ekonomi
Bisnis Penggilingan Padi yang Kian Menjanjikan
Sabtu, 21 Mei 2016 16:32
LAMPUNG - Menjadi seorang pengusaha kini menjadi salah satu pilihan ketika seseorang jenuh menjadi karyawan. Bagi mereka yang pemula umumnya menjajal bisnis kecil-kecilan seperti kuliner atau pernak-pernik hiasan.
Tapi bagi anda yang sudah berpengalaman mengembangkan bisnis, tidak ada salahnya mencoba bisnis penggilingan padi. Modalnya tidak terlalu besar, namun tidak bisa dibilang kecil juga.
Setidaknya, bisnis ini cocok bagi anda yang sudah berpengalaman dan ingin merasakan hal yang baru. Namun untuk memulai bisnis ini, anda perlu menentukan lokasi yang strategis. Tidak mungkin di kota besar seperti Jakarta tentunya.
Pemilik Pabrik Penggilingan Putra Mandiri Pring Sewu Hendri (31) berbagi pengalamannya selama menjalani bisnis penggilingan padi kepada Okezone. Dia memulai bisnis ini lebih dari 10 tahun.
Hanya saja, karena terlahir dari keluarga yang menggeluti bisnis ini, sejak duduk di bangku SMA, Hendri sudah mulai dibiasakan dengan gabah dan beras. Namun pabrik mulai dikelola tangannya setelah menyelesaikan pendidikan dasar sambil meneruskan ke perguruan tinggi.
Untuk memulai bisnis ini, anda bisa memulai dari pabrikan kecil. Tapi kalau modal anda kuat, tentu bisa membuat pabrik yang kapasitasnya lumayan besar seperti milik Hendri.
"Modalnya Rp5 miliar lah, pabrik ini dulu kecil, sekarang kapasitas produksi 20 ton per hari," tutur dia kepada Okezone saat ditemui di Pabriknya, Lampung.
Penggunaan modal tersebut digunakan untuk membeli mesin penggiling padi. Harga satu unit mesinnya, bisa mencapai Rp1 miliar. Kini, Hendri mengaku memiliki tiga unit mesin penggiling padi.
Memang terasa mahal, namun bisnis ini cukup menjanjikan. Mengingat beras merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat. Terlebih, kalau anda bisa menjadi mitra usaha Perum Bulog. Beras produksi anda sudah pasti diserap oleh Bulog, tapi tetap harus memperhatikan ketentuan yang ditetapkan Bulog.
Meski Hendri enggan menyebutkan besaran keuntungan per bulan, bisnis penggilingan padi sangat terasa gurihnya. Pasalnya, limbah atau sisa produksi dari pabrik ini juga bisa dijual. Sisa produksi dibeli masyarakat untuk menjadi bahan bakan pembuatan batu bara, pakan ternak, hingga bahan makanan.
Bisa dibayangkan, keuntungan yang diraup pemilik pabrik bukan hanya dari penjualan beras, tapi juga limbahnya. Istilahnya disantap habis sampai gurihnya terasa melekat mantap.
Pria asal Pulau Jawa ini biasanya menyerap gabah dari sawah-sawah di sekitar pabrik. Di Lampung memang masih terhampar lautan sawah. Bukan hanya di petani, Hendri kadang juga membeli gabah kepada pengepul.
Saat ini, harga gabah di petani berkisar Rp3.700 per kg untuk gabah basah dan Rp4.350 per kg untuk gabah kering.
"Kalau ambil gabah di sekitar sini langsung dari petani, tapi kalau luar daerah dari pengumpul, biasanya ambil gabah dari Kota Agung, Lampung Utara, Timur Selatan, Tengah, mana yang panen dicari," tambahnya.
Sekarang Hendri memiliki lantai jemur dengan kapasitas 40 ton per hari. Rencananya dalam waktu dekat Hendri akan membeli mesin pengering yang kapasitasnya 30 ton. Dengan begitu, kapasitas produksinya bisa bertambah.
"Harga pengering Rp1,4 miliar kemarin sudah ditawari orang sih, cuma masih mau liat dulu, itu kapasitasnya 30 ton, gabah bisa kering dalam 8 sampai 10 jam," cetusnya (okezone.com)
Ekbis
IHSG dan Rupiah Kompak Melemah, Cermati Data Ekonomi Pekan Ini
Sejumlah sentimen global dan domestik mempengaruhi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sela
Menuju Pasar Ekspor: Kisah Sukses Kolaborasi Pucuk Rebung - PHR Berdayakan UMKM Riau
PEKANBARU-Transformasi besar tengah berlangsung pada geliat ekonomi lokal Provinsi Riau. Pelaku UMKM yang sebelumnya bergerak sendiri-sendiri tanpa kepastian arah kini berhasil naik kelas melalui wada
PHR Dorong Pengembangan Migas Non-Konvensional Sebagai Game Changer Ketahanan Energi Nasional
Jakarta- Sebagai langkah strategis, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mendorong pengembangan Migas Non-Konvensional (MNK) guna menjaga keberlanjutan produksi. Berpotensi menjadi game changer memperkuat po
Bulog Kantor Cabang Rengat Salurkan Bantuan Pangan Alokasi Februari-Maret 2026, Ini Jenis Bantuannya
RENGAT - Pemerintah resmi melaksanakan launching penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng untuk alokasi bulan Februari dan Maret 2026 di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Rabu, (18/3/20
Malaysia Batalkan Perjanjian Dagang dengan AS
JAKARTA - Malaysia membatalkan perjanjian dagang timbal balik alias Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat (AS). Dengan demikian tarif impor Malaysia ke AS 19% tidak berlaku lagi u