, mengatakan penguatan usaha masyarakat menjadi salah satu kunci agar program perhutanan sosial mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian kawasan hutan.
"Program ini bertujuan membantu pemberdayaan masyarakat agar mampu mengelola hutan desa secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat mata pencaharian masyarakat, mengurangi laju deforestasi, dan memulihkan kawasan hutan yang terdegradasi," kata Dolly, Jumat (10/7/3026).
Di Desa Sungai Bela, bantuan diberikan kepada KUPS Pakan Makmur untuk mengembangkan usaha kerupuk udang. Sementara KUPS Bina Keluarga di Desa Panglima Raja memperoleh bantuan untuk mengembangkan usaha kerupuk amplang.
Belantara Foundation juga mendukung pengembangan budi daya kepiting bagi KUPS Kepiting Alam Berkah di Desa Concong Dalam dan KUPS Kepiting Lestari di Desa Concong Tengah. Adapun KUPS Nipah Pesisir di Desa Kampung Baru menerima bantuan untuk mengembangkan usaha berbasis pucuk dan lidi nipah.
Menurut Dolly, pengembangan usaha tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sehingga dapat memberikan pendapatan yang lebih baik bagi masyarakat pesisir. Selain memperkuat ekonomi desa, program ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung target perhutanan sosial pemerintah dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Sejak 2023, Belantara Foundation telah mendampingi pengelolaan enam hutan desa di Kabupaten Indragiri Hilir dengan total luas mencapai 10.087 hektare. Selama pendampingan, Belantara memfasilitasi penerbitan surat keputusan hutan desa, pembentukan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD), pembentukan enam KUPS, hingga peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengelola usaha berbasis hasil hutan.
Penyuluh Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Mandah, Syamsi Mahdi, menilai kolaborasi tersebut mampu memperkuat sinergi antara pelestarian hutan dan pengembangan ekonomi masyarakat desa.
"Kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk mendorong sinergi antara pelestarian kawasan hutan, pemberdayaan masyarakat, serta pembangunan desa yang berorientasi pada keberlanjutan," katanya.
Ia menambahkan, pengelolaan hutan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat, pemerintah desa, organisasi masyarakat sipil, hingga dunia usaha agar manfaat ekonomi dan kelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan.
Kepala Desa Concong Tengah, M. Asikin, menyebut pendampingan yang dilakukan Belantara Foundation membuka peluang bagi desa untuk mengembangkan potensi ekonomi tanpa mengabaikan aspek lingkungan.
Sementara Ketua KUPS Bina Keluarga Desa Panglima Raja, Yusnizar, berharap bantuan alat dan modal usaha tersebut mampu meningkatkan pendapatan keluarga para anggota kelompok. "Kami berharap dukungan ini dapat membantu meningkatkan ekonomi keluarga sekaligus mengembangkan usaha yang kami jalankan," tuturnya. (Tribunpekanbaru.)
Sumber: https://pekanbaru.tribunnews.com/riau-region/1109059/belantara-foundation-salurkan-modal-usaha-kups-dorong-ekonomi-desa-di-inhil
komentar Pembaca