Kamis, 04 Jun 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Disperindag Terus Kembangkan Anyaman Pandan Tenun Songket dan Batik Inhil

Ekonomi

Disperindag Terus Kembangkan Anyaman Pandan Tenun Songket dan Batik Inhil

Laporan:Aditya Prahara
Kamis, 01 Sep 2016 14:22
Internet
Anyaman Pandan dan Tenun Songket yang merupakan Asli Kerajinan Asal Inhil

TEMBILAHAN - Pemerintah Kabupaten Indragiri hilir (Inhil) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) konsisten melaksanakan program tahunan yang berorientasi pada pengembangan industri kerajinan lokal, seperti yang telah dijadwalkan hinga memasuki semester ke-II (Kedua) tahun 2016 ini.

Adapun kerajinan lokal yang menjadi fokus Disperindag untuk dikembangkan, adalah anyaman pandan, tenun songket dan batik Inhil yang merupakan 'buah tangan' dari pengrajin Inhil.

Menurut penuturan Kepala Bidang (Kabid) Industri Disperindag Inhil, Ahmad Hidayat kepada SpiritRiau.com, karya dari para pengrajin lokal ini telah beberapa kali diikutsertakan dalam event-event pada tingkatan Provinsi maupun Nasional.

"Beberapa waktu yang lalu, hasil karya pengrajin lokal, seperti anyaman pandan, tenun songket, dan batik Inhil diikutsertakan dalam MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur'an) di Kabupaten Siak untuk tingkat Provinsi Riau," ungkapnya belum lama ini.

"Tak hanya itu, beberapa waktu yang lalu, melalui Dekranasda (Dewan Kerajinan Daerah) Kabupaten Inhil, 'buah tangan pengrajiin lokal ini juga sempat mendapat penghargaan di event yang diselenggarakan di Jakarta dalam rangka memperingati HUT (Hari Ulang Tahun) Dekranasda Pusat," tambah Hidayat.

Kendati begitu, dikatakan Hidayat, masih ada kendala yang dirasa masih menjadi faktor penghambat pengembangan kerajinan khas Inhil ini,

"Yang menjadi penghambat dalam pengembangan kerajinan khas Inhil ini adalah kesadaran masyarakat lokal dalam hal pemakaian dan akses bahan baku yang cukup jauh," tegasnya.

"Komoditas kerajinan lokal ini, mayoritas hanya dipakai oleh para pegawai Satker (Satuan Kerja) Pemda Inhil saja. Sedangkan songket dan batik Inhil cuma dijadikan cinderamata untuk tamu undangan Bupati," tambahnya.

Untuk akses bahan baku produksi, Hidayat berharap, agar bisa diperoleh di daerah-daerah yang jarak jangkauannya tidak begitu jauh.

"harapan kami untuk bahan baku produksi, seperti benang bisa diperoleh di Pekanbaru. Sehingga, para pengrajin dapat menekan cost produksi,"paparnya (dit)

Ekbis
Berita Terkait
  • Senin, 04 Mei 2026 08:33

    IHSG dan Rupiah Kompak Melemah, Cermati Data Ekonomi Pekan Ini

     Sejumlah sentimen global dan domestik mempengaruhi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sela

  • Jumat, 17 Apr 2026 09:18

    Menuju Pasar Ekspor: Kisah Sukses Kolaborasi Pucuk Rebung - PHR Berdayakan UMKM Riau

    PEKANBARU-Transformasi besar tengah berlangsung pada geliat ekonomi lokal Provinsi Riau. Pelaku UMKM yang sebelumnya bergerak sendiri-sendiri tanpa kepastian arah kini berhasil naik kelas melalui wada

  • Rabu, 08 Apr 2026 17:49

    PHR Dorong Pengembangan Migas Non-Konvensional Sebagai Game Changer Ketahanan Energi Nasional

    Jakarta- Sebagai langkah strategis, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mendorong pengembangan Migas Non-Konvensional (MNK) guna menjaga keberlanjutan produksi. Berpotensi menjadi game changer memperkuat po

  • Rabu, 18 Mar 2026 16:28

    Bulog Kantor Cabang Rengat Salurkan Bantuan Pangan Alokasi Februari-Maret 2026, Ini Jenis Bantuannya

    RENGAT - Pemerintah resmi melaksanakan launching penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng untuk alokasi bulan Februari dan Maret 2026 di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Rabu, (18/3/20

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:28

    Malaysia Batalkan Perjanjian Dagang dengan AS

    JAKARTA - Malaysia membatalkan perjanjian dagang timbal balik alias Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat (AS). Dengan demikian tarif impor Malaysia ke AS 19% tidak berlaku lagi u

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.